Pendidikan Seks Di Sekolah Mampu Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak

lead image

Gadis ini tidak sadar bahwa pemerkosaan oleh kakeknya adalah hal yang biadab.

Kasus pemerkosaan anak kembali terjadi, kali ini korbannya adalah seorang anak di Malaysia yang berusia 11 tahun. Korban telah diperkosa oleh kakeknya sendiri selama lebih dari setahun, tetapi dia tidak pernah memberi tahu siapa pun, karena dia tidak menyadari apa yang dilakukan kakek itu bukan hanya merupakan hal yang salah, tapi juga biadab.

Namun, pada bulan Februari lalu, setelah mengikuti kelas pendidikan seks di sekolahnya, murid kelas lima tersebut menyadari bahwa dia telah mengalami pelecehan seksual. Gadis itu menceritakan kepada seorang guru setelah pelajaran, dan guru itu memberi tahu ibu gadis itu yang kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi.

Akibatnya, kakek berusia 50 tahun tersebut ditangkap, dan dijatuhi hukuman 27 tahun penjara oleh Pengadilan, Kamis, (21 Maret) lalu.

Pemerkosaan Anak Terungkap Setelah Korban Mengikuti Kelas Pendidikan Seks

Presiden Sabah Women's Action Resources Group, Winnie Yee kini telah memperbarui seruan agar pendidikan seks dilaksanakan di semua sekolah di seluruh negara bagian. Dia mengatakan insiden itu menyedihkan, tetapi membuktikan bahwa pendidikan seks penting, dan bahkan dapat mendorong korban untuk mencari bantuan.

"Kami sekarang sedang berupaya agar Departemen Pendidikan negara bagian memperluas pendidikan seks ke semua sekolah di Sabah. Setiap sekolah harus memiliki seseorang yang dapat menangani dan berbicara tentang kasus pemerkosaan anak ini," kata Yee.

Dia mengatakan menurut laporan oleh berbagai organisasi non-pemerintah termasuk Unicef ​​ada tren peningkatan seks remaja di Malaysia.

Menurut laporan itu, tanpa informasi dan keterampilan yang benar untuk mengatasi pertumbuhan anak menjadi dewasa, beberapa anak muda bereksperimen dengan narkoba dan melakukan hubungan seks tanpa kondom, sehingga meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan serta tertular HIV, hepatitis dan penyakit menular seksual lainnya.

Juga dinyatakan bahwa kurangnya kecakapan hidup juga berkontribusi terhadap masalah sosial lainnya, di antaranya seperti kenakalan remaja dan intimidasi di sekolah.

Sumber: Asia One

Baca juga:

Siswa SMA Meninggal, Diduga karena Dipukul Guru Agama dengan Gayung

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea