Ngeselin Banget, Maudy Ayunda Bingung Mau Masuk Harvard atau Stanford

Ngeselin Banget, Maudy Ayunda Bingung Mau Masuk Harvard atau Stanford

Mau S-2 tapi masih bingung :(

Penyanyi, aktris, dan model cantik Maudy Ayunda memang role model yang keterlaluan sempurnanya. Beberapa tahun lalu ia sempat memancing decak kagum karena diterima berkuliah strata-1 di salah satu universitas terbaik di muka bumi, Universitas Oxford di Inggris. Kini, kabar terbaru soal rencana master alias S-2-nya bikin sosoknya semakin mengagumkan (sekaligus ngeselin banget). Kok bisa sih???

Maudy Ayunda bingung memilih, diterima bersamaan di Harvard dan Stanford

maudy ayunda stanford university harvard university oxford university kuliah master s-2 4

Kebingungan gadis bernama asli Ayunda Faza Maudya ini diketahui dari postingan Instagramnya hari ini. Bintang iklan sampo dan aplikasi belajar mengajar ini mengabarkan di Instagramnya bahwa ia baru saja mendapat kabar gembira yang justru membuatnya merasakan “dilema yang indah”.

 

View this post on Instagram

 

A few days ago, I received my acceptance to Harvard University for a Masters in Education. I was so happy a short caption would not do it justice. It felt surreal, and I was brought back to a moment two years ago, when I walked the rain-splattered steps towards John Harvard’s statue. Tourists and visitors had to line up to capture their moment alongside the statue, and while waiting for my turn – I looked around at the surrounding establishment, enraptured by the intimidating aura that was Harvard. Even in the humidity and rain, I was drawn to its red bricks and the promise of learning it had to offer. I am now engulfed in a multitude of emotions. Excitement, certainly. Gratitude, definitely. But most importantly, I am reminded once again that dreams, when broken down into concrete goals, become achievable plans. And that hard work and commitment to a vision, will reap results. See next post. ❤️

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda) on

Berikut terjemahan caption Maudy Ayunda tersebut.

Beberapa hari lalu aku menerima surat keterangan diterima kuliah master di Universitas Harvard untuk jurusan pendidikan. Aku sangat senang sampai-sampai caption pendek ini nggak mungkin mewakilinya. Rasanya nggak nyata dan aku teringat kenangan dua tahun lalu, ketika aku berjalan di bawah gerimis menuju patung John Harvard (pendiri Universitas Harvard, red.).

Wisatawan dan pengunjung mengantre untuk bisa berfoto di patung itu, dan sambil aku menunggu giliranku, aku melihat sekeliling, terpesona oleh aura angker Harvard. Di bawah cuaca lembap dan berhujan, aku jatuh hati pada bata merahnya dan janji bahwa aku bisa belajar di sini. Sekarang aku sedang diliputi berbagai perasaan. Gembira, tentu saja. Bersyukur, sudah pasti. Tapi yang terpenting, aku teringat sekali lagi bahwa mimpi-mimpi itu, ketika dipecah menjadi tujuan yang nyata, bisa berubah menjadi rencana yang tergapai. Kerja keras dan kesetiaan pada tujuan akan memberi hasil. Lihat pos selanjutnya.

Selamat, ya, Maudy Ayunda yang baru saja diterima kuliah di salah satu universitas Ivy League di Amerika Serikat itu. Jangankan buat orang Indonesia, buat orang Amerika sendiri saja masuk Harvard itu kayak mimpi yang cuma bisa dicapai anak-anak superkaya dan superpintar.

Tapi… cerita Maudy masih ada lanjutannya. Dan ini bagian ngeselinnya.

 

View this post on Instagram

 

But the story doesn’t end there. Currently I face a beautiful dilemma, because I also heard back from another big dream of mine: acceptance to Stanford‘s MBA program. (Yay is an understatement!) You gotta understand – I HONESTLY didn’t think I would get in. The acceptance rate was crazy low, and at every step of the application I had to remind myself not to get my hopes up. It was a near impossibility to get in. So imagine the ecstatic shock of receiving that call from Palo Alto. The conversation itself was a blur as I mouthed “oh my god” to my parents. Lesson learned: Dreams are funny things. The most unlikely ones can catch you off guard. Anyways… thought I‘d share this story with all of you – you’ve been such an integral part of my journey and I would like to express my gratitude for your role in getting me here. Thank you for following and listening to the stories I tell. I have yet to decide. I already am leaning towards one of these opportunities, but I’ll share my decision when the time comes. x Mod

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda) on

Berikut terjemahannya.

Tapi ceritanya tak selesai sampai di situ. Saat ini aku sedang menghadapi dilema yang indah, karena aku juga mendapar kabar dari mimpi besarku yang lain: aku diterima di program MBA Universitas Stanford. (Bilang “Yay!” itu merendahkan kabar ini!) Kamu perlu tahu, AKU BENAR-BENAR nggak mengira bisa mendapatkan ini. Peluang diterima sangat kecil dan setiap tahap pendaftaran selalu membuatku mengingatkan diri sendiri untuk nggak berharap banyak. Hampir mustahil bisa masuk ke kampus ini.

Jadi, bayangkan keterkejutan menyenangkan saat mendapat telepon dari Palo Alto (lokasi kampus Stanford, red.). Obrolannya sendiri terasa samar-samar sementara aku berbisik “Oh my god” ke orang tuaku.

Pelajaran yang dipetik: Mimpi itu lucu. Mimpi yang rasanya paling nggak mungkin terwujud bisa balik menangkapmu.

Ngomong-ngomong… aku membagi kisah ini dengan kamu karena kamu adalah bagian dari perjalananku dan aku ingin mengucapkan terima kasih atas peranmu membawaku di titik ini. Terima kasih sudah mengikuti dan menyimak kisah-kisah yang aku tuturkan. 

Aku belum memutuskan Stanford atau Harvard. Aku punya kecenderungan pada salah satu, tapi aku akan mengabarkan keputusanku ketika waktunya tiba. x Mod

maudy ayunda stanford university harvard university oxford university kuliah master s-2 2

Profil sekilas kampus Stanford dan Harvard yang bikin Maudy Ayunda dilema

Maudy Ayunda lulus dari SMA British School di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten pada 2013. Ia kemudian melanjutkan studi S-1-nya di Universitas Oxford dengan mengambil jurusan Politics, Philosophy, and Economics. Di jurusan ini pula pada kemudian hari, penerima Nobel Perdamaian Malala Yousafzai juga berkuliah.

Maudy Ayunda lulus dari Oxford pada 2016. Gadis kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994 ini kemudian memutuskan melanjutkan studi master tahun ini, di usianya yang ke-25.

#1 Universitas Harvard
maudy ayunda stanford university harvard university oxford university kuliah master s-2 2

Foto kampus Harvard. (Sumber: Bizjournals.com)

Universitas Harvard adalah salah satu dari delapan kampus yang disebut sebagai Ivy League di Amerika Serikat. Mulanya Ivy League adalah sebutan untuk perkumpulan atletik antara delapan kampus itu, namun belakangan istilah itu merujuk pada elitisisme delapan kampus yang dianggap terbaik di Amerika Serikat.

Kampus Ivy League meliputi Universitas Brown, Universitas Princeton, Universitas Columbia, Universitas Cornell, Universitas Dartmouth, Universitas Harvard, Univesitas Pennsylvania, dan Universitas Yale. Konon, saat mendaftar S-1, Maudy Ayunda tak hanya diterima di Oxford, melainkan di delapan kampus sekaligus! Dan di antara kampus-kampus itu ada Universitas Brown, Columbia, dan Harvard.

Jadi, ketika sekarang dia kudu milih satu di antara dua kampus terbaik di dunia, harusnya Maudy nggak perlu dilema karena dia udah pernah mengalami milih satu dari delapan 🙁

Universitas Harvard berlokasi di Cambridge, negara bagian Massachusetts. Kampus ini berdiri pada tahun 1636 (tahun ini berusia 383 tahun) dan dinamai berdasarkan nama orang yang membiayai pendiriannya pertama kali, yakni Pendeta John Harvard.

BACA JUGA: Rahasia Kesuksesan Ada pada Siapa yang Kamu Nikahi, Penelitian Membuktikan

Dari sekian amat sangat banyak sekali alumni Harvard yang menjadi tokoh dunia, empat yang bisa disebut ialah Presiden dan Ibu Negara Amerika Serikat ke-44, Barack Obama dan Michelle Obama (keduanya lulusan Sekolah Hukum Harvard – Harvard Law School), kemudian suami istri Mark dan Priscilla Chan Zuckerberg (Mark drop out dari jurusan ilmu komputer, Priscilla lulus dari jurusan kedokteran).

#2 Universitas Stanford
maudy ayunda stanford university harvard university oxford university kuliah master s-2 2

Foto kampus Stanford. (Sumber: Bizjournals.com)

Kampus ini aslinya bernama Leland Stanford Junior University, tapi kerap disebut Universitas Stanford atau Stanford saja. Ia berlokasi di Standford, negara bagian California.

Univeritas Stanford didirikan pada 1885 oleh mantan gubernur California Leland Stanford dan istrinya, Jane Stanford, sebagai kenangan atas anak tunggal mereka, Leland Stanford Junior, yang meninggal dunia akibat tifus pada usia 15 tahun.

Untuk menggambarkan kebesaran kampus ini, data berikut bisa dipakai. Per Oktober 2018, ada 83 orang penerima hadiah Nobel yang punya hubungan dengan kampus ini, entah sebagai mahasiswa, alumni, maupun pekerja. Stanford juga merupakan alma mater bagi 30 miliuner yang saat ini masih hidup (dalam arti mereka adalah pemilik kekayaan miliaran… dalam dolar AS) dan 17 orang astronot. Alumni Stanford juga merupakan golongan yang terbanyak “menguasai” Kongres Amerika Serikat sepanjang masa.

Lalu, kira-kira Maudy mau pilih yang mana ya? Kalau kami sih menebak dia akan pilih Stanford. Kita lihat saja nanti.

Sumber: Instagram Maudy Ayunda, Wikipedia, Wikipedia

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!