7 Ciri Toxic People, Orang Dekat yang Bikin Kamu Depresi

7 Ciri Toxic People, Orang Dekat yang Bikin Kamu Depresi

Toxic people bisa jadi pacarmu, temanmu, bahkan orang tuamu.

Ketika hidupmu terasa sulit karena orang-orang di sekitar selalu membuatmu merasa lelah, cemas, dan tertekan, bisa jadi kamu dikelilingi toxic people alias orang-orang toxic. Mereka bisa siapa saja: bos, teman, pacar, suami, saudara, bahkan orang tua. Pengertian toxic people berikut ini akan membuatmu bisa melihat lebih jelas, mana sih orang dekatmu yang sesungguhnya, dan mana yang sebenarnya justru musuh dalam selimut.

Pengertian toxic people, orang dekat yang bikin kamu depresi

pengertian toxic people toxic relationship

Pengertian Toxic secara harfiah berarti 'racun, tidak menyenangkan, berbahaya, dan berisiko tinggi'. Dalam bahasa pergaulan, menurut Urban Dictionary, toxic adalah sebutan untuk orang yang sangat negatif. Ia suka merusak suasana dan menyebarkan kebencian maupun gosip buruk tentang orang lain. Istilah ini mulanya banyak dipakai di dunia gaming untuk menyebut pemain yang yang suka menjatuhkan mental orang lain.

Menurut Psychology Today, ada 8 ciri orang toxic yang bisa kamu perhatikan di diri teman-temanmu. Ciri-ciri itu antara lain:

#1 Toxic people itu suka memanfaatkan (manipulatif)

Intinya mereka selalu berusaha membuat orang lain melakukan apa saja yang mereka inginkan. Semua hal pokoknya untuk dirinya. Mereka bahkan memanfaatkan atau malah menjatuhkan orang lain demi mencapai tujuan mereka. Paling berbahaya jika menemukan orang seperti ini menjadi pacar kamu.

#2 Toxic people itu suka menghakimi (judgmental)

Dia selalu saja punya bahan untuk mengomentari dan mengkritikmu. Diri kamu, apa yang kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, semua jelek di mata mereka. Apa tujuan mereka melakukan ini? Seringnya tidak ada. Mereka cuma senang kalau orang lain menjadi rendah diri dan mereka yang menjadi superior.

#3 Toxic people tidak mau bertanggung jawab atas perasaan mereka sendiri

Perasaan cinta, marah, benci, sayang, kesal, kecewa, cemas tentu saja wajar dialami manusia. Tapi, menurut toxic people, perasaan-perasaan itu, terutama yang negatif, terjadi bukan karena salah mereka. Semua salah orang lain. Semua salah kamu.

BACA JUGA7 Ide Hadiah Valentine Paling Romantis untuk Pacarmu Tersayang

Kalau mereka gagal di sekolah, mereka akan marah ke kamu. Kalau mereka sedang kecewa, dia akan merecokimu dengan keluhan, keluhan, dan keluhan. Padahal you've nothing to do with their problems. Negatif sekali kan berada di dekat orang seperti ini?

#4 Toxic people itu plinplan (inkonsisten)

Kamu nyaris nggak tahu dia itu sebenarnya siapa karena di setiap waktu, dia selalu menjadi orang yang berubah-ubah. Dulu kamu kira dia seorang yang sabar, tapi ternyata dia juga bisa meledak karena hal sepele. Dulu kamu kira dia penyayang, tapi dia bisa membuatmu menangis tanpa berusaha minta maaf.

Pada orang toxic, pendapat, perilaku, dan kebiasaan mereka sangat ditentukan oleh perasaan mereka saat itu. Kalau suasana hati lagi baik, dia akan jadi baik banget (yang kemungkinan karena dia ada maunya). Juga sebaliknya. Intinya, mereka melakukan apa saja yang mereka mau tanpa peduli perasaan orang lain.

