Bersandiwara Dengan Kasus Penculikan, Sepasang Suami Istri Ditangkap

Bersandiwara Dengan Kasus Penculikan, Sepasang Suami Istri Ditangkap

Kok tega ya menipu keluarga sendiri?

Seorang pria Singapura dan istrinya yang berkebangsaan Indonesia bersandiwara dengan kasus penculikan. Mereka mengaku diculik, dan memeras uang dalam jumlah besar dari keluarga mereka sendiri.

Kepala polisi Johor Comm Datuk Mohd Khalil Kader Mohd mengatakan bahwa pada 8 Maret, sebuah laporan diajukan oleh seorang kebangsaan Indonesia berusia 33 tahun, ia mengklaim bahwa suaminya yang berusia 49 tahun diculik oleh sekelompok pria di Taman Setia Indah, Johor, Malaysia.

Kasus Penculikan Sandiwara, Suami Istri Tega Memeras Keluarga Sendiri

"Para tersangka meminta sejumlah uang dari keluarga mereka sendiri, di mana mereka telah membayar RM 670.000 untuk pembebasannya sebelum mengajukan laporan tersebut," katanya.

Komandan Mohd Khalil mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers di markas besar kepolisian pada hari Minggu, (24 Maret), ia juga menambahkan bahwa para tersangka kemudian memeras RM400.000 dari keluarga pada 21 Maret lalu.

Komandan Mohd Khalil mengatakan bahwa polisi melakukan enam penangkapan lebih lanjut di Bandar Penawar dan Kluang, membawa total penangkapan ke 12 tersangka yang semuanya pria berusia antara 20 dan 49 tahun.

Dia mengatakan bahwa dari pemeriksaan pada tersangka telah menemukan tiga dari mereka positif mengonsumsi narkoba, sementara sembilan lainnya sebelumnya telah memiliki catatan kriminal. "Investigasi terhadap tersangka mengungkapkan bahwa semua perencanaan sebenarnya dirancang oleh korban dan istrinya, yang ingin mendapatkan uang dari keluarganya sendiri," tambahnya.

Komandan Mohd Khalil mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak tersangka lain, yang masih buron.

Dia juga menambahkan bahwa kasus ini sedang diselidiki berdasarkan pasal 384 dari KUHP tentang pemerasan.

Dalam kasus penculikan lainnya, Comm Mohd Khalil mengatakan bahwa polisi menangkap seorang petugas bea cukai dan istrinya karena mempekerjakan orang untuk melemparkan cat merah ke rumah perwira seniornya.

Dia mengatakan bahwa empat tersangka, yang disewa untuk melakukan pekerjaan itu, juga telah ditangkap di sini pada hari Sabtu, (23 Maret).

"Semua tersangka yang ditangkap berusia antara 30 hingga 48 tahun, sedangkan suami-istri juga dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu.

"Investigasi mengungkapkan bahwa tersangka bermaksud mengintimidasi perwira seniornya, dan hal itu telah dilakukannya sebanyak enam kali dari 2018 hingga 2019," katanya.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 506/427 dari KUHP dan Pasal 15 (1) tentang Dangerous Drugs Act 1952.

Sumber: Asia One

Baca juga:

Siswa SMA Meninggal, Diduga karena Dipukul Guru Agama dengan Gayung

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea