Gadis 16 Tahun Calon Penerima Nobel Perdamaian

Gadis 16 Tahun Calon Penerima Nobel Perdamaian

Ia memobilisasi ratusan ribu anak sekolah untuk berdemonstrasi setiap Jumat demi penyelamatan dunia.

Aktivis lingkungan asal Swedia yang baru berusia 16 tahun bernama Greta Thunberg dinominasikan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Pencalonannya dilakukan karena perannya mengampanyekan penghentian perubahan iklim di kalangan anak muda.

Gadis 16 tahun Greta Thunberg dicalonkan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian

greta thunberg gadis berprestrasi anak berprestasi hadiah nobel perdamaian 2019 aktivis lingkungan

Greta Thunberg (Sumber: The Guardian)

Greta, yang merupakan pendiri gerakan Youth Strike for Climate, dicalonkan menerima Hadiah Nobel Perdamaian oleh tiga orang anggota parlemen Norwegia, negara tetangga Swedia.

“Kami menominasikan Greta karena ancaman perubahan iklim adalah salah satu penyebab utama perang dan konflik,” ujar juru bicara parlemen Norwegia Freddy Andre Oevstegaard kepada media Norwegia VG.

“Gerakan besar yang dibuat Greta sangat penting bagi upaya perdamaian,” katanya lagi.

Greta Ernman Thunberg lahir di Swedia pada 3 Januari 2003. Pada Agustus 2018, gadis 16 tahun ini menjadi tokoh penting dalam gerakan melawan perubahan iklim setelah ia memobilisasi demonstrasi para pelajar di luar gedung parlemen Swedia.

Gerakan itu diawali dengan demonstrasi yang ia lakukan seorang diri di Swedia pada Agustus 2018. Dengan segera aksinya menginspirasi para pelajar di seluruh dunia. Aksi demonstrasinya kemudian ditiru di 1.695 kota di 105 negara pada hari Jumat bulan Agustus itu. Ratusan ribu anak muda terlibat dalam demonstrasi serentak mengecam pemerintah yang diam dalam menghadapi pemanasan global.

Jika menang, akan menjadi penerima Hadiah Nobel termuda sepanjang sejarah

Jika Greta berhasil meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2019, ia akan menjadi pemegang baru rekor penerima Nobel termuda. Sejauh ini, rekor penerima Hadiah Nobel termuda sepanjang sejarah dipegang oleh gadis Pakistan Malala Yousafzai. Ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2014 di usia 17 tahun.

Malala menerima Hadiah Nobel Perdamaian setelah berhasil selamat dari penembakan Taliban karena ia ngotot bersekolah. Kini Malala tinggal di Inggris dan berkuliah di Universitas Oxford.

Greta Thunberg masuk sebagai salah satu Remaja Paling Berpengaruh di Dunia 2018 versi TIME.

Surat Malala Yousafzai: #10YearChallenge Malala

Menurut laporan PBB, pada 2030 suhu Bumi bisa naik sebanyak 1,5 derajat Celcius jika emisi gas ruang kaca terus dibiarkan pada intensitasnya saat ini. Kenaikan suhu sebesar itu akan berdampak besar pada kelangsungan planet Bumi.

Jika di abad ini suhu Bumi naik di atas 2 derajat Celcius, imbas yang akan terjadi di Bumi antara lain,

  • Permukaan air laut naik, membuat 10 juta orang kehilangan tempat tinggal. Pulau-pulau kecil akan tenggelam.
  • 50% penduduk dunia akan mengalami kelangkaan air.
  • 50% persen spesien akan kehilangan habitat geografisnya.
  • 2 juta kilometer persegi permafrost (tanah beku yang menyimpan cadangan air dalam bentuk es) akan hilang.

Pada Desember 2018, Greta Thunberg bicara di Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Polandia. Saat itu ia mengecam para pengambil kebijakan dan lembaga pemerintahan yang tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi pemanasan bumi.

Pada pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss, Januari lalu, ia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan kepada seluruh ruangan  agar para pemimpin dunia “bersikap seolah rumah yang kita diami tengah terbakar, karena memang begitu adanya.”

Puluhan ribu anak muda di dunia bolos sekolah Jumat ini untuk melakukan “unjuk rasa untuk perubahan”. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan #FridaysForFuture yang diinisiasi para aktivis lingkungan.

Di Twitter, Greta mengatakan bahwa hampir 100 negara terlibat gerakan ini.

Ibu Greta adalah seorang penyanyi opera bernama Malena Ernman. Sedangkan ayahnya, Svante Thurnberg, adalah seorang aktor.

Pada Desember 2018, ia mengaku bahwa dirinya didiagnosis mengidao sindrom Asperger, obsessive-compulsive disorder (OCD), dan selective mutism.

Sebagai aktivis lingkungan, ia mengurangi jejak karbonnya dengan cara menjadi vegetarian dan tidak mau terbang dengan pesawat.

Sumber: TIME, Wikipedia, BBC, The Guardian

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi