Penghasilan 45 Juta/Bulan, Pengemis di Bogor Berangkat ‘Kerja’ Diantar Sopir Pribadi

Penghasilan 45 Juta/Bulan, Pengemis di Bogor Berangkat ‘Kerja’ Diantar Sopir Pribadi

Di rumah punya mobil Fortuner.

Seorang pengemis bernama Herman alias Nur alias Abah (86 tahun) membuat mangkel warganet karena menimbun kekayaan dari hasil mengemis. Pengemis yang biasa meminta-minta di simpang Yasmin Kota Bogor tersebut memiliki mobil pribadi dan bahkan ketika berangkat “kerja” untuk mengemis, diantar sopir pribadi segala. Ini dia kisah pengemis kaya dari Bogor.

Penghasilan 45 juta /bulan, kisah pengemis kaya di Bogor: berangkat ‘kerja’ diantar sopir pribadi
kisah pengemis kaya di bogor punya mobil avanza fortuner antar jemput sopir

Kisah pengemis kaya: Foto Nur sedang membuka pintu mobilnya yang viral di grup WhatsApp. (Sumber: Twitter)

Kasus Nur menjadi perhatian polisi setelah fotonya viral di media sosial. Dalam foto itu ia tampak sedang membuka kunci pintu mobil dengan berpakaian seperti peminta-minta. Menduga mobil itu miliknya, netizen menumpahkan kemarahan kepada pengemis kaya ini secara online.

Pada Rabu, 20 Maret 2019, Nur dan sejumlah anak jalanan serta pengemis lain ditangkap oleh Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Ketika ditangkap, Nur sempat mengelak bahwa mobil Toyota Avanza hijau itu miliknya. “Nggak benar itu. Yang viral di media sosial itu bohong. Itu bukan mobil saya, itu saya sewa dari tetangga. Itu kebenarannya,” kat Nur, dikutip dari Kompas.

Nur mengaku, ia menyewa mobil karena kakinya pernah patah dan ia menjadi tak kuat berjalan. Untuk membayar sewa mobil, dari mengemis yang menurutnya sebesar Rp150 ribu per hati, Rp50 ribu digunakan membayar sewa mobil, Rp30 ribu untuk membayar ongkos sopir pribadi, dan sisanya untuk ia gunakan bertahan hidup.

Nur sudah mengemis sejak 1995. Ia sempat berhenti mengemis selama 3 tahun dan beralih menjadi juru pengobatan rumahan, tetapi sejak dua tahun ia mulai mengemis kembali.

“Hasil mengemis ini untuk membantu saja. Anak saya tahu saya mengemis. Tetapi mau bagaimana lagi karena memang kebutuhan untuk sehari-hari tidak terpenuhi,” ungkap dia.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Radar Bogor (@radar_bogor) on

Ini kali pertama Nur terkena razia.

Namun, investigasi Satpol PP berkata lain. Mobil itu benar milik Nur. “Iya, benar. Yang bersangkutan memiliki mobil,” ujar Herry Karnadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor kepada Kompas.

Ia disebut-sebut juga memiliki 3 istri dan merupakan juragan angkot. Namun, informasi itu masih diselidiki.

Investigasi Satpol PP Kota Bogor juga mendapati, Nur berbohong soal penghasilannya. Dalam sehari, ia bisa meraup pendapatan sebanyak Rp1,5 juta. Selain mobil Toyota Avanza yang dijadikan mobil dinas, Nur juga memiliki SUV mewah Toyota Fortuner. 

Kronologi Siti Aisyah Membunuh Kakak Kim Jong Un: Mengira Disuruh Nge-Prank

“Hasil investigasi, dia cuma pura-pura. Tadi ada mobil Fortuner segala macam. Hasil investigasi anak-anak, dia bisa dapatkan sampai Rp1,5 juta per hari. Kalikan saja 30 hari dalam sebulan bisa berapa,” kata Ajrin Samsudin, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor.

Lelaki yang dikira adalah sopir pribadi Nur ternyata adalah anaknya, bernama Maman Suherman, berusia 41 tahun. Maman sehari-hari bertugas mengantar dan menjemput Nur mengemis di simpang Yasmin.

Mobil Avanza Nur biasa diletakkan di dekat masjid, tak jauh dari lokasinya mengemis. Warga biasa melihat ia diantar jemput oleh sang sopir.

“Kalau mobil memang di sini, karena kalau ditaruh di masjid mungkin enggak enak, jadi ditaruh di sini. Tiap hari pakai mobil bawa sopir,” ujar Joko Sudarsono, warga sekitar masjid.

Nur yang memiliki kekurangan secara fisik di bagian wajah biasa mengemis dengan “seragam” baju kok, sarung, kopiah, dan sajadah yang diselempangkan di bahu.

Setelah tertangkap razia kali ini, ia diperingatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika kemudian mengulangi, ia akan dikirim ke panti rehabilitasi milik Dinas Sosial.

Pada 2013 lalu, dua orang pengemis ditangkap di Pancoran, Jakarta karena membawa uang tunai sebesar Rp25 juta. Keduanya mengaku uang itu dihasilkan dari mengemis selama 15 hari.

Sumber: CNN Indonesia, Kompas, The Jakarta Post, Kompas, Kompas

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi