Sering Marah-Marah? Menurut Penelitian, Bisa Jadi Ini Gejala Depresi

Sering Marah-Marah? Menurut Penelitian, Bisa Jadi Ini Gejala Depresi

Kemarahan yang singkat, justru bisa menjadi gejala dari sesuatu hal yang serius.

Ada banyak penyebab orang marah tanpa sebab. Mungkin kita juga pernah mengalami hari-hari ketika segala sesuatunya tampak mengesalkan, misalnya suara kunyahan rekan kerja yang mengganggu, antrian di supermarket, teman yang terlalu banyak nyampah di medsos, dll. Tapi ketika kamu terbangun dari waktu tidur yang lama, dan salah posisi tempat tidur, mungkin kamu hanya butuh libur lebih dari satu hari. Apa yang menyebabkan kemarahan bisa menjadi masalah, dan bagaimana cara mengatasi emosi berlebihan?

Apa Penyebab Orang Marah Tanpa Sebab: Apakah Depresi Bisa Menjadi Akar Penyebabnya?

Membayangkan seseorang yang depresi, mungkin kamu langsung memikirkan seseorang yang begitu sedih dan putus asa sehingga mereka kesulitan bangun dari tempat tidur di pagi hari. Depresi biasanya dikaitkan dengan kesedihan, keterasingan, pikiran untuk bunuh diri, kurang nafsu makan, dll. Tetapi meskipun itu adalah satu cara depresi memanifestasikan dirinya, namun itu bukan satu-satunya cara.

Meskipun penyebab orang marah tanpa sebab tidak terdaftar dalam gejala inti depresi orang dewasa, namun hal itu terdaftar sebagai gejala utama depresi pada anak-anak dan remaja. Dan beberapa peneliti mengatakan bahwa kita harus menambahkan iritabilitas pada daftar gejala depresi.

penyebab orang marah tanpa sebab

Image: Unsplash

“Apa penyebab orang marah tanpa sebab di saat remaja tiba-tiba berhenti marah pada usia 18?” Dr. Maurizio Fava, seorang professor di Harvard Medical School, bertanya pada NPR.

Banyak yang beranggapan bahwa orang dewasa yang depresi yang sering marah-marah memiliki gangguan bipolar atau gangguan kepribadian, tetapi Fava mengatakan bahwa 1 dari 3 pasiennya mengaku sering kehilangan kesabaran. Dia juga menemukan bahwa masalah temperamen ini biasanya mereda dengan antidepresan. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara sifat mudah marah, amarah, dan depresi.

“Mungkin lebih bermanfaat untuk memikirkan depresi bukan sebagai penyakit suasana hati semata, tetapi sebagai gangguan dalam pengaturan emosi kita,” tulis Dr. John M. Grohol dari  PsychCentral.

Bagaimana cara mengatasi emosi berlebihan?

Grohol merekomendasikan untuk melatih perhatian penuh, terutama dengan bantuan terapis yang berkualitas. Kamu juga bisa mencoba buku konsultasi atau aplikasi mindfulness di: Best Free Meditation Apps For Millennials: 9 Essential Tools For Mindfulness And Stress Relief.

Kita semua perlu memahami bahwa depresi itu kompleks, dan dapat memengaruhi orang dengan berbagai cara. Terkadang, depresi mudah dikenali dan didiagnosis. Terkadang, depresi juga hampir tidak terlihat. Jika kamu melihat dirimu atau seorang teman mengalami sifat mudah marah yang jauh dari kebiasaan normal, segera cari bantuan.

Disadur dari artikel Cristina Morales di Herstyle Asia

Baca juga:

7 Ciri Toxic People, Orang Dekat yang Bikin Kamu Depresi

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea