Rekaman Kokpit Lion Air Boeing 737 MAX Bocor

Rekaman Kokpit Lion Air Boeing 737 MAX Bocor

Pilot buka buku panduan darurat sebelum pesawat jatuh.

Kantor berita Reuters mendapat bocoran isi pembicaraan pilot dan ko-pilot pesawat Lion Air Boeing 737 MAX nomor penerbangan JT 601. Tiga orang yang disembunyikan namanya membocorkan informasi yang diperoleh dari rekaman cockpit voice recorder (rekaman suara kokpit, CVR).

Lion Air JT 610 adalah penerbangan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di utara laut Jawa pada 29 Oktober 2018. Kecelakaan dalam penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 ini menewaskan kesemua 189 orang yang berada di pesawat. 

Menurut informasi rekaman suara kokpit yang dibocorkan, diketahui bahwa pilot membuka buku panduan menjelang pesawat jatuh untuk mengetahui mengapa pesawat menukik ke bawah sebelum akhirnya menghantam permukaan laut.

Rekaman Kokpit Lion Air Boeing 737 MAX Bocor: Menjelang jatuh, pilot diam, ko-pilot berseru 'Allahuakbar'

lion air jt 610 lion air boeing 737 MAX 8 kecelakaan pesawat berita terbaru pilot kopilot, cvr rekaman fakta baru

Informasi yang dibocorkan oleh tiga orang yang disembunyikan namanya tersebut dipublikasikan Reuters tengah hari kemarin, 20 Maret 2019, dengan judul “Exclusive: Lion Air pilots scoured handbook in minutes before crash - sources”.

Berikut fakta-fakta mengenai situasi kokpit Lion Air JT 610 selama penerbangan nahas itu.

Dua menit setelah tinggal landas, ko-pilot melapor ke air traffic control (ATC, pemandu lalu lintas udara) bahwa mereka mengalami “masalah flight control”. Ko-pilot lalu meminta izin untuk naik dari ketinggian 1.700 kaki ke ketinggian 5 ribu kaki.

Lion Air Boeing 737 MAX nahas itu dikemudikan Pilot Bhavye Suneja (31 tahun), berkebangsaan India, dengan pengalaman 6 ribu jam terbang. Sementara ko-pilot Harvino (41 tahun) berkebangsaan Indonesia memiliki pengalaman 5 ribu jam terbang.

Pilot tidak menyebutkan persis apa yang dimaksud dengan “masalah flight control”. Sumber pertama Reuters mengatakan, di layar pilot ada kesalahan data kecepatan pesawat, sementara layar ko-pilot baik-baik saja.

Pilot kemudian meminta ko-pilot mengecek buku panduan yang memuat cara mengatasi situasi luar biasa.

Sembilan menit kemudian, muncul peringatan dari sistem bahwa pesawat dalam kondisi stall (kehilangan daya angkat; berhenti terbang), dan sebagai resposnnya, pesawat memosisikan diri menukik ke bawah.

Pilot berjuang untuk mengangkat posisi pesawat menggunakan sistem trim, tetapi komputer terus saja salah mendeteksi bahwa pesawat mengaalami stall.

“Mereka (pilot dan ko-pilot) sepertinya tidak tahu bahwa trim-nya turun. Mereka hanya berpikir (pesawat menukik) karena kecepatan udara dan ketinggian terbang,” ujar sumber ketiga.

Ketiga sumber mengatakan, pilot tetap tenang selama penerbangan. Ia sempat meminta ko-pilot menerbangkan pesawat sementara ia memeriksa buku panduan.

Satu menit sebelum pesawat hilang dari radar, pilot mengecek kepada ATC apakah tidak ada pesawat lain di lalu lintas 3 ribu kaki dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 5 ribu kaki, yang kemudian disetujui.

Transkrip Pernyataan Viral Tengku Zulkarnain tentang Seks Suami-Istri

Sementara pilot mengecek buku panduan, ko-pilot tidak bisa lagi mengontrol pesawat.

Pilot berkebangsaan India itu pada akhirnya terdiam ketika ia tahu pesawat berada di ujung maut. Ko-pilot yang berkebangsaan Indonesia mengucapkan “Allahuakbar”.

Pesawat kemudian menghantam air dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya.

Boeing 737 MAX, celaka saat dipakai Lion Air dan Ethiopian Airlines

Investigasi terhadap rekaman suara kokpit Lion Air JT 610 dilakukan untuk mendukung investigasi U.S. Federal Aviation Administration (regulator kebijakan penerbangan di Amerika Serikat, FAA) terhadap pesawat Boeing 737 MAX.

Pada 10 Maret 2019, penerbangan Ethiopian Airlines Flight 302 yang juga memakai Boeing 737 MAX jatuh tak lama setelah terbang. Sejumlah 157 orang yang ada di pesawat itu terbunuh.

Investigasi terhadap Lion Air JT 610 dilakukan untuk mengetahui, apakah sensor pesawat yang salah menerima data yang membuat pesawat menukik jatuh, ataukah kesalahan pilot dan kopilot yang menyebabkan kecelakaan itu.

Bocoran yang diterima Reuters adalah informasi pertama yang disebar ke publik terkait isi rekaman suara kokpit pesawat tersebut. Reuters tidak mangakses rekaman maupun transkripnya, melainkan hanya menerima cerita dari tiga sumber mereka.

Ketika Reuters meminta konfirmasi dari Lion Air, juru bicara Lion Air mengatakan semua data dan informasi telah diberikan ke penyelidik dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Masalah software pesawat?

Kini, Departemen Perhubungan Amerika Serikat tengah mengaudit sertifikasi yang diberikan FAA kepada Boeing 737 MAX. Regulator penerbangan di Eropa dan Kanada juga tengah mempertimbangkan ulang klaim bahwa software pesawat tersebut sudah mumpuni.

Agensi investigasi kecelakaan asal Prancis BEA menyatakan pada 19 Maret 2019, kecelakaan Ethiopian Airlines persis sama dengan kecelakaan Lion Air JT 610.

Penyebab kecelakaan Lion Air Boeing 737 MAX nomor penerbangan JT 610 belum diputuskan, tetapi laporan awal menyebut bahwa penyebabnya adalah masalah sensor pesawat Boeing serta perawatan dan pelatihan pemakaian dari maskapai.

Namun, laporan awal itu tidak memuat data dari rekaman suara kokpit yang baru ditemukan Januari 2019.

Sumber: Reuters, Detik

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi