Warga Rusia Menyelundupkan Orang utan Dengan Cara Membiusnya Di Dalam Koper

Warga Rusia Menyelundupkan Orang utan Dengan Cara Membiusnya Di Dalam Koper

Kok masih ada ya yang menjadikan Orang utan sebagai hewan peliharaan?

Seorang turis Rusia yang berusaha menyelundupkan orang utan Indonesia dengan cara dibius di dalam kopernya ditangkap di Bali. Pelaku menyelundupkan orang utan tersebut untuk dibawa pulang dan disimpan sebagai hewan peliharaan, kata polisi, Sabtu (23 Maret).

Orang utan Indonesia Akan Diselundupkan Ke Rusia Sebagai Hewan Peliharaan
orang utan Indonesia

Foto: AFP

Tersangka bernama Andrei Zhestkov ditahan di bandara Denpasar Jumat malam saat melewati pemeriksaan keamanan. Rencananya ia akan melakukan penerbangan untuk kembali ke Rusia. Petugas yang merasa curiga menghentikannya dan membuka kopernya. Pada pemeriksaan tersebut ditemukan orang utan Indonesia berumur dua tahun sedang tertidur di dalam keranjang rotan.

“Kami percaya orang utan diberi pil alergi yang membuatnya tertidur. Kami menemukan pil itu di dalam koper,” kata pejabat lembaga konservasi Bali I Ketut Catur Marbawa kepada Agence France-Presse, Sabtu kemarin. “Zhestkov tampak siap, seperti sedang mengangkut bayi,” tambahnya.

Menurut Marbawa, pria berusia 27 tahun itu juga mengemas susu formula dan selimut bayi untuk orang utan tersebut. Bukan hanya orang utan Indonesia, polisi juga menemukan dua tokek hidup dan lima kadal di dalam kopernya.

Zhestkov mengatakan kepada pihak berwenang bahwa orang utan Indonesia yang dilindungi itu diberikan oleh temannya sebagai hadiah. Temannya juga merupakan turis Rusia itu membeli primata tersebut seharga US $ 3.000 dari pasar jalanan di Jawa.

Dia mengklaim bahwa temannya, yang sejak meninggalkan Indonesia, meyakinkan dirinya bahwa orang utan Indonesia bisa dibawa pulang sebagai hewan peliharaan. Menurut Marbawa, pria Rusia tersebut terancam hukuman lima tahun penjara dan denda penyelundupan sebesar US $ 7.000.

Orang utan Indonesia adalah spesies yang terancam punah, menurut International Union for Conservation of Nature, kini hanya ada sekitar 100.000 orang utan yang tersisa di seluruh dunia.

Pekerja perkebunan dan penduduk desa di Indonesia sering mempertimbangkan hama kera yang terkadang menyerang mereka, sementara pemburu menangkap hewan primata tersebut untuk dijual sebagai hewan peliharaan. Serangkaian serangan fatal pada kera telah disalahkan pada petani dan pemburu. Sebelumnya empat pria Indonesia ditangkap atas pembunuhan orang utan dengan menembaknya menggunakan senapan angin sekitar 130 kali.

Orang utan Indonesia, Dilindungi Tapi Tak Terlindungi!

Rumah orang utan di seluruh dunia, hanya dua. Orang utan hanya hidup di dua pulau, yaitu di Sumatera dan Kalimantan sehingga kita mengenal adanya orangutan Sumatra dan Orangutan Kalimantan. Memang, Pulau Kalimantan bukan hanya punya Indonesia. Kita berbagi pulau itu dengan negara tetangga Malaysia. Tapi 90% dari satwa khas ini berada di wilayah Indonesia.

Katanya, primata besar ini adalah satwa yang dilindungi. Kini orang utan sudah pada status terancam punah dan bahkan orang utan sumatera sudah sangat terancam punah.  Satwa ini dilindungi oleh aturan dan perundangan, tetapi kenyataannya mereka kini menuju kepunahan.  Akankah Orang utan hanya tinggal cerita para tetua, tanpa bentuk yang nyata?

Sumber: Asia One, Mongabay

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea