Jatuh Cinta Bisa Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Perempuan, Menurut Penelitian!

lead image

Apakah jatuh cinta bisa dikategorikan sebagai sebuah 'penyakit' atau 'gangguan' kesehatan?

Apa itu cinta sebenarnya? Apakah ada dampak buruk cinta bagi kesehatan? Sebuah penelitian telah membuktikannya – baca ulasan di bawah ini untuk penjelasannya!

Bermain dengan perasaan bukanlah hal sepele; bahkan jika kamu tak memiliki kesiapan untuk jatuh cinta dengan seseorang, rasa sakit yang ditimbulkan kemudian bisa membuat duniamu runtuh. Dan hal itu akan membuatmu merasa sakit (betulan).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles mengambil sampel dari 47 perempuan muda yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun, dan memfokuskan efek jatuh cinta yang dirasakan.

Hasilnya, efek jatuh cinta tak hanya dirasakan secara emosional dan psikis saja namun juga mempengaruhi kesehatan fisik.

“Jatuh cinta merupakan pengalaman psikis paling kuat yang terjadi dalam kehidupan manusia”, ungkap peneliti kepada The Sunday Times.

“Jatuh cinta tak hanya diikuti dengan perubahan psikis saja namun juga secara fisik.”

apa itu cinta sebenarnya

unsplash

Peneliti juga menemukan bahwa jatuh cinta menyebabkan perempuan memproduksi interferon, yang merupakan sebuah protein yang berfungsi untuk melawan virus. Bagaimana dengan mereka yang patah hati karena hubungannya tak berhasil? Mereka memproduksi interferon lebih sedikit.

Apa itu cinta sebenarnya? Benarkah cinta bisa membuatmu (betul-betul) sakit?

Mengapa tubuh perempuan memproduksi interferon saat jatuh cinta masih menjadi misteri. Namun peneliti berpendapat, hal ini bisa terjadi karena tubuh perempuan saat jatuh cinta serupa dengan perempuan yang sedang mempersiapkan kehamilan.

Peneliti dari UCLA bukanlah satu-satunya yang menemukan apa itu cinta sebenarnya dan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan. Frank Tallis seorang psikolog asal London mengungkapkan bahwa jatuh cinta dapat menyebabkan depresi, obsessive-compulsive disorder (seperti mengecek pesan baru setiap menit di handphone).

Jatuh Cinta Bisa Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Perempuan, Menurut Penelitian!

“Bahkan banyak orang yang meminta bantuan ketika tak dapat mengatasi persoalan cinta di hidupnya sendiri atau merasa menderita ketika rasa cintanya tak berbalas,” ungkap Dr Tallis kepada the Independent. Efek terburuk dari jatuh cinta: percobaan bunuh diri.

“Meskipun sudah banyak penelitian dalam pengobatan perasaan dan masalah psikoseksual, hanya sedikit yang sadar bahayanya dari mabuk cinta,” lanjutnya.

“Mungkin inilah saatnya bagi kita untuk menganggap jatuh cinta sebagai ‘penyakit’ atau ‘gangguan’ yang lebih serius dengan mendiagnosanya seperti penyakit pada umumnya.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang psikolog bernama Alex Gardner. “Ada orang yang bisa mati karena patah hati,” jelasnya kepada the Independent. “Cinta membawa penyakit itu nyata adanya.”

Referensi: Independent, NCBI

Baca juga:

Jangan Sia-siakan Waktumu, Ini 5 Cara Cepat Move On dari Mantan Pacar

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami