Kapan Cewek Harus Ganti BH dan Mencucinya?

lead image

Kenapa setiap cewek punya aturan sendiri-sendiri soal kapan harus ganti BH dan celana dalam? Bagaimana cara mencuci BH yang baik?

Jadi, ladies, kapan terakhir kamu ganti BH atau bra dan mencucinya? Iya, BH yang pas kamu copot suka kamu endus baunya, gantung, lalu besok dipakai lagi itu, hahaha.

Kalau ada yang namanya rahasia kotor di dunia cewek, soal jarang ganti BH ini adalah salah satunya. Kotor yang benar-benar harfiah.

Masalahnya, cewek-cewek juga merasa nggak ada satu aturan umum tentang kapan sih kita perlu mencuci BH. Sangat jarang ada cewek yang memakai ulang celana dalam habis pakai.

Kenapa hal itu tidak berlaku untuk ganti BH? Kenapa???

Kapan sebaiknya kita ganti BH dan mencucinya?

Jawabannya, tergantung. Sebentar, jangan kesal dulu. Pelan-pelan, sabar, kalau belum jelas, kita tanya Mamah.

Jadi, sebagaimana pakaian, BH yang dipakai akan ditempeli minyak, debu, keringat, dan bakteri. Oh, ya, bakteri, minyak, dan debu di tubuh itu normal kok. Namanya juga manusia, dari tanah kembali ke tanah.

Tapi, kalau bakteri, minyak, dan debu itu menumpuk semakin banyak dan semakin banyak di BH kita-kita ya, cyin, risiko kita kena penyakit kulit dan iritasi makin besar.

Kata Lexie Sachs, analis produk Laboraturium Tekstil di Good Housekeeping Institute, Inggris, setelah berapa kali pemakaian BH harus dicuci, itu tergantung aktivitas kita.

Misalnya, semakin banyak kita berkeringat, maka makin sering kita harus ganti BH.

Masalah cuci-mencuci BH ini juga dipengaruhi faktor jenis BH. BH berkawat maupun sports bra yang nempel banget di kulit perlu dicuci lebih sering.

Idealnya, setiap kali basah oleh keringat, BH harus dicuci. Tetapi, BH yang lebih bagus kualitasnya bisa dipakai tiga empat kali sebelum dicuci.

Namun, mencuci BH juga nggak bagus kalau terlalu sering karena bisa mengurangi kekencangan BH—faktor penting agar BH menjalankan tugasnya dengan baik.

Cara mencuci BH yang benar

Yap, mencuci BH pun ada tekniknya. Untuk itu, kamu butuh dua hal: mesh bag dan deterjen yang tidak terlalu “keras”.

Cara mencuci BH #1 Persiapan mencuci

Bisa aja sih kita langsung lempar BH kita ke mesin cuci. Tapi, kalau saat itu kita juga mencucinya dengan pakaian lain, ada kemungkinan kait BH merusak pakaian lain. Maka, sebaiknya kita kaitin dulu biar nggak nyangkut-nyangkut.

Eh, belum kelar. Habis itu masukin BH ke mesh bag, baru masukin ke mesin cuci.

Cara mencuci BH #2 Cara mencuci

Setel mesin cuci di mode “delicate” dan pakai deterjen yang nggak terlalu “keras”. Nangkep kan maksud keras di sini?

BH tidak perlu dicuci dengan agresif karena ukurannya kecil dan pemakaiannya yang di lapisi pakaian. Jika BH kamu disertai instruksi khusus soal pencuciannya, patuhi aja. Selain bermanfaat membuat BH lebih bersih, juga akan memperpanjang umur BH.

Kalau ingin mencuci dengan tangan, pakai sabun berbahan susu dan kucek lembut, terutaam di bagian cup dan bagian-bagian yang disertai aksesori.

Cara mencuci BH #3 Mengeringkan BH

Aturan pertama: jangan pakai pengering karena dapat merusak BH. Aturan kedua: jangan diperas. Cukup digantung atau dihamparkan di permukaan yang bersih.

Perhatikan untuk tidak merusak bentuk cup ketika mengeringkannya. Jika sudah kering, tumpuk BH-BH itu agar posisi cup-nya stabil.

Beberapa aturan lain

Ada beberapa catatan ketika mencuci BH. Perhatikan ini agar BH kamu tidak jadi buruk rupa.

1. Dicuci setelah sekali pakai

Kayak yang sudah disinggung di atas, mencuci BH terlalu sering bisa merusak elastisitasnya. Sebaiknya sih dicuci setelah tiga atau empat kali pakai aja.

Kecuali, cuaca memang lagi gerah atau aktivitas lagi padat sehingga kamu jadi kumuh dan berkeringat banyak.

2. Alternatif selain mencuci

Perjalanan di hari yang panas pasti bikin kamu pengin mencuci BH. Bagus, kamu anaknya bersihan. Tapi, kalau kamu malas dan cuma “membebastugaskan” BH itu selama beberapa jam tanpa mencucinya, sebenarnya BH itu masih layak dipakai kok.

Kecuali sports bra, yang satu ini memang harus dicuci setiap habis pakai.

3. Jangan terlalu sering memakai BH yang sama

Normalnya, minimal kita punya lima BH untuk dipakai lima hari dalam seminggu. Lo, kok cuma lima? Ya, wiken kan nggak pake, hehehe.

Punya di bawah lima oke-oke saja. Tiga, misalnya. Tapi, kalau terlalu sedikit, nanti satu BH dipakai (dan dicuci) terlalu sering sehingga gampang rusak.

4. Cara melipat yang benar

Jangan lipat BH dengan cara memasukkan cup satu ke cup lainnya ya. Itu bisa merusak bentuk cup-nya. Tumpuk aja satu BH dan BH lain, lalu lipat tali kaitnya ke belakang. Kayak cara dia disusun di rak pajang toko gitu.

3 tanda kamu harus beli BH baru

Sedalam apa pun kamu dan BH kamu saling memahami, seindah apa pun kebersamaan kalian, akan datang waktunya kalian harus berpisah. Tapi, kapan waktu itu datang? Apa tanda-tandanya?

1. Ketika dia tidak lagi seperti dulu

Dia mulai suka pulang malam, sibuk main game online di hape… nggak, maksudnya ketika BH kendur, itu tandanya dia minta diganti. Cara ngecek yang lebih simpel lagi, lihat label ukuran BH. Kalau tulisan di sana udah nggak bisa dibaca, artinya siap-siap sayonara.

Hal lain yang perlu dicek adalah tali, cup, dan kainnya. Kalau kainnya menipis (aus) atau ada yang robek, itu juga indikasi untuk beli BH baru.

2. Sudah lama nggak berhubungan

Cakep sih, nggak ada talinya, tapi selalu ada alasan untuk bilang, “Pakainya nanti-nanti aja,” dan berakhirlah si BH selama berabad-abad di lemari baju.

Suatu hari kalian bertemu lagi. Kamu mencobanya. Ah, sudah tidak pas. Berbaik sangka aja, mungkin kamu lagi kurusan. Intinya, kalau BH dirasa nggak pas lagi dengan tubuh kita, sebaiknya jangan dipakai.

3. Kamu berubah

Berat badan bertambah atau hamil dan menyusui akan mengubah bentuk dan ukuran payudara. Akibatnya, BH-BH lama tidak lagi nyaman dipakai. Entah talinya jadi terlalu kencang, cup-nya terasa kecil, dan seterusnya.

Salah satu tanda BH yang baik ialah talinya tidak akan menekan masuk ke kulit sampai membekas.