6 Kelemahan Pria di Ranjang yang Bikin Cewek Illfeel tapi Nggak Akan Diomongin

lead image

"Punya kamu gede banget." TOTALLY LIE.

Pakaian memang ditanggalkan di atas ranjang, tapi tidak dengan sopan santun. Soal kelemahan pria, sering kali perempuan melakukan kebohongan seks di ranjang demi menjaga perasaan lawan main. Sebab, ya, lebih banyak faktor yang bisa bikin laki-laki inferior. 

Kami bertanya kepada 3 wanita untuk mengetahui, kelemahan pria apa saja yang sering mereka rasakan di atas ranjang, tapi nggak mereka ungkap. Ternyata ada banyak. Harapannya sih, kelak ketika hubungan sudah semakin intim dan intens, para wanita ini beserta pasangannya bisa saling terbuka. Bohong terus-terusan itu nggak enak.

Bukan cuma nggak enak, bahkan nggak enak banget. Sebab, di peringkat pertama kelemahan pria yang nggak dikatakan, ada perkara pasangan yang nggak bisa bikin orgasme. Mengerikan, kan, kalau nggak segera diomongin?

Oh, ya, catatan untuk para ladies yang berbohong tentang kelemahan pria: mungkin kamu terlalu khawatir untuk menyampaikan komplain, padahal laki-lakimu sebenarnya terbuka pada "kritik dan saran".

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #1 Nggak bisa bikin orgasme

"Selama tiga tahun pacaran dengan si A, aku selalu bilang kalau aku udah orgasme. Padahal nggak. Selama tiga tahun itu aku nggak pernah orgasme sama sekali," kata informan pertama.

"Saat itu aku baik-baik saja, nggak komplain, karena dia orang pertama dan satu-satunya yang aku tiduri. Aku bahkan nggak tahu orgasme itu kayak apa, rasanya kayak gimana. Aku cukup bahagia saat dia bisa keluar. Lihat dia senyum, aku merasa udah cukup dan aku nggak mau melukai harga dirinya dengan bilang aku nggak bisa orgasme."

"Lagian, aku nggak tahu pasti, aku nggak bisa sampai di puncak karena faktor permainan dia atau karena akunya yang bermasalah."

"Setelah putus sama dia, aku punya pacar baru. Di permainan kami yang ketiga atau keempat, aku ngaku. Aku bisa ngaku karena pacar baru ini pembawaannya nggak mengintimidasi. Saat kami lagi foreplay, aku masih ingat kejadiannya, aku tiba-tiba nyeplos aja, 'Yang, seumur-umur aku tuh nggak bisa orgasme.'"

"Dan apa yang dia lakukan? Wajahnya jadi khawatir. Dia bilang, 'Ayo kita cari cara supaya kamu bisa.' Dan akhirnya bisa. Aku bahagia banget saat itu."

"Tapi, sejak itu dia selalu memastikan dua kali kalau aku udah beneran orgasme. Hahaha. Dia jadi hafal, gimana sensasi yang itu-nya rasakan kalau aku udah orgasme."

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #2 Bau

Masih kata informan pertama, "Aku pernah punya gebetan. Dia baik dan pacarable banget, tapi hubungan kami nggak aku lanjutin karena dia bau. Sumpah, bau banget."

"Badannya sih oke, tapi pas mau gituan dan dia cium aku, aku baru sadar kalau mulutnya bau. Spontan aku menolak dicium karena nggak tahan. Tapi, aku nggak bilang. Waktu itu alasanku lagi sariawan. Takut nular."

Informan kedua punya masalah dengan bau kelamin. Komentarnya singkat, "Bau pesing." Gara-gara itu, dia nggak pernah mau mengoral pasangannya. Alasan yang dia bilang ke pasangannya, dia nggak nyaman aja dengan oral seks, baik sebagai subjek maupun objek.

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #3 Ukuran penis

Ketiga informan kami sepakat, mereka pernah merasakan penis-penis yang tidak ideal dan mereka tidak pernah frontal menyampaikan komplain. Yah, menurut mereka, komplain nggak ada gunanya. Jalan keluarnya cuma cari cowok baru.

"Aku bahkan sampai berbohong untuk memastikan dia baik-baik aja. Entah kenapa aku bukannya marah, malah jadi kasihan sama dia," kata informan ketiga.

"Permainan dia dahsyat, tapi itunya kecil banget. Dan pendek. Aku ngerasa kayak lagi dimasukin jari aja. Tapi, aku tetap bisa orgasme karena sensasinya kayak lagi fingering myself. Satu kali aku bahkan khilaf ngomong gini, 'Punya kamu enak banget'. Ya ampun, itu bohong. Bohong demi kebaikan."

Informan kedua malah punya pengalaman yang lebih konyol. "Aku pernah bilang ke pasangan pertamaku, sotoy gitu. Aku ngomong, 'Punya kamu gede banget.' Belakangan setelah aku mencoba pria lain, aku baru tahu itu kebohongan yang sangat jelas. Wajar kan? Waktu aku ngomong gitu kan aku belum punya pembanding."

Terlalu kecil tidak bagus, terlalu besar juga. Itu yang dirasakan informan ketiga.

"Aku malah pernah sama orang yang barangnya gede banget. Kayak di film bokep. Begitu masuk, punyaku langsung berdarah. Sakit dan bikin trauma. Aku nggak bilang, tapi habis itu aku langsung putusin kontak. Ngilu tahu!"

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #4 Kebanyakan eksperimen

Dia terlalu semangat eksperimen meniru film porno. Asli, itu nggak nyaman.

"Badan aku diputer-puter, tangan ditarik ke belakang, disuruh berdiri angkat kaki, sumpah itu pegel, dan disuruh ngoral sambil tangannya neken-neken kepalaku. Aku antara terharu dan kesel. Terharu karena dia semangat bikin aku senang di ranjang, kesal karena aku nggak senang sama sekali," kenang informan pertama.

"Sambil permainan jalan, aku yang aslinya gondok tetap pasang senyum dan muka keenakan. Semata untuk menghargai usaha dia. Besok-besoknya, aku yang ngarahin teknik baru apa yang kudu dicoba, hahaha."

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #5 Teknik yang buruk

Kenyataannya: dia amatir. Gerakan penetrasinya gagap, patah-patah kayak goyang dangdut. "Ciumannya kasar banget, niatnya main lidah, dia malah sedot bibirku sampai kenceng banget," informan 3 menceritakan traumanya.

"Aku nggak pernah komplain soal itu ke dia sampai kami pacaran sekian bulan. Setelah nyaman untuk terus terang, aku kasih tahu dengan halus kalau dia harus improve tekniknya. Ciuman kudu gini, posisi kaki yang enak gini. Dia nggak marah, syukurlah."

Kelemahan pria yang sering dirasakan wanita di ranjang #6 Cepat keluar

"Gila, apa coba yang lebih ngeselin daripada dia orgasme duluan? Padahal baru main lima atau sepuluh menit," kata informan pertama.

"Tapi, gimana ngomongnya? Aku rasa dia udah sadar dan minder karena itu. Kalau inget lagi, aku kesal banget."

Oke, sesi tanya jawab terpaksa dihentikan karena narasumber bad mood.

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi