Kalau Nikah Nggak Punya Biaya, Kenapa Kudu Banyak Gaya?

lead image

A portrait of the friend as a walking bank.

Ada lho cewek-cewek yang kepengin jadi Meghan Markle atau Crazy Rich Asians sehari aja dalam hidupnya. Momen yang paling tepat untuk mewujudkannya ialah di pesta pernikahan sendiri. Tapi, biaya nikah yang mahal harus dibayar pakai uang apa?

Sebab, ada gaya ada biaya. Pesta mewah memang indah dilihat. Gengsi naik. Keluarga jauh dan sahabat kagum, wow, bisa ya menikah ala princess begini. Mungkin itu yang diinginkan oleh tokoh kisah kita berikut ini.

Masalahnya, untuk menutupi ongkos mahal gengsi itu, tokoh kita ini menyeret orang lain dalam kesulitannya.

Biaya nikah mahal, memaksa teman untuk memberi utang

Tangkapan layar obrolan WhatsApp antara dua sahabat ini dibagikan oleh akun @naemaeumsoge dan @askmenfess. Barangsiapa yang membacanya dan tidak kesal, mungkin Anda juga sering utang sama orang lain.
Dari obrolan mereka, kita bisa menangkap inti cerita yang kira-kira begini.

Si A mau menikah tapi doi miskin dan calon suaminya juga bukan orang kaya. Tapi, doi pengin acara nikahannya wah supaya gengsi keluarga nggak kebanting. Karena tidak ada uang, pinjamlah ia sejumlah uang kepada temannya, sebut saja B.

Masalahnya, cara si A pinjam uang untuk biaya nikah ini memang keterlaluan. Nggak kenal etika dan sopan santun. Gabungan antara kurang ajar, ngelunjak, dan tidak tahu malu.

Berikut percakapan mereka.

A (yang mau diutangi): Makanya gue nanya, lo maunya kapan? Biar gue kosongin jadwal.
B (pengutang): Gue maunya besok.

A: Kalau gitu lo minta temenin yang lain aja deh, gue bener-bener nggak bisa.
B: Ya Allah sombong banget sih lo. Gue cuman minta waktu lo bentar aja nggak bisa.

A: Ya ampun, Hen, lo ngasih tahunya dadakan sih. Jadi gue ada janji duluan.
B: Sibuk banget ya istrinya dokter? Nggak sampai seharian kok. Takut nombok uang bensin, lo? tenang, nanti gue ganti kok.

A: Ya ampun, gue bukan masalahin uang bensin kok. Gue udah ada janji duluan.
B: Oh kalau gitu apa? Lo takut gue minta uang ke lo? Walaupun calon suami gue cuman pegawai biasa, bukan DOKTER kayak suami lo, gue masih sanggup kok bayar gaun pengantin gue sendiri. Ya walaupun nggak semahal gaun lo sih.
A: Kok bahasan lo jadi ke mana-mana sih? Gini deh, lo maunya kapan? Gue temenin. Mau sampai seharian juga ayok. Tapi, jangan besok ya, soalnya gue nggak bisa.

B: Minggu depan bisa nggak?
A: Bisa.

B: Bisa pinjam uang lo 20 juta nggak? Habis nikahan gue bayar.
A: Lho, kok mendadak sih?
B: Ya ampun, lo tahu kan, nikah banyak pengeluaran sedangkan ekonomi gue sama calon pas-pasan. Ini aja masih kurang banget. Lo tahu, lah, keluarga banyak request. Tolong banget, gue malu kalau sampai pesta gue kekurangan. Tolong banget.
A: Lain kali kalau mau minta tolong, ngomong yang sopan.
B: Iya, maaf banget.

A: Nomor rekening lo berapa?
B: Bisa 75 juta aja nggak, cor? Sumpah ini banyak banget kurangnya.

A: Astaga. Kalau kayak gitu, lo minjem ke bank aja.
B: Gue nggak punya jaminan.

