Kutipan Romantis Pidi Baiq

Kutipan Romantis Pidi Baiq

Sedang berantem? Butuh kata-kata romantis untuk berdamai? Kalau kata Pidi Baiq, jika cinta tak indah bagimu, mengapa kau tetap bertahan? Hehehe.

Apa predikat yang cocok untuk disematkan kepada Pidi Baiq yang serbabisa? Apa yang ia lakukan merentang dari menulis, membuat lagu, bermain musik, menjadi imam besar The Panasdalam, melukis, sampai menjadi ayah dan suami.

Sebelum menjadi sangat terkenal karena novel Dilan, Pidi Baiq dikenal di kalangan penikmat musik indie karena band The Panasdalam. Ia juga aktif menulis di blognya.

Salah satu kelebihan Pidi yang paling membekas adalah kemampuannya membuat kutipan atau quote. Membaca tulisan-tulisan Pidi, baik yang menjadi buku, twit, maupun lirik lagu, kita bisa menyimpulkan bahwa Pidi adalah sosok yang sering merenung.

Salah satu topik yang sering dibahas Pidi adalah perkara cinta. Inilah kekuatannya yang muncul di Dilan. Dalam sepuluh tahun terakhir, tak ada novel maupun film yang mengalahkan tingkat kefenomenalan kata-kata romantis seperti dalam Dilan.

Tapi, kata-kata romantis Pidi Baiq berbeda dari penulis lain. Alih-alih bikin baper dan makin galau, Pidi mengajak untuk tegar, yakin pada diri sendiri, dan percaya diri. Itulah mengapa saya menjuduli tulisan ini tanpa kata baper. Sebaliknya, kata-kata romantis Ayah Pidi itu dalam dan bikin tenang.

Saya merangkum sejumlah kata-kata romantis yang pernah Pidi tulis di blognya. Saya juga menambahkan satu kutipan dari Twitter dan satu kutipan dari lirik lagu The Panasdalam.

Kalau kamu sedang jatuh cinta atau patah hati dan butuh masukan tentang asmara, kata-kata romantis ini bisa juga dianggap sebagai nasihat.

Selamat menghayati :)

Jadi, sia-sia kata-kata. Aku sedang setuju. Kita pernah senang. Harus lagi. Mari mulai.

Kadang-kadang aku berpikir, Tuhan sudah menjodohkan kamu denganku. Ketika kau tak mau, kau sudah berani menentang ketentuan-Nya dan menolak kemauanku :).

Aku selalu berdoa berharap kamu mau denganku. Kukira Tuhan lebih berkuasa daripada kau.

Aku tidak ingin mengekangmu. Terserah! Bebas kemana kau pergi, asal aku ikut :)

Kau pikir aku mmperhatikanmu? Tidak, Sayang. Aku memperhatikan lingkunganmu, barangkali ada yang akan mengganggumu, kuhajar dia

Kau sangat berharga, tidak bisa mudah kudapatkan hanya dengan bilang "Aku Mencintaimu.” Ya, aku tahu dan sekarang kau sudah tahu bagaimana aku kepadamu.

Jauh-jauh ke Amsterdam, yang kudapat cuma rindu Indonesia. Di Malaysia juga ada!

Orang yang kau anggap istimewa, mungkin akan menjadi biasa saja setelah kau dapatkan.

Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin mengapa lebih butuh balasan daripada alasan.

Cinta kepada seseeorang adalah urusan perasaan, jika engkau ingin mendapatkannya, segera menjadi urusan pemikiran.

Kalau kamu galau, kamu sedang menikmati keresahanmu, bukan sedang menyelesaikannya.

Istrimu adalah wanita yang sudah bersedia dinikah olehmu.

Kurang ajar! Selalu saja dia punya cara, untuk bisa membuat aku mencintainya. Merepotkan!

Tujuan pacaran adalah untuk putus, bisa karena menikah, bisa karena berpisah.

Orang tampan mendekati perempuan akan berbeda hasilnya dengan orang jelek, meskipun dilakukan dengan cara yang sama.

Jika bukan waktunya untuk aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa menahannya.

Aku adalah highlander, hidupku sudah 125 ribu kali, ini yang terakhir kali di bumi hanya untuk mencintaimu.

Ah, Bunda, siapa sih engkau? Cuma jantung di dalam hatiku.

Mudah-mudahan kita kuat, sekuat kehidupan, cinta dan pemahaman. Kegagalan dan merasa sedih tidak selalu berarti kekalahan.

Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah, bila habis itu saling lupa.

Aku mencintaimu, ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserahlah, itu urusanmu.

Pada awalnya cinta itu bisa melihat, menjadi buta karena masuk ke dalam hati yang paling dalam.

Jangan sedih, nanti rugi, karena kita dilahirkan oleh sebab orang tua yang bersenang-senang.

Jangan rindu. Ini berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja.

Bila cinta tak indah bagimu, mengapa kau tetap bertahan?