Bisakah Anda Menolongnya? Pria Ini Mencari Ibu Kandung yang 40 Tahun Tak Pernah Ia Lihat

Bisakah Anda Menolongnya? Pria Ini Mencari Ibu Kandung yang 40 Tahun Tak Pernah Ia Lihat

Bisakah Anda menolongnya? Pria ini diadopsi 40 tahun lalu dan kini, ia mencari ibu kandungnya.

Namanya Jordy. Ia lahir di Jakarta, berkewarganegaraan Belanda, dan sedang mencari ibu kandung.

Jordy lahir dengan nama Danis Maruto pada 11 Oktober 1978. Begitu lahir ia diserahkan ke sebuah panti asuhan di Jalan Sukabumi, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat.

Tiga bulan berada di panti asuhan, sepasang suami istri Belanda mengadopsinya dan memboyongnya ke Belanda. Sejak itu ia tinggal di negara tersebut.

Kini, di usianya yang menginjak 40 tahun, Jordy terdorong untuk menemukan ibunya. Lewat poster yang disebar di media sosial sejumlah temannya, ia berjuang mencari ibu kandung yang melahirkannya. Pengumuman Jordy “Danis Maruto” juga dibagikan grup Facebook “Mencari Orang Tua Kandung“. 

 

danis maruto mencari ibu kandung

danis maruto mencari ibu kandung

Berikut informasi yang dimiliki Jordy mengenai ibu yang ia cari.

  • Jordy, nama lahir Danis Maruto, lahir di rumah sakit bersalin di Jakarta Timur pada 11 Oktober 1978, dibantu perawat bernama Nyonya Sri Rachmani.
  • Nama ibu Diah Praptiayu, saat ini berusia sekitar 60 tahun. Nama suami, Laude.
  • Tahun 1978 beliau tinggal di rumah Nyonya Israni di Pondok Pinang, Jakarta.
  • Di tahun 1978 Ibu Diah Praptiayu bekerja di Pusat Perbelanjaan Sarinah.

“Siapa yang bekerja di pusat perbelanjaan Sarinah sekitar 1978 dan ingat dengan ibu saya dan masih berhubungan dengan dia, saya minta untuk menyampaikan kepadanya bahwa saya tidak kecewa dan marah sama sekali,” kata Jord saat diwawancarai sahabatnya, Inge Lestari, di V Radio.

“Saya tumbuh besar dengan baik dan dididik dengan baik. Bahkan sebenarnya saat ini saya sangat bahagia. Kalau Anda punya petunjuk atau alamat, Anda bisa kontak ke email saya ([email protected]).”

Kisah Jordy “Danis Maruto” mencari ibu kandung

Dalam wawancara dengan V Radio, Jordy menuturkan alasan ia mencari ibu kandung, Diah Praptiayu.

“Aku selalu ingin mengabarkan kepada ibu kandungku, ibu Indonesia-ku, bahwa aku baik-baik saja. Aku bernapas dengan baik, aku punya keluarga yang sangat mencintai dan menyayangiku.

“(Aku ingin menemukan ibuku karena) aku pikir, mungkin setiap ulang tahunku, dia kepikiran aku bagaimana.

“Sekarang aku makin tua. Oktober ini, aku 40 tahun. Aku sangat ingin menyampaikan pesan itu (kepada ibuku, bahwa aku baik-baik saja). Barangkali ada yang saat ini mendengarkan dan bisa menyampaikannya kepada ibuku.”

danis maruto mencari ibu kandung 2

Jordy “Danis Maruto”, tengah. Foto milik Inge Lestari.

Jordy bahagia dengan hidupnya. Ia dibesarkan oleh keluarga yang baik, disayangi, dan mendapat pendidikan yang cukup.

Keluarga angkatnya tidak pernah menutupi kenyataan bahwa ia anak angkat. Ia ingat, sejak ia berusia 3 atau 4 tahun, ia sudah tahu bahwa ia anak angkat.

Ia pernah merasa tak bernyali untuk mencari ibunya. Namun, semakin ia tua, semakin ia merasa bahwa ia perlu memberi kabar kepada ibunya, sebelum didahului waktu.

“Aku nggak marah dan kecewa sama sekali (dengan orang tua kandungku),” ujarnya.

Berharap terbantu oleh teknologi

Meski telah mengetahui dirinya anak angkat sejak kecil, Jordy baru mulai mencari ibunya di tahun 2006. Itu 12 tahun lalu.

Saat itu ia berada di Bali dan ayah Belandanya menyusul. Ayahnya membawa dokumen adopsinya dan dari sana, tertera nomor telepon panti asuhan tempatnya ditampung dulu.

Mereka mengontak telepon itu. mereka terkejut, ternyata diangkat. Di seberang sana terdengar suara Bapak Damachi, suami dari perempuan yang mengelola panti asuhan yang ternyata sudah tutup di tahun 1983 itu.

Setelah terhubung dengan Bapak Damachi, Jordy dan ayahnya berangkat ke Jakarta untuk mendatangi Damachi.

Dari dokumen panti asuhan, Jordy mendapat sejumlah informasi. Antara lain alamat tinggal ibunya dan lokasi kerja ibunya.

Bersama ayahnya, hari itu, tahun 2006, ia berangkat dengan taksi mencari alamat rumah ibunya itu. namun, sopir taksi tak menemukan alamat itu.

Saat itu ia merasa bahwa ia tidak perlu ngoyo untuk mencari.

Keinginan menemukan ibu kandung itu muncul lagi beberapa saat menjelang ulang tahunnya ke-40. Selain takut bahwa ibunya telah semakin tua, ia berharap teknologi saat ini bisa membantunya.

Balada para pencari orang tua kandung

Mei 2018 lalu, pertemuan mengharukan antara anak dan ibu kandungnya yang terpisah 40 tahun terjadi di Lampung.

Andre Kuik lahir di Lampung pada Februari 1978. Karena konflik keluarga, ia dipisahkan dari ibunya. Lima bulan kemudian, bayi itu diadopsi satu keluarga Belanda dan diboyong ke sana.

Andre hidup bahagia dengan keluarga barunya, namun asal-usul Indonesia mengusiknya untuk mencari tahu. Ia memulai pencarian itu di tahun 2013. Butuh lima tahun sampai ia bertemu ibu kandungnya, Kartini (65 tahun) di Lampung.

“Saya berusia 40 tahun dan saya menganggap orang-orang di sini tidak berumur panjang, saya pikir kalau saya tidak menemukan mereka sekarang, kapan lagi,” ujar Andre, dikutip dari BBC Indonesia yang merekam pertemuan haru Andre dan keluarganya tersebut.

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi