30 Puisi Cinta Kharisma P. Lanang

30 Puisi Cinta Kharisma P. Lanang

"Kita semua pernah menjadi kembang api di tahun baru seseorang. Terbang, melayang, menyala, meredup, kemudian selesai," tulis Kharisma P. Lanang, kreator kata-kata cinta dalam buku kumpulan puisi romantis best seller "Untuk Matamu".

Tidak ada peradaban yang tidak diwarnai cinta. Tidak ada karya sastra yang menarik tanpa kisah cinta. Dan puisi, mungkin jenis tulisan satu inilah yang paling banyak membicarakan cinta.

Cinta juga yang menjadi tema sebagian besar puisi dalam buku "Untuk Matamu" karya penyair Kharisma P. Lanang. Membaca puisi-puisinya, ia seperti tak pernah kehabisan kata-kata cinta. Tapi, tak selalu puisi romantis yang ia buat. Di bagian lain, sebenarnya ia sedang menyarikan kegetiran cinta.

Tiga puluh puisi Kharisma ini bisa menjadi referensimu saat kehabisan kata-kata untuk memuji pasangan. Beberapa puisi bahkan bisa digunakan untuk melunakkan pasangan yang merajuk. Tapi, yang paling penting tentu renungan-renungan tentang kehidupan cinta yang terangkum dalam beberapa baris.

Barangkali memang itulah kekuatan puisi. Ia bisa menjelaskan kisah panjang hidup dalam lima baris. Begitu singkat sekaligus begitu tepat.

#1 MENYENANGKANMU

Aku hanya

ingin menyenangkanmu.

 

Maaf bila caraku

salah, atau tak sesuai

keinginanmu.

 

Di luar segalanya,

semua kembali

pada awal

kalimat

ini.

 

 

#2 AKU

Aku

takkan

pernah

mengerti

mengapa aku

menyayanginya.

 

Namun aku rasa

alasan menyayanginya

kian bertambah,

di setiap ia

mengedipkan

mata.

 

#3 MEMILIKI AKU

Aku ingin

begitu bernilai

di matamu.

 

Sampai nanti suatu

saat bila kau

tak memiliki apapun

 

kau tersenyum,

karena masih

memiliki aku.

 

#4 CARA TERCEPAT

Pada akhirnya

aku menyadari,

melihatmu baik-baik saja,

 

ialah cara tercepat

untuk memastikan

bila dunia ini,

masihlah tetap

baik-baik saja.

 

#5 TAK SEMUA

Semua orang—

layak untuk

dicintai.

 

Namun tak semua

yang kau cintai

layak untuk

dipertahankan.

 

#6 ESAI

Kau jawabanku,

terserah tentang pertanyaannya.

 

#7 MEMILIH HAUS

Terkadang aku seperti

segelas air

yang telah disiapkan.

 

Tetapi kau—

tetap memilih

haus.

 

#8 DARIPADA JARAK

Dekat tetapi

tetap—

merasa hening,

 

lebih menyakitkan

daripada jarak.

 

#9 TANPA PERLU

Mendekatlah,

 

lalu mari kita belajar

saling memberi hangat,

tanpa perlu menjadi

api.

 

Saling memberi sejuk,

tanpa perlu menjadi

hujan.

 

#10 JALAN BUNTU

Bila aku harus pergi,

itu ialah kau

yang harus bahagia.

 

Namun bila kau

kebahagiaanku,

bagaimana aku

bisa pergi?

 

#11 AKU BERJUANG

Kau bukan

hanya sekedar

pilihanku.

 

Sebab,

aku tak

sekedar memilih,

 

aku berjuang.

 

#12 TERTIMBUN

Aku tak pergi,—

aku tak ke mana-mana.

 

Bila aku tak kau lihat,

mungkin aku hanya

sedang tertimbun

oleh keinginanmu

 

yang lainnya.

 

#13 MULAI LELAH

Hatiku perlu mematahkan dirinya berkali-kali

untuk menemukanmu.

 

Sekarang aku ingin bertanya satu hal,

masihkah kau akan pergi?

 

#14 KEMBANG API

Kita semua

pernah menjadi

kembang api

di tahun baru

seseorang,

 

terbang,

melayang,

menyala,

meredup,

kemudian

 

selesai.

 

#15 TANPA ALASAN

Jatuh cintalah

tanpa alasan-alasan.

 

Agar bila kelak

ia tak lagi

memiliki alasan-alasan

untuk kau cintai,

 

kau tak memiliki

alasan-alasan

untuk pergi.

 

#16 TETAP MENANG

Dicintaimu,

selalu membuatku merasa

lebih beruntung,

 

dari mereka

yang memiliki

segalanya,

 

tetapi tidak

memiliki kamu.

 

#17 MASIH

Masih ingin lebih

membahagiakanmu.

 

Masih selalu butuh

dibutuhkanmu,

 

Masih tetap ingin

menjadi yang selalu

kau inginkan.

 

Di hatimu,

aku masihlah ada,

sejauh mana kakimu

melangkah.

 

#18 PERCUMA

Kira-kira

singkatnya begini,

kau harus bahagia,

meskipun tidak

harus denganku.

 

Namun kau juga

harus mengerti,

 

aku benci kalimat ini.

 

#19 SELALU

Bintang jatuh,

dan itu mungkin.

 

Bumi berputar,

dan itu masih.

 

Aku menyayangimu,

dan itu selalu.

 

#20 KEPADA SIAPAPUN

Bila aku,

tak di sampingmu.

 

aku akan selalu

cemburu kepada siapapun

 

yang sanggup melihat

kamu tersenyum

hari ini.

 

#21 PRASANGKA

Jika kau tak baik untukku,

Tuhan takkan membiarkan

 

aku sedekat ini,

denganmu.

 

#22 CARA TERAKHIR

Mungkin cara terakhir,

untuk membuat seseorang mengerti,

 

ialah dengan cara

meninggalkannya.

 

#23 DALAM DIAM

Andai kau tak ingin

berbicara denganku,

 

aku akan tetap

menemanimu,

 

meski dalam diam.

 

#24 PENGECUT

Di depanmu,

aku malu-malu

memandangmu.

 

Di depan Tuhanku,

terang-terangan

aku memintamu.

 

#25 TAKKAN PERNAH

Sekeras-kerasnya keras

kepala kita,

 

takkan pernah ada rasa untuk

ingin membenturkan

semua ini,

 

ke hati yang lain.

 

#26 HANYA SEDANG LUPA

Waktu tak menyembuhkan,

ia hanya membuatmu melupakan.

 

Kau tak sembuh,

kau hanya

sedang

lupa.

 

#27 DARI AWAL LAGI

Kau tak takut

bila berakhir.

 

Mungkin

kau hanya

lelah

 

untuk memulai

kembali semua ini,

dari awal lagi.

 

#28 UNTUK HATIMU

Aku mengerti,

jauh dari matamu,

membuat cemasmu

berburuk sangka.

 

Namun tenanglah,

untuk hatimu,

hatiku kan selalu

berhati-hati.

 

#29 BILA

Bila suatu saat,

kau merasa kehilangan sesuatu,

 

aku harap,

kau masih ingat tentang

siapa yang pernah kau biarkan pergi.

 

#30 SKAK MAT

Sesekali aku ingin bermain catur

dengan Ayahmu,

sesambil berkata;

 

Mereka boleh mengambil

Raja pasukan,

bahkan istanaku,

 

tapi tidak

untuk putrimu.

 

Gimana puisi romantis di atas? Cukup menambah koleksi kata-kata cinta kamu? Atau malah jadi terdiam dan teringat yang sedih-sedih di masa lalu?