Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang PreeklamsiaTips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

 

Ada banyak kondisi kesehatan yang harus diperhatikan wanita ketika mereka hamil. Salah satunya yang harus diwaspadai adalah preeklamsia.

Preeklamsia adalah kondisi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Jika tidak diobati dengan benar, dapat menyebabkan komplikasi serius dan mengancam jiwa calon ibu. Hal ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan bayi atau dapat menyebabkan janin mati dalam kandungan.

Menurut National Health Service di Inggris, preeklamsia jarang terjadi sebelum minggu ke-20 kehamilan. Pada sebagian besar waktu, kondisi ini terjadi pada usia kehamilan diatas 24 minggu dan menjelang akhir kehamilan.

Sementara itu, Singapore College of Obstetricians and Gynecologists mendefinisikan dua jenis preeklamsia:

  • Preeklamsia. Ketika usia kehamilan setidaknya 20 minggu dan tekanan darah milik calon ibu melebihi 140/90 mmHg dan protein dalam urin melebihi 0,3g / 24 jam.
  • Preeklamsia berat. Hal ini terjadi ketika tekanan darah wanita hamil melebihi 160/110mmHg atau protein dalam urin melebihi 3g / 24 jam. Selain itu, gejala eklamsia lainnya seperti kejang pada wanita yang didiagnosis dengan preeklamsia, tanpa adanya penyebab lain, juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Preeklamsia dapat didiagnosis selama konsultasi rutin Anda dengan dokter kandungan. Wanita hamil yang memiliki preeklamsia biasanya mengalami gejala ringan dan hal ini dapat ditangani dengan memantau tekanan darah dan tes urin.

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Gejala preeklamsia

Berikut ini adalah gejala yang perlu Anda perhatikan pada kunjungan berikutnya ke dokter:

  1. Tekanan darah yang naik. Selalu pantau tekanan darah Anda dan pastikan tidak melebihi 140/90 mmHG. Periksa tekanan darah Anda setidaknya dua kali sehari dengan interval minimum empat jam.
  2. Naiknya kadar protein dalam urin. Kelebihan protein dalam urin (lebih tinggi dari 0,3g / 24 jam) dan masalah terkait ginjal lainnya dapat menyebabkan preeklamsia.
  3. Sakit kepala yang parah. Meskipun mungkin umum bagi wanita hamil untuk mengalami sakit kepala, sakit kepala yang parah dan persisten harus dianggap serius. Ini mungkin menunjukkan gejala preeklamsia.
  4. Sakit perut atau mulas. Sakit perut juga merupakan kondisi umum di antara ibu hamil. Namun, jangan mengabaikan rasa sakit ketika menjadi tak tertahankan terutama jika itu di perut bagian atas.
  5. Gangguan penglihatan. Jika Anda mengalami gangguan pada penglihatan seperti lebih sensitif terhadap cahaya, buram, ada bayangan yang berlebih, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
  6. Pembengkakan. Kondisi ini normal di kalangan ibu hamil karena retensi air. Tetapi pembengkakan yang cepat (edema) di tangan, kaki, dan wajah Anda bisa menjadi tanda preeklamsia. Hal ini dapat disertai dengan kenaikan berat badan yang tiba-tiba.

Ibu hamil harus selalu mengamati perubahan dalam tubuh dan suasana hati mereka. Jika Anda melihat salah satu dari gejala preeklamsia ini, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyebab preeklamsia

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Penyebab utama preeklamsia belum diketahui. Namun, ahli kebidanan dan ginekolog Dr. Regina Zuzarte-Ng menyebutkan faktor-faktor berikut yang berkontribusi terhadap preeklampsia:

  • Disfungsi plasenta.Plasenta adalah organ penting untuk perkembangan bayi di dalam rahim ibu. Ini bertindak sebagai sistem pendukung kehidupan yang mengoper oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi. Aliran darah yang berkurang ke plasenta dapat menyebabkan preeklamsia karena tubuh ibu harus bekerja lebih keras, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah, untuk terus memasok oksigen dan nutrisi ke bayi.
  • Pembuluh darah yang rusak. Untuk memasok darah ke plasenta, pembuluh darah baru berkembang selama kehamilan. Jika ini menjadi rusak, aliran darah ke plasenta akan menjadi tidak lancar dan ini dapat menyebabkan preeklamsia.
  • Gangguan autoimun. Kondisi kesehatan ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang dirinya sendiri. Gangguan autoimun, yang umumnya tidak dapat disembuhkan, menggandakan risiko preeklamsia. Penyakit-penyakit ini, seperti lupus, mempengaruhi berbagai sistem tubuh seperti jantung, paru-paru, dan ginjal.
  • Masalah ginjal yang sudah ada sebelumnya. Gagal ginjal, ketika organ tidak dapat menyaring produk limbah dengan benar dari darah, juga dapat berkontribusi pada risiko preeklamsia.

