5 Cara Menarik Diri dari Sebuah Hubungan yang Tidak Sehat

5 Cara Menarik Diri dari Sebuah Hubungan yang Tidak Sehat5 Cara Menarik Diri dari Sebuah Hubungan yang Tidak Sehat

Hati-hati memilih pacar!

Akibat pacaran tidak sehat, Jane (bukan nama sebenarnya) mengalami kebutaan di salah satu matanya. Kini matanya memiliki bekas luka dan ia telah keluar-masuk rumah sakit setidaknya lima kali. Bukan hanya itu, Jane bahkan nyaris tewas ketika mantan pacarnya yang kasar seringkali memukulnya. Dalam hubungan pacaran tidak sehat selama lima hingga enam tahun, saat dia berusia 22 tahun, Jane telah dipukuli dengan benda-benda seperti palu dan obeng.

Pelakunya juga melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan meninggalkan bekas luka permanen, baik secara fisik maupun emosional. Jane, yang sekarang berusia 30 tahun, masih khawatir bahwa pria tersebut akan muncul kembali dalam hidupnya.

Akibat Pacaran Tidak Sehat, Seorang Cewek Mengalami Cacat Fisik

Dalam sebuah wawancara dengan The New Paper, Jane mengatakan bahwa mengapa dia tidak meninggalkan pelakunya karena dia mencintainya, juga karena dia membuatnya percaya pelecehan itu disebabkan oleh tindakannya.

Mantan pacarnya juga melarang dia melakukan kontak dengan teman dan keluarga, bahkan menguncinya di rumah mereka. Ketika dia mencoba melarikan diri dan mendapatkan bantuan, dia melacaknya setiap kali dan mengancamnya. Karena takut, dia akan kembali kepadanya. Keluarganya yang ketakutan kemudian memutuskan hubungan dengannya.

Jane mengatakan bahwa ketika dia masuk rumah sakit setelah dianiaya, dia memanggil ibunya untuk meminta pengampunan, tetapi ditolak.

"Suatu hari saya akhirnya melarikan diri dan pindah ke rumah adik perempuan saya, sehingga dia tidak dapat melacak saya, tetapi saya masih memiliki bekas luka yang mengingatkan tentang apa yang dia lakukan kepada saya," kata Jane, yang sekarang lebih bahagia setelah menikah dan bersatu kembali dengan keluarganya.

Korban lain, yang bertemu pacarnya saat berusia 16, pernah dibanting ke dinding, ditendang, ditinju dan diancam dengan pisau. Dia mulai dianiaya hanya dua bulan setelah mereka berpacaran. Dua tahun kemudian, dia hamil dan menikah dengannya. Dia mengira bayinya akan mengubahnya. Namun pria tersebut terus memukulinya, bahkan ketika ia mengandung bayi mereka.

Wanita-wanita ini hanyalah dua dari banyak korban kekerasan pasangannya. Tapi bagaimana kekerasan domestik ini dapat terjadi dan adakah cara terbaik untuk menghindarinya?

Pacaran tidak sehat, mengapa bisa terjadi dan bagaimana menghentikannya?

Sebuah hubungan yang tidak sehat tidak selalu tentang kekerasan fisik saja, kekerasan verbal pun termasuk di antaranya.

Apakah pasanganmu suka cemburu berlebih, mengontrol privasimu seperti mengetahui semua password media sosialmu, atau sering mengecek ponselmu? Sering membuatmu seolah-olah melakukan kesalahan yang fatal dan kamu adalah satu-satunya penyebab hubungan ini tidak akan bisa berhasil. Menumpukan semua kemarahan dan kesalahan kepadamu seorang?

Hal tersebut adalah beberapa pertanda bahwa kamu sudah memiliki hubungan pacaran yang tidak sehat. Lalu bagaimana menyudahinya?

#1 Kembali kepada keluarga tercinta

Menyudahi hubungan yang tidak sehat memang tidak mudah. Setelah kepercayaan diri yang hancur, segala ancaman yang mendera telinga hingga terngiang dalam tidurmu, memang tak mudah untuk dilewatkan begitu saja.

Untuk menyudahi sebuah hubungan yang tidak bisa dipertahankan lebih lama lagi, kamu membutuhkan support system yang idealnya datang dari keluarga dan teman-teman terdekat. Satu kuncinya, jujur tentang apa yang terjadi pada hidupmu saat ini. Biarkan mereka menolongmu.

#2 Rencanakan sebaik mungkin

Kabur atau menghindari hubungan percintaan yang tidak sehat bukanlah sesuatu yang dengan mudah dilaksanakan bahkan direncanakan.

Sebelum memutuskan untuk pergi selamanya, pastikan kamu sudah memiliki support system yang bisa jadi adalah keluarga sendiri atau sahabat terdekatmu. Pastikan juga bersama mereka kamu bisa merasa aman dan tidak bisa ditemukan oleh pasanganmu.

Jika memungkinkan pergilah ketika ia tak berada di sekitarmu untuk meminimalisir tragedi yang akan terjadi jika ia mengetahui kamu akan pergi dari hidupnya.

#3 Minta bantuan secara hukum

Penting untuk penyintas kekerasan merasa aman setelah keberhasilannya pergi dari pelaku kekerasan. Hal ini termasuk juga untuk meminta bantuan secara hukum, karena merasa keamanannya terancam.

Jadi ketika pasanganmu mencarimu, dan (mungkin) akan melakukan hal yang sudah biasa dilakukan, kamu sudah memiliki tameng secara hukum.

#4 Mencari bantuan profesional

Kestabilan mental tidak mungkin langsung didapatkan ketika pergi meninggalkan  pacarmu yang kasar. Oleh karena itu kamu perlu mencari bantuan profesional, bicaralah kepada psikolog atau psikiater mengenai kondisimu.

Bantuan lain yang bisa kamu dapatkan adalah berupa support group dari sesama penyintas hubungan yang tidak sehat. Kalian dapat berbagi pengalaman dan saling menguatkan satu sama lain.

#5 Putuskan siklusnya, cintai dirimu sendiri

Penyintas kekerasan dalam sebuah hubungan bisa menjadi sangat lemah dan mudah sekali tertarik kepada hubungan tidak sehat berikutnya.

Salah satu penyebabnya adalah kepercayaan diri yang kian terkuras, sehingga merasa dirinya tak cukup berarti untuk dicintai sebagaimana mestinya. Sebelum memutuskan untuk memulai hubungan yang baru, ada baiknya jika kamu terlebih dahulu melindungi dirimu sendiri dengan memberikan cinta banyak-banyak kepada diri sendiri.

Sebab tak ada yang bisa lebih mencintai diri kita selain diri kita sendiri, bukan?

 Sumber:Asia One, Greatist

Baca juga:

5 Skenario Penyebab Putusnya Hubungan Setelah Pacaran Lama

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

img
Penulis

Kiki Pea