Lewat Video Musik Terbaru, Fun As Thirty Angkat Isu Sosial Politik

Lewat Video Musik Terbaru, Fun As Thirty Angkat Isu Sosial PolitikLewat Video Musik Terbaru, Fun As Thirty Angkat Isu Sosial Politik

Unit melodic punk asal kota bengawan ini beranggotakan Hanton Prasetyo (Vocal & Guitar), Dhimas Satyanggoro (Bass & Back Voc), Ezra Nugroho (Guitar & Back Voc) dan Ari Hamzah (Drum)

Musik melodic punk, atau sering juga disebut pop-punk muncul ke permukaan lewat nama-nama band semacam Green Day, Blink 182, NOFX, MxPx, hingga New Found Glory. Nama-nama tersebut sempat menjadi idola para remaja di awal milenium. Fun As Thirty (FAT), salah satu band pengusung melodic punk yang dibentuk di Surakarta pada 25 Desember 2016. Tidak pakai menunggu terlalu lama, FAT langsung merilis album 'self titled' pertamanya tepat setahun kemudian, 25 Desember 2017.

Sebelum meluncurkan album kedua mereka, FAT baru saja merilis sebuah video musik yang tidak biasa. Kali ini, lewat single terbarunya berjudul 'Atas Nama Rakyat', mereka mengangkat isu sosial politik. Lagu tersebut merespon turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para anggota dewan di gedung MPR/DPR.

"Lagu ini ditujukan untuk siapa saja yang menjual nama rakyat demi mendapatkan keuntungan pribadi ataupun golongan/partai. Menjelang pemilu akan banyak sekali calon-calon legislatif yang mengupayakan segala cara untuk mendapatkan suara banyak," kata Hanton sang vokalis.

Bila hanya dijadikan sekedar jargon politik, kelak tentu saja rakyat bakal ditinggalkan ketika mereka terpilih. Menurut FAT ada banyak anggota legislatif yang sebenarnya kurang berkompeten. "Mari kita lihat kembali kasus RUU Permusikan yang baru-baru saja terjadi. Itu hanya secuil masalah yang tampak di permukaan. Ibarat gunung es," tambahnya.

Sejak mencuatnya polemik RUU Permusikan, FAT memang sudah bersuara lantang baik di atas panggung maupun di media sosial mereka.

Fun As Thirty, Melodic Punk Asal Solo Angkat Tema Sosial Politik

fun as thirty
Menurut Fun As Thirty, tugas anggota dewan hanyalah perantara untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. FAT ingin agar masyarakat semakin sadar, dan tidak sembarangan memilih. "Jangan pilih oknum-oknum yang sudah mempunyai track record jelek. Kita juga semakin dituntut lebih kritis untuk mengawal kinerja para wakil rakyat. Vox populi vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan," tegasnya.

Video musik 'Atas Nama Rakyat' ini digarap oleh Slinkybones, dengan penata kamera Huda Ramadhan, dan make up fx Siti Rohmana. Sedangkan untuk post production digarap oleh Boneless Visual, lalu Foley & Scoring oleh Momo Biru. Video musik ini juga didukung oleh Dehunter Pictures, Xcode Films, dan Ruang Maya.

Sang Drummer Ari Hamzah mengaku enggan membocorkan tema-tema lagu lainnya yang akan dirilis FAT untuk album kedua mereka. "Ya tunggu saja tanggal mainnya. Hahaha yang pasti sangat relevan dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini" kata mantan penggebuk drum Endank Soekamti ini.

Unit melodic punk asal kota bengawan ini beranggotakan Hanton Prasetyo (Vocal & Guitar), Dhimas Satyanggoro (Bass & Back Voc), Ezra Nugroho (Guitar & Back Voc) dan Ari Hamzah (Drum). Setelah merilis album pertamanya, FAT mendapat respon yang cukup menyenangkan. Rilisan berupa boxset yang berisi kaset pita dan beberapa merchandise yang diproduksi terbatas telah ludes terjual.

Unggahan ketiga single dari album tersebut 'Terjaga', 'Mimpi Yang Tertunda', dan 'Fun As Thirty' di kanal youtube mereka sampai saat ini sudah di tonton oleh 25.000 viewers dan mendapatkan 2.400 subscribers. Begitu pula di gerai digital Spotify, sampai akhir tahun 2018 album pertama tersebut sudah distreaming sebanyak 19.000 kali.

Lewat Video Musik Terbaru, Fun As Thirty Angkat Isu Sosial Politik

 

Lewat Video Musik Terbaru, Fun As Thirty Angkat Isu Sosial Politik

Bulan Juli 2018 lalu, Fun As Thirty melakukan rangkaian Fun As Tour untuk mengenalkan diri dan mempromosikan album pertamanya. Kota yang disinggahi di antaranya; Tegal, Purwokerto, Malang, Surabaya, Jember, Lumajang, dan Lamongan.

Sebulan kemudian, Agustus 2018 Fun As Tour berlanjut ke Pulau Dewata. Di Bali mereka tampil di St. Jhon Cafe, Sanur Garage, Gimme Shelter, Broadcast Space dan Twice Bar, kafe milik drummer SID, JRX.

Baca Juga: RUU Permusikan Picu Kontroversi, Ini Kata JRX Superman Is Dead

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami

img
Penulis

Kiki Pea