Anjasmara Laporkan Kasus Body Shaming yang Menimpa Dian Nitami, Bagaimana Nasib Pelaku?

lead image

Karena mengaku tak mampu, Anjasmara meminta pelaku untuk mengunggah video permohonan maaf di media sosial. Namun, hal ini tak diindahkan juga.

Pasangan Anjasmara dan Dian Nitami kini sedang berurusan dengan hukum. Rabu (2/1/2019) kemarin Anjasmara resmi melaporkan akun Instagram bernama Corissa Putrie ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan.

Sebelumnya, akun Corissa Putrie melakukan body shaming kepada istri Anjasmara, Dian Nitami. Artis senior ini pun geram atas tindakan warganet tersebut. Ia tak tinggal diam dan langsung memberi peringatan agar pelaku meminta maaf di satu halaman surat kabar Harian Kompas.

Karena mengaku tak mampu, Anjasmara meminta pelaku untuk mengunggah video permohonan maaf di media sosial. Namun, hal ini tak diindahkan juga oleh Corissa Putrie.

Lewat akun Instagramnya, @anjasmara menindaklanjuti apa yang pernah ia ucapkan. Ia pun mengunggah suasana pelaporan dirinya di Polres Metro Jakarta Selatan. Anjasmara menyebut perkatannya itu bukan sekadar ultimatum.

Anjasmara dan Dian Nitami Laporkan Pelaku Body Shaming

Anjasmara dan Dian Nitami

"Sudah saya tindak lanjuti ya apa yang sudah saya ucapkan. Semoga kita semua bisa belajar menjadi lebih baik ke depannya," tulis Anjasmara pada akun Instagramnya, Rabu (2/1/2019).

Urusan hukum Anjasmara dan Dian Nitami  ini berawal dari sebuah unggahan Dian di akun Instagramnya, @bu_deedee, beberapa waktu lalu. Istri Anjasmara itu tampak berpose memegang payung, dan mendapat banyak komentar dari warganet.

Tak sedikit dari mereka memuji kecantikan ibu dua anak itu dan menilai ia awet muda. Namun, pemilik akun Instagram @corissa.putrie justru melakukan body shaming dengan menilai hidung Dian jelek dan melar. Ia bahkan meminta Dian untuk operasi agar hidungnya terlihat lebih proporsional.

www.instagram.com/p/Br1XoTlgkv7/

Komentar tersebut pun memancing reaksi dari sang Suami. Anjasmara mengancam agar pelaku membuat pernyataan maaf, baik di sosial media ataupun di Koran Kompas sebanyak satu lembar penuh. Jika tidak ia akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

"Saya tunggu per mohonan Maaf kamu dalam waktu 2x24jam," tulis Anjasmara dalam laman Instagramnya.

www.instagram.com/p/Br7hbmBBOvE/

Setelah mengeluarkan ancaman akan melapor ke polisi, sang pelaku pun akhirnya meminta maaf. Melalui fitur live Instagram, Anjasmara membagikan bidik layar permohonan maaf si warganet dalam Insta Story-nya.

"Saya mohon maaf sedalam-dalamnya kepada Anjasmara dan istri atas apa yang saya lakukan," tulis si pelaku tersebut, Minggu (30/12/2018).

"Saya khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mohon maaf.. saya mohon maaf," tambahnya.

Tidak hanya itu, warganet tersebut juga mengemis maaf berulang kali kepada Anjas melalui Direct Message (DM) sambil mengirimkan foto permohonan maafnya via Insta Story.

"Saya mohon maaf atas yang saya perbuat. Saya khilaf. Mohon maaf. Saya gak akan mengulanginya lagi. Saya sangat menyesal," tulisnya.

"Saya mohon maaf untuk Anda. Untuk posting ke media koran saya gk pnya biaya. Semoga melalui ini, saya bisa d maafkan. Saya khilaf," tulisnya lagi.

https://www.instagram.com/p/BsII1DyBRf3/
Namun, dalam percakapan DM itu, Anjasmara tampak belum memaafkannya. Ia lebih menginginkan sebuah video permohonan maaf.

"Saya minta permohonan tersebut dalam bentuk video dan kamu posting di seluruh social media kamu kemudian kamu tag saya dan istri saya," tulis Anjas membalas pesan si warganet.

Namun ternyata hingga hari ini ultimatum dari Anjasmara tak dilakukan oleh pelaku.

Ancaman hukum Bagi Pelaku Body Shaming

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya mengategorikan hukuman untuk pelaku body shaming dalam dua tindakan.

Pertama, jika menghina atau mengejeknya menggunakan media sosial, itu bisa masuk ke Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 19 Tahun 2016. Hukumannya bisa enam tahun penjara.

Kedua, jika menghina atau mengejek secara langsung atau verbal maka pelaku bisa dikenakan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, dengan ancaman sembilan bulan kurungan.

Dedi menjelaskan, hukuman seseorang yang menghina melalui media sosial lebih berat karena ketika hinaan itu diunggah, maka jutaan orang akan langsung mengetahui. Hal itu bisa berdampak buruk pada sisi psikologis orang yang dihina. Tak jarang berujung pada kasus bunuh diri.

Meski begitu, kata Dedi, hukuman pidana tak langsung diterapkan. Polri akan melakukan mediasi terlebih dulu terhadap pelaku dan korban body shaming. "Coba pendekatan yang lebih humanis. Kalau semua yang lapor, kami tangani, kewalahan," ucapnya.

Bagaimana tanggapan kamu pada kasus body shaming ini?

Sumber: Tribunnews.com, Tempo.co

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami

Penulis

Kiki Pea