Kristal kolesterol dan hubungannya dengan preeklamsia

Para peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) melakukan penelitian tentang kristal kolesterol di dinding rahim wanita untuk mengetahui hubungannya dengan preeklamsia.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Norwegian SciTech News, salah satu peneliti bernama Gabriela Silva menjelaskan bahwa kolesterol, penyebab utama penyakit kardiovaskular, secara alami menjadi tinggi selama kehamilan karena bayi dan plasenta membutuhkannya. Namun, wanita dengan preeklamsia memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Pun mereka memiliki kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, merupakan jenis yang ditemukan pada orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Ketika kolesterol jahat terakumulasi di dinding pembuluh darah, kristal kolesterol terbentuk. Kristal ini, yang merupakan inisiator peradangan yang kuat dalam tubuh, dapat menyumbat pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan pembekuan darah.

Untuk menghindari hal ini, kristal kolesterol perlu dibersihkan karena mereka dikenali oleh tubuh sebagai zat berbahaya. Sistem imun, bagaimanapun, tidak dapat memecah kristal ini sendirian, sehingga mereka akan mengirim sinyal ke sel-sel antibodi untuk bantuan tetapi tidak berhasil. Akibatnya, respon imun berjalan liar dan proses inflamasi meningkat.

Berdasarkan penelitian mereka, Silva mengatakan bahwa peradangan berada pada titik tertinggi dalam interaksi langsung ibu dan janin, di mana sel-sel ibu bersentuhan langsung dengan sel-sel janin di plasenta dan dinding rahim.

"Kontak langsung ini berarti bahwa peradangan secara langsung mempengaruhi komunikasi antara ibu dan janin dan berkontribusi pada peradangan yang lebih besar pada ibu," kata Silva.

Karena wanita lebih berisiko mendapatkan preeklamsia selama kehamilan, mereka harus memeriksa kolesterol mereka secara teratur.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan preeklamsia

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mendapatkan preeklamsia:

  • Kondisi medis yang sudah ada seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit ginjal, migrain, dan diabetes.
  • Preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan anak pertama.
  • Di bawah usia 18 atau di atas usia 35 tahun.
  • Anda mengalami obesitas sebelum kehamilan.
  • Memiliki kemungkinan lahir kembar.

Catat bahwa ini bukan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan preeklamsia. Wanita dengan tidak satu pun dari kondisi ini mungkin masih rentan terhadap preeklamsia, jadi penting untuk memantau setiap kehamilan dengan sangat cermat.

Komplikasi yang disebabkan oleh preeklamsia

Wanita hamil harus menyadari gejala preeklamsia, sehingga ketika mereka mengalami salah satu dari ini, calon ibu dapat segera memberi tahu dokter mereka. Mengabaikan gejala-gejala ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Eklamsia. Ibu hamil mengalami kejang dan gejala-gejala yang berulang.
  • Sindrom HELLP. Hemolisis atau pemecahan sel darah merah, EL atau enzim hati yang tinggi, dan LP atau jumlah trombosit rendah. Singkatnya, kondisi yang mengancam jiwa ini adalah gangguan gabungan hati dan pembekuan darah.
  • Kerusakan pada organ. Preeklamsia juga dapat menyebabkan masalah ginjal, gagal hati, stroke, dan kejang.
  • Pendarahan tersembunyi. Ketika tidak didiagnosis lebih awal, preeklamsia dapat menyebabkan perdarahan organ dalam besar-besaran yang dapat menyebabkan kematian. Indikasi perdarahan yang serius termasuk dering di telinga, lumpuh, dan gangguan penglihatan.
  • Placental abruption. Kondisi ini—yang merupakan pemisahan parsial atau lengkap plasenta dari rahim sebelum melahirkan—memburuk dengan preeklamsia. Janin mungkin kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan masalah pertumbuhan, persalinan prematur atau janin mati dalam kandungan. Placental abruption juga dapat menyebabkan pendarahan hebat yang berbahaya bagi Anda dan bayi Anda.
  • Mengurangi fungsi tiroid. Wanita dengan preeklamsia berisiko mengalami hipotiroid—suatu kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang tidak mencukupi. Hal ini dapat menyebabkan lumpuh secara keseluruhan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Uji lab atau medis yang akan dijalani

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Mewaspadai gejala adalah salah satu cara untuk melihat apakah Anda memiliki preeklamsia. Untuk memastikan kondisi Anda, dokter dapat melakukan tes berikut pada salah satu kunjungan rutin:

  • Tes darah. Ini membantu menentukan keadaan hati dan ginjal Anda. Uji darah juga dapat memeriksa jumlah darah Anda sebagai salah satu gejala preeklamsia.
  • Tes urine. Tes pengumpulan protein urin selama periode 24 jam dapat memeriksa kehilangan protein yang berlebihan dalam urin. Ini membantu dalam menentukan tingkat keparahan preeklamsia.
  • Ultrasound. Selain ibu hamil, Anda juga perlu memantau kondisi bayi secara ketat karena preeklamsia dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi. Gambar ultrasound dapat membantu dokter Anda untuk melacak berat badan bayi dan cairan ketuban Anda atau cairan di sekitar janin.
  • Cardiotocography (CTG) scan. Selama trimester ketiga Anda, tes ini biasanya dilakukan untuk memantau detak jantung janin dan kontraksi rahim. Ini juga membantu memantau tanda-tanda tekanan janin.