#5 Toxic people memanipulasi kamu agar kamu merasa harus membuktikan diri kepada mereka

Orang toxic mengendalikanmu untuk memilih mereka alih-alih bersama orang lain. Ia juga mengendalikanmu untuk memilih hal yang mereka suka. Kalau dia nggak suka temanmu, dia akan bikin kamu memutuskan hubungan dengan temanmu. Tak lain, ini karena dia tidak peduli apa yang baik dan penting buatmu. Semua hal cuma tentang dirinya sendiri.

#6 Toxic people membuatmu harus berjuang menjelaskan dan membela diri

Orang toxic kesulitan untuk memahami bahwa orang lain punya pandangan dan pendapat berbeda. Itu terjadi karena mereka nggak peduli dengan kepentingan orang lain. Mereka nggak mengenal kompromi.

Rendah hati dan menghargai keputusan yang bisa diterima orang lain bukan sifat toxic people. Sebab, kamu harus ingat, mereka juara satu dalam hal memanfaatkan orang. Semisal kalian sedang mendiskusikan sesuatu, mereka akan membuatmu tidak fokus pada inti diskusi dan justru menyoroti cara kamu ngomong, pilihan katamu, dan lain-lain.

Mereka tuh berfokus pada masalah, bukan solusi.

#7 Toxic people bukan orang yang perhatian, suka mendukung, apalagi peduli pada hal-hal yang menurutmu penting

Sebaliknya, kalau kamu sedang beruntung, mereka bakal bikin kamu tidak lagi merasa beruntung. Mereka nggak suka melihat kamu bahagia. Hati-hati dengan orang yang selalu saja mencari kesalahanmu dan bikin kamu minder. Kesetiaan adalah hal asing buat mereka.

Jangan pernah berharap bisa mengubah toxic people!

pengertian toxic people toxic relationship

Manipulatif adalah sifat terburuk seorang yang masuk dalam pengertian toxic sebab, dengan semua sifat jelek itu, ia masih bisa membuatmu merasa harus menyelesaikan masalah dia ciptakan sendiri. Bahkan kamu merasa, ketika dia punya masalah, kamu pula yang harus mengatasinya.

Mereka ingin kamu merasa bersalah dan bertanggung jawab kepada mereka.

Masalahnya, mereka pencinta drama. Ketika kamu berhasil menyelesaikan satu masalah, mereka akan bikin masalah lain supaya simpati dan dukunganmu kepada mereka terus mengalir.

Jadi, jangan pernah terpikir untuk "mengubah" dan "menyelamatkan" mereka. Hanya mereka sendiri yang punya kontrol untuk berubah.

Hal paling menyedihkan dari berada di sekitar ialah perangainya yang membuatmu lelah secara psikis. Waktumu habis untuk melayani mereka sampai-sampai kamu frustrasi karena keinginanmu sendiri tak pernah terpenuhi.

Toxic people yang paling berbahaya adalah toxic people yang narsistik. Meraka selalu ingin jadi pusat perhatianmu, mereka pikir mereka tahu kamu, lebih dari diri kamu sendiri. Mereka akan mengisolasimu dari orang-orang lain agar kamu fokus pada dirinya.

Tapi, paparan ini adalah gambaran umum, sementara hubungan pertemanan, keluarga, maupun percintaan adalah sesuatu yang rumit dan punya dinamikanya masing-masing. Tidak mudah dan tidak bijak untuk memutuskan seseorang adalah toxic people lewat penilaian singkat.

Kuncinya adalah, ketika kamu merasa membenci diri sendiri, itulah isyarat bahwa mungkin ada yang salah dengan lingkunganmu. Saatnya mengevaluasi diri dan lingkungan.

Jika pada akhirnya kamu merasa harus berpisah dengan orang-orang yang termasuk dalam pengertian toxic people, hal itu akan terasa sulit mengingat betapa banyak waktu yang sudah kamu dedikasikan untuknya. Tapi, kamu pasti bisa dan harus bisa. Selamat berjuang!

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi