Polusi Jakarta Hampir Masuk Kategori "Sangat Tidak Sehat"

lead image

Menurut situs pengukuran kualitas udara AirVisual, Jakarta masuk dalam lima besar kota dengan polusi TERTINGGI di DUNIA. Dampak polusi di Jakarta pada kesehatan penduduknya tidak main-main: dari iritasi mata sampai jantung koroner.

Kabar soal polusi Jakarta ini menjadi perbincangan setelah akun Twitter Greenpeace Indonesia mengunggah tangkapan layar (screenshot) ranking kota dengan polusi tertinggi kemarin, 25 Juli 2018.

@GreenpeaceID: Kembali prestasi yang tidak membanggakan, Jakarta kembali juara 1 untuk kota dengan polusi udaranya di dunia. Jangan lupa gunakan masker jenis N95 untuk beraktivitas di luar ruang.

Pemantauan AirVisual dilakukan secara real time. Kamis pagi, 26 Juli 2018 pukul 08.35, Jakarta masih di peringkat pertama kota berpolusi tertinggi. Di jam yang sama, Denpasar masuk ke peringkat ke-8.

Lima jam kemudian, Jakarta turun ke posisi ke-3, disalip dengan tidak membanggakan oleh Kuwait City yang naik ke posisi pertama dan Kota Santiago di Chile di posisi ke-2.

Selain membuat peringkat, kamu bisa lihat pada skrinsut yang dibagikan Greenpeace, peringkat tersebut ditentukan oleh skor AQI (indeks kualitas udara). Menurut indeks ini, ada lima tingkatan kualitas udara, yakni:

  • 0-50: baik
  • 51-100: agak baik
  • 101-150: tidak sehat bagi individu sensitif (misal, pengidap asma)
  • 151-200: tidak sehat
  • 201-300: sangat tidak sehat

Twit Greenpeace yang telah diretwit 1.200 kali tersebut memancing respons pengguna Twitter.

@gilbhas: Tadi siang sekitar jam 1 siang motret Jakarta dari lantai 27, polusinya udah kayak kabut.

@rissanfs: kalo di Paris pas tingkat polusi mulai meninggi mereka buat program gratis semua angkutan umum dari monorail, kereta, bis, selama 4-7 hari

@rhanierahayu: Pantesan tadi pagi pas mau ngeluarin jemuran kirain ada orang bakar sampah pagi2 buta , gak taunya ini toh penyebabnya :(

@alvinagusta_: "Kabut" di hari minggu (22/07/18) lalu di gambir

@retrocha: Yang berasa bgt kulit jd sensitif dan cepet alergi :( hikss Jakarta ku berbenahlah.....

@J_W_bott: Pantesan setiap kali pake ojol motor selalu iritasi mata n pernafasan, plus belakangan saluran pernafasan seperti tersumbat..

@RizkiTiaraa: kasihan atlet-atlet Asian Games 2018 nanti, olahraga ngos-ngosan tapi yang dihirup udara berpolusi :(

Ciri-ciri keracunan polusi udara

Ketika indeks kualitas air di Jakarta sudah mencapai 180-an, hanya butuh kurang dari 20 poin untuk membuat udara Jakarta bisa disebut sangat tidak sehat.

Polusi udara mengandung polutan PM 2,5. Menurut AirVisual, PM 2,5 adalah istilah untuk partikel di udara berupa debu, sisa pembakaran (jelaga), kotoran, asap, dan butir air yang berdiameter 2,5 milimeter atau lebih kecil. Karena ukurannya yang sangat kecil, polutan ini menjadi berbahaya ketika masuk ke saluran pernapasan.

Asma, bronkitis, dan emfisema merupakan penyakit yang menjadi dampak polusi udara. Pengidap penyakit jantung atau paru-paru, anak-anak, dan manula adalah kelompok yang paling mudah terkena dampak polusi. Beberapa tanda seseorang sudah keracunan polusi udara adalah

  • mengalami iritasi di mata, tenggorokan, dan hitung;
  • detak jantung tidak teratur;
  • asma kambuh; dan
  • batuk-batuk, dada terasa kencang, dan napas menjadi pendek-pendek.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin menjelaskan kepada CNN Indonesia, di kota-kota dengan polusi udara tinggi, banyak ditemukan penyakit asma, bronchopneumonia dan COPD, ispa, paru-paru basah, sampai jantung koroner.

"Seperti Adjie Masaid yang meninggal usai beraktivitas kan waktu itu karena pengaruh dari pencemaran udara. Usak beraktivitas terlihat seperti lemas dan kecapaian padahal keracunan polusi udara," katanya, seperti dikutip oleh CNN Indonesia.