Perawatan medis dan obat

Epsom Salt

Preeklampsia mungkin terdengar menakutkan bagi ibu hamil. Menurut para ahli, satu-satunya obat untuk itu adalah melalui kelahiran, yang mungkin disarankan ketika Anda lebih dekat dengan HPL Anda.

Tapi apa yang terjadi ketika Anda menerima diagnosis ini selama tahap awal kehamilan? Untungnya, Anda dapat menangani kondisi ini dengan menurunkan tekanan darah dan gejala lainnya dengan obat yang diresepkan.

  • Obat tekanan darah oral. Methyldopa dan Nifedipine adalah obat yang mengobati tekanan darah tinggi. Anda dapat mengambil ini dengan resep, jika kondisi preeklamsia Anda tidak parah. Ingat bahwa efek samping bisa terjadi, seperti palpitasi dan pusing.
  • Obat intravena. Obat-obatan seperti Magnesium Sulfat dan Labetalol dapat diresepkan untuk wanita dengan preeklamsia parah.
  • Kortikosteroid. Dokter mungkin meresepkan ini untuk wanita hamil yang didiagnosis dengan sindrom HELLP karena ini membantu hati dan trombosit berfungsi lebih baik.
  • Steroids jab. Dokter mungkin meresepkan ini ketika Anda melahirkan dini untuk membantu memperkuat paru-paru bayi.
  • Aspirin. Dokter Anda mungkin meresepkan ini jika Anda mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, untuk membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta. Anda dapat mengambilnya dari akhir trimester pertama sampai 34 minggu kehamilan.
  • Statins. Berdasarkan penelitian tentang kristal kolesterol, Silva menyebutkan bahwa ada beberapa studi klinis yang melihat penggunaan statin atau obat penurun kolesterol selama kehamilan.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda terlebih dahulu sebelum mengambil salah satu obat ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan Anda dan bayi.

Cara mencegahnya

Selain mendeteksinya sejak dini, juga lebih baik untuk mencegah kemungkinan penyebab preeklamsia untuk menjaga kehamilan yang sehat.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari tekanan darah tinggi, salah satu ciri preeklamsia:

  1. Jauhi stres. Sebisa mungkin, cobalah untuk selalu rileks guna menjaga tekanan darah yang baik. Anda dapat mencoba untuk destress sebelum tidur dengan menggunakan aromaterapi.
  2. Jalani pola hidup yang sehat. Cobalah untuk menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan dengan makan makanan sehat—kurang asin—dan mengikuti rutinitas olahraga teratur. Anda juga dapat menambahkan vitamin prenatal ke diet reguler Anda.
  3. Pantau tekanan darah Anda. Jika Anda memiliki hipertensi yang sudah ada sebelumnya, jangan lupa untuk minum obat yang diresepkan. Juga, pantau terus tekanan darah Anda.
  4. Hindari alkohol dan rokok.Tidak hanya ini sangat dilarang untuk wanita hamil, mereka juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi

Rawat inap

Dalam kasus eklamsia berat, ibu hamil mungkin disarankan untuk dirawat di rumah sakit guna melakukan serangkaian tes dan memantau kondisi ibu dan bayi.

Ini bisa menjadi perhatian serius terutama ketika Anda perlu memperpanjang masa rawat inap Anda, karena biaya tambahan yang mungkin timbul. Pastikan untuk mengetahui paket bersalin yang berbeda dari beberapa rumah sakit, sehingga Anda dapat segera memilih yang tepat dalam keadaan darurat.

Belajar tentang asuransi bersalin juga dapat membantu, dan jika mencakup kondisi seperti preeklamsia, sehingga Anda dapat siap untuk kemungkinan ini dan memiliki satu hal yang kurang perlu dikhawatirkan.

Pasca melahirkan

Tips Kehamilan Terbaik 2022: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Preeklamsia

Ada kemungkinan bahwa preeklamsia dapat hilang setelah melahirkan. Namun, perhatikan bahwa Anda mungkin masih mengalami tekanan darah tinggi, di mana dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk terus minum obat yang diresepkan. Tekanan darah Anda harus kembali normal 12 minggu setelah melahirkan.

Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami preeklamsia pada tahap awal kehamilan mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dan kondisi jantung lainnya di kemudian hari. Jadi, lebih baik untuk terus memantau tekanan darah Anda setelah melahirkan si kecil.

Yang Perlu Diingat

Semua informasi ini mungkin terkesan memusingkan. Tetapi selalu ingat bahwa Anda dapat mencegah kondisi medis ini terjadi jika Anda menghindari kemungkinan penyebabnya. Jika Anda memiliki preeklamsia, jangan panik karena ini dapat ditangani dengan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi tersebut. Terakhir, selalu jaga diri Anda untuk memastikan persalinan yang sehat dan aman.

 

Original Publisher: theAsianparent