‘Aku Mencoba Anal Seks karena Penasaran’

lead image

Sakit sih, tapi di situ kan letak enaknya?

Ia pernah mencoba anal seks dan ia tidak ingin disebut namanya, kami cuma bisa menyebut bahwa ia perempuan. Kepadanya, kami bertanya alasannya mencoba variasi seks yang buat sebagian orang, terutama perempuan, ini menjijikkan. Ini kisahnya.

Pengalaman melakukan anal seks

Aku mencoba seks anal karena penasaran. Aku suka banget nonton bokep dan penasaran, “Anal seks enak nggak ya?” Plus aku merasa, vaginal sex nggak memuaskan. Yaaa, barangkali aja bakal memberi sensasi lebih.

Aku yang mengajak pacarku melakukan anal seks. Aku maksa cowokku. Pertama melakukannya, aku kesakitan banget, banget, banget!

Tapi, cowokku malah hampr nangis. Dia sangat minta maaf, padahal aku yang memaksa dia melakukannya. Dia sangat tidak menikmatinya.

Sebentar, kalau sakit, kenapa masih mau melakukannya lagi? tanya saya. Katanya, sensasinya seperti saat berhubungan seks pertama kali. Sakit memang, tapi nggak bikin kapok kan?

Lanjut.

Gara-gara percobaan pertama bisa dibilang gagal, aku cari tahu bagaimana cara bikin seks anal lebih nyaman dilakukan. Ternyata kamu harus pakai kondom yang ada pelumasnya.

Kali kedua kami mencobanya, rasanya lumayan oke. Aku menikmatinya walau nggak bisa sampai klimaks juga. Justru cowokku yang kayaknya nggak nyaman. Dia bolak-balik nanya, “Sakit nggak? Sakit? Udah ya?” Akhirnya eksperimen kedua itu kami akhiri.

Persiapan sebelum melakukan seks anal

Sebagai persiapan, kamu perlu rileksasi dulu. Foreplay dulu. Juga jangan lupa, pakai kondom ber-lubricant. Sama perlu merangsang lubang yang akan dimasuki dengan jari.

Aku pernah baca bahwa cewek nggak bisa orgasme lewat anal seks. Well, nggak juga sih. Aku rasa aku bisa aja orgasme kalau selama seks anal berlangsung, vagina ikut dirangsang dengan tangan.

Kalau ditanya jijik apa nggak sama seks anal, jawabannya nggak. Aku lebih jijik kalau jempol kakiku diemut.

Pakai tisu mejik buat seks anal? Nggak tertarik dan, gunanya apa? Aku pernah kepikiran pakai Durex Long Play atau apa itu, yang kayak anal ring bentuknya, tapi too much effort. Btw tisu mejik apaan emang?

Oh, tisu mejik bikin kebas dan nggak sakit. Bukannya orang melakukan anal seks karena cari senasasi sakit-sakit enak ya? Hahaha.

Ngomong-ngomong, walau aku belum pernah orgasme pas anal, cowokku bisa. Tapi… dia kayak sengaja ngeluarin cepet-cepet. Kelihatan dia nggak menikmati. Dia nggak komen apa-apa, tapi ekspresinya itu kayak bilang, “Please, jangan suruh aku gini lagi.”

***

Dari cerita dia, kita jadi tahu kalau kondom dan pelumas saat seks anal itu harus. Selain untuk meminimalisir rasa sakit, juga menjaga seks tetap aman.

Kedua, jangan buru-buru langsung masukin. Ini seks, bukan deadline.

Risiko seks anal

Seks anal berbahaya jika dilakukan tanpa kondom dan pelumas. Ya, seks vaginal juga wajib pakai kondom sih untuk mencegah penularan penyakit. Sedangkan pelumas fungsinya untuk meminimalisir lecet.

Risiko anal seks merentang dari pendarahan di anus, penularan penyakit menular seksual (jika tidak pakai kondom), dan bisa bikin kesulitan otot anus melemah yang akibatnya, sulit mengontrol buang air besar.

Oh, ya, anal seks nggak sekotor yang dibayangkan. Tapi, tetap wajib hukumnya untuk membersihkan kelamin sebelum melakukannya dan tidak melakukannya langsung setelah makan.

BACA JUGA: 6 Kelemahan Pria di Ranjang yang Bikin Cewek Illfeel tapi Nggak Akan Diomongin

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi