Menyembuhkan Diri dari Trauma Perselingkuhan

lead image

Bu Dendy, mengapa kamu tak menceraikan Pak Dendy ketika tahu dia berselingkuh?

Bagaimana cara menghadapi perselingkuhan suami? Dengan menghakimi si selingkuhan, marah kepada suami sejenak, lalu menjadi baik-baik saja?

Cara menghadapi suami selingkuh yang demikian boleh saja dilakukan. Dengan syarat, ketika Anda memaafkan suami, Anda benar-benar memaafkannya.

Tidak ada yang membuat manusia tampak bodoh lebih dari cinta. Atas nama cinta, sudah diselingkuhi pun masih mencoba baik-baik saja. Tapi, Anda tidak baik-baik saja. Anda tidak bisa memaafkannya. Anda tidak bisa melupakannya. Tapi, Anda juga tidak mau berpisah.

Perselingkuhan bisa dilakukan laki-laki maupun wanita, tetapi perempuanlah yang lebih sering menjadi korbannya. Motif lelaki dan perempuan yang berselingkuh umumnya juga berbeda.

Dari artikel ini kita bisa membaca bahwa pria-pria ini selingkuh karena mereka memang ingin selingkuh. Sebaliknya, artikel dari penulis yang sama merangkum bahwa alasan perempuan selingkuh biasanya karena butuh pelarian dari rumah tangga yang tidak bahagia atau untuk balas dendam.

Jadi, jika suami selingkuh karena faktor eksternal, yaitu karena melihat rumput tetangga yang lebih hijau, istri selingkuh karena faktor internal. Entah hatinya yang tidak bahagia dengan pasangan, bisa juga untuk menenangkan hati dari dosa selingkuh pasangan.

Menyembuhkan diri dari perselingkuhan harus dimulai dengan menetapkan hati bahwa bukan Anda yang salah dalam kasus perselingkuhan suami. Kehidupan bersama adalah rangkaian komitmen dan perjanjian untuk menerima kekurangan satu sama lain. Ketika kekurangan salah satu pasangan dijadikan alasan untuk mengkhianati kepercayaan, akan jadi apa hubungan itu seterusnya?

Jika Anda adalah korban perselingkuhan suami dan tengah terpuruk, ada beberapa cara menghadapi perselingkuhan suami yang bisa Anda lakukan.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #1 Jangan balas dendam

Sekali lagi: Anda sudah merasa cukup buruk karena ulah pasangan, dan sekarang, Anda mau membuat dirimu sama hina dengannya?

Lalu, apakah Anda tega menyiksa diri dengan "memaksa diri" jalan dengan orang lain? Bukankah hubungan cinta baru yang dimulai tanpa cinta justru semakin menyakiti diri sendiri?

Cara menghadapi perselingkuhan suami #2 Jangan bilang sudah memaafkan, tetapi masih mengungkit-ungkit

Sikap seperti ini sering ini sering dilakukan perempuan. Ini hal yang tidak baik. Selain Anda yang jadi selalu teringat, pasangan juga agak jengah (ya, dia memang salah, tapi dia bisa muak juga). Kehidupan pernikahan malah jadi neraka.

Anda punya dua pilihan, memaafkan atau meninggalkan. Kalau memaafkan, jangan mengungkit. Kalau meninggalkan, jangan menjebak diri dengan tidak move on-move on.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #3 Bedakan cinta dan kebiasaan

Anda dan pasangan sudah jalan bersama selama bertahun-tahun. Dia adalah hidup Anda. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana harus menjalani kehidupan, akan sesepi apa, ketika dia tidak ada di samping Anda.

Itukah yang Anda bayangkan ketika berniat meninggalkannya, tapi kemudian membatalkan niat itu?

Bukan tidak mungkin sebenarnya cinta Anda kepadanya sudah habis ketika Anda mengetahui dia mendua. Namun, Anda sudah begitu terbiasa dengan kehadirannya sehingga tidak bisa hidup tanpanya.

Jika demikian adanya, camkan ini: Anda sangat bisa hidup tanpanya.

Sebagaimana dulu Anda bisa membiasakan diri hidup bersamanya, menerima kebiasaan buruknya yang suka berisik saat makan atau kentut sembarangan, Anda juga bisa membiasakan diri untuk hidup tanpa dia.

Iya, Anda bisa.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #4 Jangan mengalihkan amarah kepada anak

Ketika ada anak dalam rumah tangga, posisi anak sama seperti Anda. Mereka juga korban.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #5 Selesai dengan diri sendiri sebelum memulai hubungan baru

Ada orang yang percaya bahwa ia baru bisa move on ketika ia memulai hubungan dengan orang baru. Bisa jadi itu benar. Anda jadi punya pengalihan untuk menyalurkan hasrat mengasihi orang lain. Tapi, bayangkanlah Anda ada di posisi si pelarian ini. 

Tanpa Anda sadar, sosok yang jadi pelarian ini harus mendengarkan kisah-kisah lama dan kemarahan Anda pada pasangan lama yang terus-menerus Anda ceritakan. Pada akhirnya ia akan bertanya-tanya, Anda bersamanya atas dasar cinta atau karena ingin membuktikan pada pasangan lama bahwa Anda bisa "melupakannya"?

Memulai hubungan baru sebelum luka lama selesai hanya menciptakan situasi "1 perselingkuhan terjadi, 2 korban jatuh".

Karena orang lain brengsek, jangan ikut jadi orang brengsek. Selesaikan luka Anda sendiri. Nikmatilah rasa sakit itu sampai Anda tidak bisa merasa sakit lagi.

Sebagaimana puasa makan itu baik untuk tubuh, puasa jatuh cinta juga baik untuk hati. Lalu, jatuh cintalah lagi ketika Anda memang sudah siap untuk itu.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #6 Jangan mencari penjelasan atas perselingkuhan

Setelah perselingkuhan itu, Anda jadi benci dia, tapi Anda masih sayang. Akibatnya, Anda sibuk mencari pembenaran bahwa perselingkuhan itu bukan salahnya. Anda malah menyalahkan... diri Anda sendiri.

Aku yang terlalu suka mengekang dia... aku yang membuat hubungan ini tidak bahagia... aku yang bikin dia jadi jahat. Begitu Anda terus berkata kepada diri sendiri.

Hei, Anda itu korban, kenapa jadi Anda yang salah? Selingkuh ya selingkuh. Dia yang harusnya minta maaf. Dia yang salah. Kalau Anda tidak bisa melupakan trauma perselingkuhan itu, dia yang salah, bukan Anda.

Sudahlah, tinggalkan saja. Jangan melangkahi takdir dengan menganggap bahwa Anda nggak akan ketemu orang yang sama atau lebih baik dari dia. Jangan melangkahi takdir dengan menganggap bahwa dia cinta terakhir Anda. Laki-laki dan perempuan baik di muka bumi ini masih banyak.

Kata-kata di atas mudah diucapkan, sulit dilaksanakan, tapi bukan berarti tidak mengandung kebenaran.

Cara menghadapi perselingkuhan suami #7 Bersenang-senang

Liburan, mengerjakan apa yang selama ini jadi ambisi Anda, bersenang-senang dengan diri sendiri atau bersama teman, lakukan apa saja yang bisa bikin Anda senang. Coba lihat diri Anda dari kejauhan: kenapa Anda harus menyia-nyiakan waktu dan hati Anda untuk orang yang tak pantas menerimanya?

Ketika Anda sibuk bersenang-senang, tanpa Anda rencanakan, orang baik yang akan mengisi hati Anda datang tanpa terduga. Tidak ada kejutan yang lebih menyenangkan dari ini.

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi