7 Lagu Terkenal yang Bisa Dijerat RUU Permusikan Kelak

lead image

RUU Permusikan menambah-nambah masalah musisi.

Insan musik Indonesia tengah diributkan oleh Rancangan Undang-Undang tentang Permusikan (RUU Permusikan). Sebagian besar musisi Indonesia menolak RUU yang drafnya dibuat pada 15 Agustus 2018 tersebut. Pasalnya, ada banyak pasal yang bersifat karet dan bisa ditafsirkan sewenang-wenang untuk mengkriminalisasi musisi dan lagu merek, termasuk lagu terkenal sekalipun.

Saya membaca RUU Permusikan mencoba menyimulasikan larangan dalam RUU tersebut pada sejumlah lagu yang saya kenal. Kesimpulan saya, setidaknya 9 lagu ini yang tadinya baik-baik saja bisa jadi bersamalah jika RUU Permusikan berlaku.

(Baca isi RUU Permusikan di sini.)

9 Lagu terkenal yang bisa kena sleding RUU Permusikan jika berlaku nanti

ruu permusikan lagu terkenal

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Ada 54 pasal yang termuat dalam RUU ini, ada 6 pasal yang menjadi sumber kegusaran musisi, yakni pasal 5, 18, 19, 32, 42, dan 50. CNN Indonesia telah menurunkan analisis bagus mengapa pasal-pasal tersebut aneh bin menyebalkan.

Di sini saya hanya akan menyorot pasal 5 RUU Permusikan yang bakal membuat 9 lagu kesukaan saya ini jadi bermasalah. Bahkan musisi pencipta dan penyanyinya berpotensi kena pidana.

Pasal 5 RUU Permusikan berbunyi:

Dalam melakukan Proses Kreasi, setiap orang dilarang:

  1. mendorong khalayak umum melakukan kekerasan dan perjudian serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya;
  2. memuat konten pornografi, kekerasan seksual, dan eksploitasi anak;
  3. memprovokasi terjadinya pertentangan antarkelompok, antarsuku, antar-ras, dan/atau antargolongan;
  4. menistakan, melecehkan, dan/atau menodai nilai agama;
  5. mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum;
  6. membawa pengaruh negatif budaya asing; dan/atau
  7. merendahkan harkat dan martabat manusia.

Berpegang pada pasal tersebut, sejumlah lagu berikut akan menjadi sangat bermasalah.

#1 Bob Marley – I Shot the Sheriff

bob marley lagu terkenal i shot the sheriff ruu permusikan

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Pertama adalah lagu menggugah dari Bob Marley berjudul I Shot the Sheriff. Jangan dengarkan versi live yang dibawakan Eric Claptop karena itu BAGUS BANGET!

Lagu ini bercerita tentang seorang petani yang selalu dicari-cari kesalahannya oleh seorang polisi sheriff bernama John Brown. Polisi itu selalu menyuruhnya merusak tanamannya sendiri. Hingga suatu hari, si petani terpaksa menembak si polisi dengan alasan “mempertahankan diri”.

Si petani kemudian didakwa di pengadilan dengan tuduhan membunuh seorang deputi polisi yang jabatannya lebih tinggi. Lirik lagu ini adalah suara pembelaannya, bahwa ia memang menembak seorang sheriff, tapi tidak menembak seorang deputi. Dan penembakan itu hanya karena membela diri.

Jika kamu pernah membaca atau menonton mahakarya antikolonialisme Multatuli, Max Havelaar (difilmkan dengan judul Saidjah dan Adinda), lirik lagu ini akan terasa sangat dekat dengan sejarah kolonialisme Indonesia.

Bagi orang yang tidak menyimak liriknya, judul lagu ini terkesan provokatif, I Shot the Sheriff, aku menembak sheriff itu. Lagu ini bisa-bisa dikategorikan melanggar UU Permusikan Pasal 5 ayat e tentang larangan “mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.”

#2 John Lennon – Imagine

7 Lagu Terkenal yang Bisa Dijerat RUU Permusikan Kelak

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Hadeeeh, siapa sih nggak tahu lagu Imagine yang dinyanyikan eks leader The Beatles ini? Lagu yang ditulis ketika Lennon sedang getol-getolnya menyerukan “make love, not war” ini sudah bikin dia ditembak sampai mati.

Sekarang, dengan adanya RUU Permusikan, jika ia disahkan kelak dan berlaku surut (terma hukum yang berarti, hukum itu mencakup pada subjek hukum yang dibuat sebelum UU ini keluar), maka Imagine jelas bisa kena sikat.

Dalam satu bait saja, John Lennon sudah dua ayat dalam pasal 5. Habis, dia bilang begini:

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too

Bayangin kalau nggak ada negara dan agama, hidup bakal lebih sans dan kita nggak punya alasan untuk bunuh-bunuhan lagi, kata Lennon.

Lirik dengan muatan anarkisme ini tentu bakal dilibas sama Pasal 5 ayat d, e, dan f sekaligus.

#3 Iwan Fals – Sore Tugu Pancoran

iwan fals lagu terkenal ruu permusikan sore tugu pancoran

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Lagu ini jelas melanggar Pasal 5 ayat b tentang larangan memuat konten berisi eksploitasi anak.

Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan Tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang Magrib hujan tak reda

Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
Cepat langkah waktu pagi menunggu

Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah Si Budi diam di dua sisi?

#4 Titiek Puspa – Kupu-kupu Malam

titiek puspa lagu terkenal ruu permusikan sore tugu pancoran

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Ada banyak lagu di dunia yang memberi simpati kepada pramuria. Kupu-kupu Malam adalah salah satu sekaligus anomali.

Di Indonesia, penjaja seks komersial adalah musuh para istri (saya nggak bilang kalau nggak ada istri yang bersimpati pada PSK, tapi mayoritas membencinya). Titiek Puspa adalah satu-satunya perempuan yang saya tahu pernah menuliskan lirik sangat getir tentang perempuan penghibur ini.

Dosakah yang dia kerjakan?
Sucikah mereka yang datang?
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

O-ho apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umat-Nya
O-ho apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

BACA JUGARUU Permusikan Picu Kontroversi, Ini Kata JRX Superman Is Dead

Di tengah tentangan terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, ekstremis kanan pasti sangat benci pada lagu yang membela pelacur sebagai orang yang “hanyalah menyambung nyawa”. Dan orang-orang yang benci bisa sekali memakai Pasal 5 ayat b dan g untuk menghajar lagu ini.

#5 Shaggydog – Di Sayidan

shaggydog iwan fals lagu terkenal ruu permusikan sore tugu pancoran

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Susah menahan tubuh untuk tidak bergoyang ketika menyimak lagu Shaggydog berjudul Di Sayidan. Sayidan adalah sebuah daerah di Kota Yogyakarta yang ikonik oleh jembatannya yang melintasi Sungai Code.

Di Sayidan adalah lagu tentang keasyikan berkumpul dengan teman. Satu napaslah dengan “make love, not war”. Ngapain sih berantem sama teman soal pemilu atau golput kalau kamu bisa ngobrol asyik sama teman-temanmu di Sayidan?

Masalahnya, lagu ini bawa-bawa dansa dan gelas berisi air kedamaian.

Di sayidan, di jalanan
Oh angkat sekali lagi gelasmu kawan
Di sayidan, di jalanan
Tuangkan air kedamaian

Maaf, Shaggydog, saya suka lagu kalian, tapi RUU Permusikan Pasal 5 ayat f tidak sepakat dengan saya.

#6 Nova Rizqi – Lelaki Kardus

nova rizqi romadhon titiek puspa lagu terkenal ruu permusikan sore tugu pancoran

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Tahun 2016 lalu sempat viral sebuah lagu berkonten eksplisit yang dinyanyikan oleh anak perempuan bernama Nova Rizqi. Lagu itu menjadi perbincangan karena liriknya yang terlalu mengejutkan untuk dinyanyikan anak-anak.

Bapakku kawin lagi
Aku ditinggalin
Aku sakit hati

Ibuku diduain
Ibuku minta cerai
Tapi dipukulin

Bapakku pengkhianat
Ibuku dibohongin

Lelaki kardus
Lelaki karpet
Lelaki kencrot
Lelaki bangkrut
Lelaki mencret
Lelaki karpet
Lelaki bangsat

Semua orang tahu kok lagu itu jujur mengatakan kenyataan. Memang ada lelaki kurang ajar yang kardus banget dan harus dikatain bangsat.

Tadi pagi saya habis membaca berita dari Surabaya, tentang seorang anak perempuan yang sejak usia 13 tahun sampai 23 tahun diperkosa oleh bapak kandungnya. Apakah untuk kenyataan seperti itu kita masih harus menghalus-haluskan kata? Meskipun di bawah todongan RUU Permusikan Pasal 5 ayat g? Saya rasa tidak.

#7 Halo-halo Bandung (karangan Ismail Marzuki)

ismail marzuki lagu terkenal halo-halo bandung ruu permusikan

Seandainya RUU Permusikan berlaku, lagu-lagu terkenal ini bisa dianggap melanggar UU.

Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

RUU Permusikan Pasal 5 ayat e yang dikeluarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda jelas akan menganggap lagu ini “mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum”.

Lagu Halo-halo Bandung diciptakan untuk memeringati peristiwa Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946. Ketika itu, kota Bandung dibumihanguskan oleh Tentara Republik Indonesia Divisi Siliwangi karena menolak penyerahan diri tanpa syarat kepada sekutu.

Selepas Jepang kalah di Perang Dunia II, Hindia Belanda yang sudah mendaku diri sebagai Indonesia menolak dianggap sebagai negara jajahan dan memilih mengumumkan kemerdekaannya sendiri. Tetapi, Belanda dan Sekutu kan nggak terima dan datang untuk menganeksasi kembali.

Jadi, lagu ini jelas seruan melakukan perbuatan melawan hukum kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Banyak lagu yang diciptakan untuk mengkritik masalah sosial dan politik. Orang tertindas menganggap lagu tersebut sebagai penyambung lidah mereka, dan yang tidak menyukai lagu demikian pastilah bagian dari yang diuntungkan oleh kekuasaan.

Di situasi demikian, RUU Permusikan adalah RUU ahistoris yang lupa bahwa dulu sekali, ketika Belanda masih mapan di Indonesia, lagu Indonesia Raya pun dilarang dinyanyikan karena dianggap mengganggu rust en orde (ketertiban dan tatanan). Kalau sekarang sih udah enak, Menteri Pemuda dan Olahraga bisa nyuruh-nyuruh kita menyanyikan lagu itu bahkan di bioskop walau akhirnya nggak jadi.

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!