Akibat Depresi Berat, Drummer Band Ini Siarkan Aksi Bunuh Diri di Facebook!

lead image

Brian Velasco, 41 tahun, yang juga drummer band asal Filipina bernama Razorback menyiarkan secara live aksi bunuh dirinya di Facebook karena gejala depresi akut. Di video live itu, ia mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat dan keluarganya sebelum meloncat dari lantai 34 sebuah apartemen di daerah Malate, Manila, Filipina.

Pemain musik itu mengatakan ke kamera, "Aku pergi sekarang," sebelum memberi salam kepada rekan-rekan se-band-nya.

Gejala depresi akut membuat drummer band rock ini nekat siarkan aksi bunuh dirinya di Facebook

Ia lalu berdiri dan berjalan ke pinggir atap apartemen sebelum mengatakan, "Aku datang" lalu melompat. Gejala depresi akut yang berujung aksi bunuh diri dengan melompat dari gedung tinggi ini berakhir dengan kematian Brian Velasco.

Video tersebut sekarang sudah dicabut dari Facebook.

Menurut Kepolisian Distrik Manila bagian kasus bunuh diri, tubuh Brian Velasco yang sudah tidak bernyawa telah ditemukan di atap kanopi lantai dasar pada pukul 09.45 pagi waktu setempat.

Promotor musik Dudee Alfonso mengiyakan bahwa Velasco benar melompat buniuh diri, demikian dilaporkan Phillipine Inquirer.

BACA JUGASurat untuk Kakakku yang Memutuskan Bunuh Diri

Penyelidik menyakini, drummer itu melompat dari lantai 34 yang merupakan atap apartemen tersebut.

Sebelum memutuskan bunuh diri, orang-orang dekat Brian Velasco mengatakan ia tampak sedih setelah anjing kesayangannya mati tahun lalu. Ia juga tidak begitu bersemangat saat merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada November 2018, di bulan yang sama dengan kematian anjingnya.

Brian Velasco bergabung dengan band rock Razorback pada 1996. Album kedua band ini, berjudul Beggar's Moon, menjadi kunci kesuksesan mereka. Mereka menjadi band pembuka pada konser band Amerika Serikat Rage Against the Machine dan Metallica.

Bagaimana cara mengatasi depresi berat yang berujung mengakhiri nyawa diri sendiri?

Saking menyakitkan untuk kehilangan orang terdekat, apalagi ketika penyebabnya adalah bunuh diri. Banyak dari kita yang tidak memahami bagaimana pikiran bunuh diri bisa muncul kemudian terlambat untuk mencegah perbuatan itu. Dengan memahami penyebab seseorang mencabut nyawanya sendiri, kita bisa menyelamatkan orang terdekat kita.

#1 Biasanya diambil lewat keputusan yang emosional dan tidak masuk akal

Umumnya keputusan bunuh diri adalah keputusan yang sangat emosional. Dalam artikel di Scientific America, dosen ilmu komunikasi Jesse Bering menulis,

"Untuk memahami alasan orang bunuh diri, paling penting untuk mengetahui bahwa sebagian besar kasus bunuh diri disebabkan oleh emosi yang sangat kuat, oleh pikiran yang irasional, dan oleh renungan yang sangat mendalam dan kritis pada diri sendiri."

#2 Kita tidak bisa menyalahkan faktor depresi semata

Menurut Berring, hanya 5% dari orang yang mengalami depresi yang kemudian bunuh diri. Tidak semua korban bunuh diri mengalami depresi. Di bukunya yang berjudul Suicidal: Why We Kill Ourselves, ia menulis,

"Sekitar 43% kasus bunuh diri secara umum bisa dijelaskan oleh faktor genetik. Sisanya, 57%, disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan."

Kadang orang bunuh diri ketika sedang mabuk alkohol maupun narkoba--saat ketika mereka merasa berbeda dibanding saat mereka "sadar". Sebagian lain sebenarnya sedang meminta tolong lewat cara yang mereka pikir tak akan mencabut nyawa mereka, tapi berakhir tragis. Sebagian lain lagi adalah orang-orang yang sangat sensitif terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang mereka dan mereka sangat kritis pada diri mereka sendiri. Bunuh diri punya banyak sekali penyebab, dan seringnya paduan dari banyak tekanan lingkunganlah yang memicunya."

#3 Orang dengan ide bunuh diri merasa terperangkap tanpa jalan keluar

Dalam banyak kasus bunuh diri yang korbannya selamat, mereka sebenarnya tak benar-benar ingin mati. Mereka hanya ingin menghentikan rasa sakit yang mereka alami yang sudah termasuk salah satu gejala depresi akut. Penulis David Foster Wallace menjelaskan pikiran bunuh diri ini dengan sangat bagus lewat analogi gedung yang sedang terbakar.

"Ketika dalam diri seseorang ada kepedihan yang sudah mencapai tingkat tak tertahankan akan melakukan bunuh diri seperti yang dilakukan oleh orang yang terperangkap di gedung yang sedang terbakar dan smereka pontan melompat dari jendela. Jangan salah pahami orang yang melompat dari jendela gedung yang terbakar. Mereka sebenarnya sangat takut melompat. Tapi ada teror lain, yakni kobaran api yang menjilat-jilat. Ketika apinya sudah dekat dengan mereka, mati karena jatuh jadi kelihatan lebih mudah daripada mati karena terbakar."

#4 Perempuan lebih sering ingin bunuh diri, tapi prialah yang lebih sering mati karena bunuh diri

Penelitian menemukan, perempuan tiga kali lebih potensial memiliki ide bunuh diri ketimbang pria. Tapi, pria justru tiga kali lipta lebih potensial untuk mati karena bunuh diri.

Mengapa data tersebut kontradiktif? Ini karena kecenderungan cara bunuh dirinya. Perempuan sering bunuh diri dengan cara yang lebih "lembut", seperti minum obat secara oversdosis, yang kerap berujung gagal bunuh diri. Sedangkan pria suka memakai cara-cara lebih kasar, seperti menembak atau gantung diri.

#5 Bunuh diri bisa dicegah

Pikiran bunuh diri dan gejala depresi akut bisa diubah. Orang yang pernah berpikir untuk bunuh diri bisa merasa sangat berbeda, tidak lagi punya keinginan mati, beberapa waktu kemudian.

"Inilah mengapa pencegahan bunuh diri sangat penting: karena orang bisa sangat yakin bahwa hidup mereka tak lagi berharga, dan beberapa bulan kemudian, kadang karena konsumsi obat antidepresan, kondisi mereka berubah dan pikiran itu hilang sama sekali," kata Ralph Lewis, psikater dari Universitas Toronto.

Jika kamu mendapati tanda-tanda itu pada orang yang kamu sayangi, tetap bersama orang tersebut. Singkirkan barang apa pun yang bisa digunakan untuk bunuh diri. Siapkan waktu untuk bicara dengannya. Mengobrol adalah aksi penting dalam proses penyembuhan sekaligus langkah pertama menghalangi usaha bunuh diri.

Kamu juga bisa menghubungi tenaga ahli di sini untuk memberi pertolongan:

Sumber: The Sun, HerStyleAsia

Baca juga:

Demi Foto Ekstrem, Seleb Medsos Gigi Wu Meninggal Setelah Jatuh ke Jurang

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!