Rahasia Kesuksesan Ada pada Siapa yang Kamu Nikahi, Penelitian Membuktikan

lead image

Apa sih kunci sukses dalam hidup? Kata penelitian ini, salah satunya siapa pasangan yang kamu pilih. Buat kamu yang bingung apa sih tujuan pacaran.

Apa sih tujuan pacaran? Mencari pasangan terbaik untuk dinikahi. Apa sih tujuan menikah? Nah, ini pertanyaan sulit. Pengin aja, mungkin? Disadari atau tidak, nyatanya salah satu kunci sukses dalam hidup ditentukan oleh siapa pasangan yang membersamai kita. Bukan saya, tetapi penelitian psikologi yang mengatakan itu.

Pasangan yang tepat adalah kunci sukses dalam hidup, mungkin ini sebaiknya dijadikan tujuan pacaran kamu mulai sekarang

kunci sukses dalam hidup tujuan pacaran song song couple

Nalar sederhana agar pernyataan di atas masuk akal: kamu mungkin pernah mengalami ini, pekerjaan sulit diselesaikan dengan baik jika suasana hati buruk. Atau bahkan, saking jeleknya mood, pekerjaan malah bisa tidak selesai. Dan salah satu penentu suasana hati adalah kondisi hubungan kita dengan orang terdekat.

Orang terdekat itu, dalam kasus ini ialah pacar maupun suami, bisa membuat kita mengalami masa sulit. Sebaliknya, mereka juga bisa membantu kita untuk lebih mudah mengejar cita-cita.

Menurut penelitian dari Carnegie Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat, orang yang punya pasangan yang mendukung “cenderung lebih berpeluang untuk sukses.”

Penelitian ini meriset 163 pasangan yang sudah menikah. Salah satu dari tiap pasangan tersebut diberi pilihan begini: mau menyelesaikan puzzle sederhana atau berlomba melawan pasangan lain untuk memenangkan hadiah. Peneliti kemudian merekam obrolan masing-masing pasangan ketika mencoba menentukan mau pilih apa.

Dari kuis itu, peneliti menyimpulkan bahwa orang yang punya pasangan yang menyemangati pilihan mereka lebih suka mengambil tantangan dan kemudian memilih berkompetisi dengan pasangan lain. Sedangkan orang yang pasangannya kurang mendukung akan memilih menyelesaikan puzzle saja.

Beberapa bulan kemudian, orang-orang yang sudah memilih berkompetisi tadi diteliti lagi. Dan mereka didapati mengalami perkembangan yang lebih baik dari segi kepribadian, kebahagiaan, dan kondisi psikologis.

Brooke Feeney, ketua penelitian ini yang juga profesor psikologi di Carnegy Mellon University bilang, “Kami menemukan bukti yang mendukung kesimpulan bahwa pada orang-orang yang kami teliti, ketika keputusan mereka didukung pasangannya, misalnya soal keinginan mengejar karier… itu berperan penting pada keadaan personal mereka dalam waktu panjang.”

Penelitian pada pasangan yang sudah menikah ini bisa jadi masukan penting bagi kalian yang sedang mencari tujuan pacaran. Cari cowok ganteng, pintar, bergaji 30 juta per bulan itu mungkin penting, tapi yang paling penting adalah punya pasangan yang suportif alih-alih bikin kamu down.

Terus, kalau kita ada di posisi sebagai pasangan yang mendukung, gimana cara kita bikin pasangan kita berani ambil tantangan dan peluang penting? Kalau kata penelitian ini, ada tiga langkah yang bisa kamu lakukan.

Pertama, memperlihatkan antusiasme kamu atas kesempatan tersebut. Kedua, meyakinkan pasangan kamu. Ketiga, mendiskusikan keuntungan dan kerugian jika mengambil kesempatan itu.

“Pasangan bisa membantumu untuk berkembang dengan cara meyakinkan bahwa kamu mampu mengatasi tantangan baru. Tapi, mereka juga bisa mematikan kemampuanmu lewat cara-cara seperti meremehkan kamu atau peluang yang kamu berminat mengambilnya.”

Kunci sukses dalam hidup: Peran pasangan menurut Mark Zuckerberg, Barrack Obama, Jokowi, Sri Mulyani, dan Najwa Shihab

Berbekal hasil penelitian itu, maka sulit membayangkan apakah Mark Zuckerberg, Barack Obama, Jokowi, Sri Mulyani, atau Najwa Shihab bisa berada di pencapaiannya saat ini jika mereka menikah dengan orang lain.

Kunci sukses dalam hidup #1 Mark Zuckerberg

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Mark Zuckerberg (@zuck) on

Mark Zuckerberg sendiri pernah mengatakan betapa pentingnya peran sang istri, Priscilla Chan, dalam kehidupannya. Pengakuan itu ia sampaikan dalam pidatonya di Harvard 2017 lalu.

Zuckerberg mengatakan, “Priscilla adalah orang terpenting dalam hidupku sehingga saya bisa bilang, bersama dia adalah hal terbaik yang kuperoleh di sini (Harvard).”

Mark Zuckerberg memang sama-sama kuliah di Harvard University. Zuckerberg masuk kuliah pada 2002 dan mengambil konsentrasi psikologi dan ilmu komputer. Sedangkan Priscilla Chan masuk pada 2003 di jurusan biologi dan bahasa Spanyol.

Kunci sukses dalam hidup #2 Barrack Obama

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Barack Obama (@barackobama) on

Obama pernah mengatakan bahwa, “Jelas saya tidak akan bisa mencapai apa yang saya dapat sekarang tanpa bantuan Michelle. Anda tadi bertanya, apa yang membuat saya bisa tetap waras, tetap seimbang, dan bisa menghadapi tekanan. Semua itu berkat wanita di sisi saya ini… Dia tidak hanya telah menjadi ibu negara yang hebat, dia juga jagoan saya. Setiap hari saya berutang kepadanya dalam banyak hal.

Kunci sukses dalam hidup #3 Jokowi

kunci sukses dalam hidup tujuan pacaran jokowi iriana

Jokowi mengatakan, “Iriana betul-betul hanya tampil seperlunya, berkomentar seperlunya, dan tidak mencampuri pemikiran saya. Dukungan terbesar dia menciptakan situasi tenang untuk saya berpikir dan bekerja dengan jernih.”

Kunci sukses dalam hidup #4 Sri Mulyani

kunci sukses dalam hidup tujuan pacaran jokowi iriana

Di pidato serah terima jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani kepada Agus Martowardojo 2010 silam, Sri Mulyani menangis mengenang dukungan suaminya, Tony Sumartono.

“Keberhasilan saya tidak bisa lepas dari peran suami. Suami dan anak-anak saya adalah aset yang tidak terkira dalam menjalankan semua tugas-tugas. Saya ingin menyampaikan terima kasih, Ayah (panggilan Sri Mulyani untuk suami)”, kemudian Sri mulai menangis.

Kunci sukses dalam hidup #5 Najwa Shihab

kunci sukses dalam hidup tujuan pacaran najwa shihab ibrahim sjarief assegaf

Kepada Tempo.co Najwa mengatakan betapa pentingnya peran suaminya, Ibrahim Sjarief Assegaf.

“Saya berbagi tugas dengan suami dan beruntung sistem pendukung saya itu kuat. Saya sangat dekat dengan keluarga, baik ayah ibu saya, maupun mertua, dan dengan kakak adik saya. Jadi sistem pendukung yang kuat sangat membantu saya untuk menyeimbangkan itu.”

Sudah jelas kan sekarang, apa kriteria utama memilih pacar ataupun suami? Jangan bingung menentukan tujuan pacaran lagi ya.

Sumber: Tempo, Tirto, Okezone, Elite Readers

BACA JUGA: Caitlyn Jenner Berkunjung ke Magelang, Lagi Buat Apa Ya?

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami.

Penulis

Redaksi