A: Astaga. Lo sesuaiin sama budget dong, jangan main book ini itu.
B: Gue besar di MUA sama perhiasan, belum lagi gaun.

A: Lu pakai MUA-nya siapa?
B: Ambil paket yang sama ibu dan mertua sekalian.

A: Lo ambil paket khusus pengantin aja sih biar cut budgetnya.
B: Nggak ah, gue nggak mau ibu sama mertua gue kebanting sama make up gue.

A: No offense ke pekerjaan dan ekonomi lo berdua (calon pengantin), tapi kalau nggak punya modal, nggak usah banyak gaya.
B: Gue juga mau punya pernikahan impian kayak pernikahan lo. Emang salah? Nggak kan? Nominal segitu nggak ada apa-apanya kan sama lo?

A: Bukan masalah nominalnya, tapi sopan santun lo. Udah mau dibantuin, dikasih solusi, malah ngelunjak. Kalo lo mintanya baik-baik sebisa mungkin gue bantu kok.
B: Kalau calon suami gue dokter kayak suami lo, gue juga nggak bakal ngemis sama lo, cor.

A: Ya terus salah gue kalau calon suami lo bukan dokter?
B: Gue pengin punya suami dokter biar bisa hidup enak kayak lo. Bayangin lo yang ada di posisi gue.

A: Wake up, honey. Jangan mengkhayal mulu. Kerja biar wujudin pernikahan "impian" lo, bukannya nyusahin orang.

A: Blocked.

Cara menghindari utang untuk biaya nikah

Jika Anda punya sahabat yang semengesalkan tokoh B kita di atas (jangan sampai Anda berpotensi jadi si B itu sendiri), alih-alih meladeni dengan sabar, Anda bisa menyekak doi dengan nasihat "cara menghindari utang untuk biaya nikah" ini.

  1. Nikah di KUA saja

Kalau nggak banyak gengsi, nikah di KUA itu ideal banget. Nggak ribet karena harus mengundang penghulu ke rumah/masjid/gedung resepsi dan biayanya... nol rupiah. Dapat konsumsi snack dari KUA-nya pula.

Dengan menikah di KUA, kamu bisa menekan biaya penghulu (kalau mengundang ke rumah, biayanya Rp500 ribu-1 juta), nggak perlu bayar dekorasi, ongkos gedung, dan konsumsi.

Sebagai bentuk perayaan, cukup mengirim makanan ke tetangga atau bikin selamatan di rumah. Karena hakikat walimah adalah perkabaran kepada kenalan bahwa kamu sudah terikat pernikahan, kamu bisa posting foto kawinan di media sosial.

2. Kalau bisa sewa, kenapa beli. Kalau bisa 1, kenapa 2

Nggak usah ngoyo untuk punya gaun pernikahan sendiri. Sewa lebih murah daripada beli. Nggak usah bikin seragam teman dan keluarga, jadinya malah norak, sumpah. Dan nggak perlu ganti kostum kawinan sampai 2 atau 3 kali. Ini kawinan apa fashion show?

3. Menikah jangan mendadak

Mungkin kamu menganggap tiba-tiba diajak menikah itu aksi romantis. Nyatanya, jika kita berada di level ekonomi menengah, biaya nikah harus dipersiapkan dan ditabung pelan-pelan.

Pacar yang romantis untuk kita-kita yang bukan crazy rich Indonesians ialah pacar yang mengajak nikah sekaligus mengajak menabung untuk menikah. Bahkan, pasangan yang sangat terencana bahkan menabung untuk beli rumah dulu, baru menikah.

Kalau kita menjumpai sahabat yang caranya menikah kayak lomba lari alias cepet-cepetan seakan nggak ada hari esok, ya sudah, kita setel saja lagu lama yang sempat populer di medio 2000-an.

Selamat mempersiapkan pernikahan. Kata teman saya, "Tunggu saja, kebosanan itu akan datang. Hwahahaha!"

BACA JUGA: Pengalaman Menggunakan Tisu Magic: Merek Apa yang Paling Enak?

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi