Cegah Kanker Dengan Tes Kesehatan Berikut Ini

lead image

Mencegah lebih baik daripada mengobati!

Hingga saat ini kanker dianggap sebagai penyakit yang paling berbahaya bagi manusia. Kanker tak jarang berujung kematian. Namun, bukan berarti peluang hidup pasien kanker tidak ada sama sekali. Cara untuk mencegah kanker ialah dengan menjalani hidup sehat dan rutin mendeteksi potensi kanker agar bisa ditangani secepatnya. Apa saja tes kesehatan yang perlu dijalani untuk segera mendeteksi kanker?

Apa saja tes kesehatan untuk mendeteksi kanker sejak dini?

apa saja tes kesehatan

Mendeteksi kanker sejak dini tak hanya membuat pengobatan kanker lebih mudah dan efektif, tetap juga dapat mencegah sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Mendeteksi kanker sejak dini sudah terbukti meningkatkan angka keberhasilan sembuh untuk pasien.

Secara prinsip, ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan untuk berjaga-jaga dari serangan kanker.

1. Melakukan pemeriksaan

Semakin bertambah usia, risiko terkena kanker semakin besar. Ada beberapa pemeriksaan medis yang harus dilakukan secara berkala, apa saja tes kesehatan untuk resiko kanker, yaitu seperti misalnya mamografi untuk kanker payudara, pap smear untuk kanker serviks, dan kolonoskopi untuk kanker usus. Semua jenis pemeriksaan tersebut sebenarnya harus dijalani sedikitnya satu kali dalam setahun.

2. Ketahui riwayat keluarga

Meski pada jenis kanker yang lainnya belum terbukti, pada beberapa kanker seperti kanker payudara telah terbukti dapat diturunkan dari generasi sebelumnya.

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker. Mengetahui riwayat kesehatan keluarga cukup penting dilakukan agar kamu lebih waspada, terutama jika memang ada salah satu anggota keluargamu yang mengalami kanker.

3. Lakukan pemeriksaan sendiri

Kamu harus jadi orang pertama yang mengetahui adanya perubahan yang terjadi di tubuh sendiri. Beberapa jenis kanker padat, biasanya menimbulkan benjolan atau pembengkakan. Jika kamu menemukan ada bagian tubuh yang membengkak tiba-tiba, jangan menganggapnya remeh dan sebaiknya segera periksa ke dokter.

Penting bagi perempuan memeriksa payudara sendiri untuk mendeteksi kanker payudara. Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, kanker akan diketahui sejak dini. Salah satu ciri kanker adalah adanya benjolan yang terasa keras dan menyakitkan.

4. Mengendalikan faktor risiko lainnya

Kamu juga bisa mengendalikan faktor risiko yang dapat membuat rentan terkena penyakit kanker. Caranya dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Tes rutin yang perlu dilakukan untuk mendeteksi kanker 

Apa saja tes kesehatan yang harus dilakukan secara rutin untuk mendeteksi kanker?

  • Pap smear, untuk mendeteksi kanker rahim, wajib dilakukan wanita berusia 21-65 tahun.
  • Mamografi, wajib dilakukan secara rutin oleh wanita yang telah berusia 40 tahun.
  • CT scan toraks, hal ini sangat dianjurkan bagi perokok aktif dan punya riwayat sakit paru-paru.

Apa itu pap smear?

Tes Pap Smear ini bukanlah tes diagnostik, melainkan tes skrining untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit atau kondisi tertentu sebelum menyebabkan suatu gejala tertentu. Tes yang digunakan meliputi kolposkopi (dengan biopi), penguraian endoserviks, dan biopsi kerucut.

Apa itu tes IVA?

Pemeriksaan visual serviks ini mencakup kombinasi sitologi serviks dan human papillomavirus (HPV). Pemeriksaan ini walaupun spesifitasnya terbatas, namun bersifat ekonomis dan mampu mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kamu hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk melakukannya, mulai dengan sampel sel dari leher rahim (serviks), asam asetat (VIA) dan yodium lugol (VILI). Prosedur ini juga disebut sebagai inspeksi visual dengan acetic acid (VIA) atau inspeksi visual dengan VILI.

