Keluhan Kocak Istri saat Hamil: Jadi Pengin Seks Terus, tapi Suami Takut

lead image

Semua gara-gara hormon >,<

Jika kamu laki-laki, atau perempuan yang belum menikah, bagaimana pendapatmu tentang ini: apakah kamu setuju jika suami istri berhubungan intim saat hamil? Setujukah kamu jika suami istri Berhubungan saat hamil muda? Jika kamu disuruh memilih, mana yang lebih baik, berhubungan saat hamil 4 bulan atau berhubungan saat hamil 9 bulan?

Apabila sebagian besar pertanyaan itu kamu jawab tidak, kemungkinan besar kamu tidak memahami perempuan.

Begini. Semua orang tahu bahwa perempuan punya periode menyebalkan bulanan bernama PMS. Semua orang pasti sudah tahu, naiknya hormon saat PMS bikin cewek gampang marah. Tapi, ternyata tidak hanya itu.

Naiknya hormon menjelang dan saat menstruasi juga membuat perempuan makin mudah terangsang. Percaya atau tidak, di bagian ini, tidak banyak lelaki yang memahaminya.

Dan selain PMS, peristiwa lain di diri perempuan yang membuat hormon melonjak adalah kehamilan.

Mungkin ini terdengar sangat tidak imut, tidak keibuan, tidak cewek baik-baik, tapi percayalah: ini sangat normal dan alamiah, dan seharusnya perempuan tidak malu mengakuinya. Hamil memang membuat cewek mudah terangsang.

Kalau sudah bergetar ingin dijamah dan menjamah, harusnya mudah diselesaikan. Panggil suami, lalu eksekusi, gampang kan?

Justru di situlah problemnya. Suami sebagai orang yang menyaksikan istri menjalani kehamilan dan istri sebagai yang mengalami kehamilan, keduanya ternyata punya persepsi yang berbeda tentang berhubungan saat hamil muda. Hamil semakin membuat istri bergairah, eh suami malah takut.

Suami menolak berhubungan saat hamil muda bikin istri pusing

Pengakuan seperti itu bisa Anda jumpai di akun Twitter @Wariman_. Akun Twitter ini biasa menerima curhatan via Direct Message dari follower-followernya. Curhatan itu kemudian di-screenshot dan dibagikan di twit. Salah satunya keluhan seorang istri yang ditolak berhubungan intim saat hamil oleh suaminya.

“Om, mau curhat dong. Aku udah nikah, sekarang lagi hamil 5, jalan 6 nulan. Kondisi keluarga baik-baik aja, suami sayang banget sama aku dan bayi kami. Yang aku mau, apa, gimana, diturutin. Cuma satu yang nggak diturutin, hubungan intim :'(”

“Iya, dia takut aja bayi kami ntar kenapa-kenapa, atau aku yang kenapa-kenapa, mengingat kami biasanya kalau sedang khusyuk ‘begitu’. udah nggak keruan gaya yang dipakai.”

“Masalahnya, aku tak berdaya dengan semua lonjakan hormon ini. Iya, akunya horny mulu. Sekadar dia habis mandi aja udah pengin melorotin boksernya lagi. Tapi, dia gitu :(”

berhubungan intim saat hamil berhubungan saat hamil muda berhubungan saat hamil 5 bulan berhubungan saat hamil 4 bulan berhubungan saat hamil 9 bulan

Sumber: @Wariman_

Pengakuan itu mengundang tanggapan. Dari sudut pandang cowok, kata @erickjohn__, emang ngeri sih ngeseks dengan istri di kala hamil.

“Pas bini hamil umur segitu, emang agak ngeri kalau buat skidipapap. Tapi setelah denger dari dokter, umur 8 bulan kudu sering-sering ‘ditengok’. Yah emang kalau ‘keluar’ di dalam bikin kontraksi sih, tapi bagus kok buat ‘jalan’ dede bayinya… heuheuheu.”

Dari sudut sana, perempuan lain mengiyakan kebiasaan baru saat hamil ini. “True! Kemaren malemnya udah, siangnya udah pengen lagi,” twit @verapasrah.

Bapak lain di ujung sana, @imammasbuq, juga mengakuinya. “Masuk trimester pertama (bulan 1-3) dan ketiga (bulan ke 6-9/menjelang lahiran), perempuan hamil memang punya nafsu birahi cukup tinggi. Kadang memang serba salah. Di 3mester pertama,takut keguguran. Di 3mester terakhir,takut brojol duluan O_o.”

Tapi, ada juga perempuan yang nggak begitu. Kalau kata @bosendamai, “I didn’t do it for more than 3 months kuat kok.” Ada aroma Jaksel tercium di sini.

Sementara @Chika_Chix memberi saran bagaimana menyakinkan suami agar mau berhubungan intim saat hamil muda. Kuncinya ada pada penggunaaan posisi seks yang aman saat hamil.

“Padahal nggak apa-apa loh, suami mbak sendiri ini. Asal nggak plasenta previa, kandungan mbaknya nggak bermasalah. Kalau mau aman, jangan keluar di dalem sebelum masuk 9 bulan, atau pakai kondom. Soal posisi yang aman, bisa doggy, apalagi kalau udah hamil tua, karena nggak boleh telentang terlalu lama.”

Ketika berhubungan intim saat hamil jadi kesempatan suami aji mumpung

Dina, kini tengah hamil anak kedua, termasuk perempuan yang hasrat seksnya semakin meninggi seiring datangnya kehamilan. Untungnya, suaminya tidak keberatan. Malah—mungkin ini terdengar agak lucu sekaligus jorok, tergantung yang membaca sudah expert atau belum—saat hamil dijadikan kesempatan untuk selalu “keluar di dalam”.

“Aji mumpung dia,” kata Dina, tertawa.

Selama hamil, ia mengaku hasratnya naik turun. Tapi, ketika masuk trimester ketiga (6-9 bulan), kondisi tubuh membuatnya kurang bergairah.

Dokternya sendiri menyarankan untuk semakin intens melakukan hubungan seks menjelang HPL (hari perkiraan lahir).

“Istilah dokternya, bapaknya suruh sering-sering nengok. Tapi, malah bapaknya biasanya takut karena perutnya sudah besar,” ujar Dina lagi.

BACA JUGA: Berhubungan Seks saat Hamil, Baik Nggak Sih?

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi