Atlet Pencak Silat Hanifan Membuat Jokowi dan Prabowo Berpelukan

lead image

Atlet pencak silat berusia 20 tahun, Hanifan Yudani Kusumah, berhasil membuat Jokowi dan Prabowo berpelukan. Bagaimana bisa?

Sebuah momen indah terjadi sore ini, Rabu, 29 Agustus 2018, ketika atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah memenangkan final pencak silat kelas C putra. Bukan hanya karena emas yang ia raih, juga karena ia berhasil membuat dua capres 2019, Jokowi dan Prabiwo Subianto, berpelukan.

Hanifan, atlet kelahiran 25 Oktober 1997, meraih emas ke-29 untuk Indonesia setelah mengalahkan Nguyen Thai Linh dari Vietnam dengan skor 3-2. Pertandingan berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah.

Setelah menerima medali, dengan membawa bendera merah putih di punggungnya, Hanifan melakukan selebrasi dengan menuju ke tribun tempat Jokowi, Prabowo, Jusuf Kalla, Puan Maharani, dan sejumlah pejabat duduk.

Setelah memeluk Prabowo Subianto yang merupakan ketua umum Ikatan Pencak Silat Indonesia, Hanifan lalu menghampiri Jokowi yang berdiri bersebelahan dengan Prabowo. Ia kemudian menyalami Presiden namun hanya sebentar.

Setelah memegang tangan Presiden, Hanifan merentangkan kedua tangannya merangkul Jokowi dan Prabowo. Ketiganya berpelukan. Tribun dipenuhi tepuk tangan dan semua kamera menyorot ke adegan langka itu.

Video Jokowi dan Prabowo berpelukan punya arti mendalam

Segera setelah terjadi, momen Hanifan merengkuh Jokowi dan Prabowo berpelukan bertebaran di media sosial.

Ritual Teletubbies yang Hanifan lakukan tentu bukan "cuma" pelukan. Simbol yang dikandungnya yang membuat momen itu menjadi penting.

Kita semua tahu, pilpres 2014 membuat masyarakat terbelah menjadi dua kubu preferensi politik. Pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo Subianto. Kubu yang terus berlanjut bahkan setelah pilpres 2014 selesai.

Sempat mengeras kembali di pilgub 2017, situasi perkubuan pendukung Jokowi-Prabowo mengeras kembali jelang pilpres 2019 ini. Asian Games 2018 tak lepas dari sentimen perkubuan tersebut.

Dengan konteks demikian, aksi simbolis Hanifan menjadi penting. Ada banyak kisah bagaimana olahraga menciptakan perdamaian dan menyatukan yang terpisah.

Kemarin, final bulutangkis kemarin mengajarkan bagaimana perbedaan bisa menjadi anugerah. Hari ini, Hanifan bikin meleleh hati orang-orang yang sudah muak dengan pertengkaran politik yang tanpa putus 4 tahun terakhir.

Perasaan itu terungkap di media sosial. M. Romahurmuziy alias Gus Rommy, ketua umum PPP, mengetwit

"Momen Luar Biasa Ketika Hanifan atlet peraih medali emas pencak silat nomor putra kelas 55-60 Kg mengajak Presiden @Jokowi dan Ketua IPSI @Prabowo utk saling berangkulan. Semoga nanti Pilpres 2019 berjalan adem & damai seperti ini,amiin #Jokowi #Prabowo #JokowiPrabowo

@RouhdyRangga: "Sungguh keren pesilat yg satu ini, sumbang emas dan berhasil mempersatukan Jokowi-Prabowo dalam satu pelukan. Hanifan Yudani Kusumah. #Pemilu2019Damai"

@stayqul: "Saya merasakan suatu kebahagian yg luar biasa melihat pak jokowi, pak Prabowo, dan Atlet pencak silat kita Hanifan Yudani Kusumah berpelukan bersama. Kembali terbukti Olahraga sebagai Pemersatu. #AsianGames2018"

Entah akan berarti atau tidak pelukan tadi, adegannya tetap indah untuk dilihat. Makasi, ya, Mas Hanifan :')