Pengikisan Endoserviks

Terkadang area yang berisiko terinfeksi HPV dan pra-kanker tidak dapat dilihat dengan kolposkop (alat deteksi kanker) sehingga ada hal lain yang harus dilakukan untuk memeriksa area kanker tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan memasukkan instrumen sempit (disebut kuret) ke dalam saluran endoserviks (bagian serviks yang paling dekat dengan rahim). Kuret digunakan untuk mengikis bagian dalam kanal untuk mengeluarkan beberapa jaringan, yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Dokter biasanya akan melakukan diagnosa dengan serangkaian tes di atas berdasarkan gejala yang paling memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Berapa Harga Medical Check Up Prodia?

Cara untuk mengatasi adanya penyakit di dalam tubuh dapat ditempuh dengan medical check up. Kamu juga bisa melakukan berbagai macam medical check up di Laboratorium Klinik Prodia. Hal ini juga dapat membantu mendeteksi ada tidaknya penyakit, dan mengetahui risiko terjadinya penyakit tertentu di kemudian hari. Di Prodia, apa saja tes kesehatan yang bisa dilakukan?

Panel check up. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan hematologi rutin, urine rutin, faeces rutin, bilirubin total, bilirubin direk, GOT, GPT, fosfatase alkali, Gamma GT, protein elektroforesis, glukosa puasa, Urea N, kreatinin, HBsAg, Anti-HCV, asam urat, TSHs, cholesterol total, cholesterol HDL, cholesterol LDL -direk, trigliserida, dan Apo B.

Dengan melakukan pemeriksaan di atas, kamu bisa mengetahui ada tidaknya kelainan darah dan infeksi, mengetahui kondisi ginjal, saluran pencernaan, hati dan saluran empedu, potensi terjadinya diabetes melitus, ada tidaknya infeksi hepatitis B dan C, gangguan fungsi tiroid yang mempengaruhi metabolisme tubuh, kadar asam urat dan metabolisme lemak dalam tubuh.

Panel check up plus. Sesuai namanya, pemeriksaan ini memberikan manfaat lebih, di antaranya dengan penambahan beberapa pemeriksaan seperti Cystatin C untuk mengetahui gangguan ginjal lebih dini, AFP untuk membantu deteksi kanker hati, sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) untuk deteksi kanker leher rahim, serta pemeriksaan adiponektin, small dense LDL (sdLDL), dan hsCRP sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Di Prodia, ada beberapa tes pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan. Pemeriksaan ini dapat berupa pemeriksaan alergi, analisa CSF, analisa faeces, endokrinologi, hematologi, imuno serologi, imunohistokimia, kadar obat dalam darah, kimia, lain-lain, mikrobiologi, mikronutrien dan logam berat, molekular, non laboratorim, nutrisi, osteoporosis, penanda tumor, rujukan, tuberkulosis dan urinalisa. Dari pemeriksaan di atas, ada beberapa sub pemeriksaan lagi yang dapat dilakukan di Prodia.

Biaya pengobatan penyakit yang akut tentunya akan lebih mahal dibanding biaya pemeriksaan dini

  • Biaya tes Pap Smear

Untuk serangkaian tes Pap Smear tidak dibutuhkan biaya mahal. Biaya tes Pap Smear hanya sekitar Rp400.000 untuk Pap Smear yang berbasis cairan.

Tes ini adalah untuk menguji keberadaan sel pra-kanker atau kanker pada serviks. Selama prosedur rutin, sel-sel dari serviks dikikis dengan lembut, kemudian diperiksa untuk mengetahui apakah ada pertumbuhan yang tidak normal (abnormal).

  • Biaya tes IVA

Biaya pemeriksaan visual serviks dengan asam asetat (IVA) juga sangat terjangkau, yakni hanya sekitar Rp25.000 saja dan bisa dilakukan di Puskesma terdekat.

Tes IVA ini sangat efektif dan murah yang dapat dikombinasikan dengan prosedur perawatan sederhana untuk deteksi dini kanker serviks yang hanya butuh waktu kurang dari 5 menit dengan cara mengoleskan asam setat ke mulut rahim, yang dilakukan oleh petugas kesehatan terlatih. Hasilnya akan dilihat apakah perubahan pada mulut rahim ini mengindikasikan adanya kanker serviks.

Nah, sudahkah kamu melakukan tes kesehatan untuk mencegah penyakit kanker?

Sumber: CermatiHellosehat

Baca juga:

5 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Perempuan

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea