Karier Cristiano Ronaldo Terancam Hancur karena Kasus Pemerkosaan

lead image

Kasus 9 tahun lalu dibuka kembali.

Tuduhan pemerkosaan tengah menerpa pesepak bola paling populer di muka bumi saat ini, Cristiano Ronaldo. Ronaldo, 33 tahun, dituduh memperkosa perempuan Amerika Serikat bernama Kathryn Mayorga, 34 tahun, di sebuah hotel di Las Vegas, 2009 silam.

Kathryn lewat pengacaranya, Leslie Stovall, melayangkan 11 tuntutan kepada Cristiano Ronaldo di pengadilan di negara bagian Nevada, Amerika Serikat.

Karier Cristiano Ronaldo Terancam Hancur karena Kasus Pemerkosaan

Tak lama setelah Kathryn menuntut Ronaldo, Leslie Stovall dikontak oleh tiga wanita lain yang mengaku pernah dilecehkan pesepak bola Juventus tersebut.

Dari mana berita pemerkosaan oleh Cristiano Ronaldo datang?

Bagaimana kasus ini mengemuka bermula dari publikasi media Jerman Der Spiegel. Pada 19 April 2017, Der Spiegel menurunkan berita tentang pemerkosaan yang dilakukan Ronaldo kepada seorang perempuan bernama samaran “Susan K.”.

Spiegel mendapat informasi tersebut dari Football Leaks. Football Leaks adalah kanal yang menginvestigasi aliran uang para pesepak bola dunia. Dari penelusuran keuangan, Football Leaks menemukan dokumen yang menyatakan bahwa Ronaldo membayar uang sebanyak 375 ribu dolar AS (Rp5,5 miliar) sebagai kompensasi atas perjanjian tutup mulut (Non-Disclosure Agreement) kepada “Susan K.”.

Setelah artikel yang berdasarkan dokumen itu tayang di Der Spiegel, media ini sempat mengontak Kathryn namun yang bersangkutan menolak berkomentar kepada media dan tidak mengizinkan jati dirinya dibuka. Ia juga menghindar ketika wartawan datang ke rumahnya.

Satu setengah tahun kemudian, pada 29 September 2018, Kathryn memutuskan untuk membuka identitas dan mengizinkan namanya ditulis oleh Der Spiegel.

Der Spiegel kemudian menurunkan laporan bagaimana peristiwa pemerkosaan itu terjadi.

cristiano ronaldo kathryn mayorga pemerkosaan 2

Hanya beberapa jam setelah laporan Der Spiegel turun, pengacara Ronaldo, Christin Schertz langsung menyanggahnya dan mengatakan artikel itu ilegal. Ia mengancam akan menyeret Der Spiegel ke meja hijau, tindakan yang sampai saat ini belum ia lakukan.

Cristiano Ronaldo telah menyampaikan penolakannya atas tuduhan itu lewat Twitter pada 3 Oktober 2018.

Menanggapi tuduhan kepada Ronaldo tersebut, Juventus menyatakan bahwa mereka mendukung pesepak bola mereka. Sementara Nike dan EA Sports, dua perusahaan sponsor Ronaldo, menyebut bahwa mereka akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Nike punya kontrak seumur hidup dengan Ronaldo.

Walau tidak disebut sebagai akibat dari skandal yang tengah menimpa Ronaldo, pelatih Portugal Fernando Santos mengabarkan bahwa Ronaldo tak akan bermain untuk timnas sampai akhir tahun ini.

Kronologi kasus pemerkosaan yang menimpa Cristiano Ronaldo

Menurut keterangan Kathryn, Ronaldo dan Kathryn pertama kali bertemu pada 12 Juni 2009 di diskotik Rain, kompleks Palms Casino Resorts, Las Vegas. Ronaldo, saat itu berusia 24 tahun, tengah berlibur bersama saudara ipar dan sepupunya. Saat itu pemain tersebut tengah menanti transfernya dari Manschester United ke Real Madrid selesai.

Kathryn bekerja di Rain sebagai gadis yang bertugas mengundang pengunjung datang. Di bagian VIP di Rain-lah ia bertemu bintang Portugal itu. Pertemuan mereka sempat terekam paparazzi.

Setelah berpesta semalam di diskotik, keduanya lanjut berduaan di penthouse sewaan Ronaldo di Hotel Palms Place. Menurut Kathryn, di sanalah pemerkosaan itu terjadi. Ia mengaku dipaksa berhubungan seks anal oleh Ronaldo tanpa menggunakan kondom maupun pelumas.

Keesokan siangnya, Kathryn melapor ke kepolisian Las Vegas, mengatakan ia baru saja diperkosa oleh seorang tokoh terkenal. Tapi, kasus itu tidak diproses polisi karena Kathryn menolak menyebut nama pelaku dan lokasi pelecehan.

Persoalan ini kemudian diselesaikan di luar pengadilan lewat kesepakatan tutup mulut. Untuk itu, Kathryn dibayar sebanyak 375 ribu dolar AS.

Setelah kasusnya diungkap oleh Der Spiegel di 2017, Kathryn tetap tidak mau buka mulut karena terikat perjanjian tersebut. Namun, setelah ia membuka jati dirinya September lalu, ia menunjuk pengacara untuk menuntut, salah satunya, pembatalan perjanjian tersebut dengan alasan, saat perjanjian itu dibuat ia tidak didampingi pengacara yang kompeten.

Berkat pengungkapan yang dilakukan Der Spiegel, per 2 Oktober kepolisian Nevada menginvestigasi kembali kasus ini. 

Sumber: SBNation, CBC, Der Spiegel

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

 

Penulis

Redaksi