Tega! Ayah Tiri Tega Cabuli Anak di Depan Ibu Kandungnya

Tega! Ayah Tiri Tega Cabuli Anak di Depan Ibu Kandungnya

Bisa jadi, mereka ini adalah orangtua paling bejat sedunia!

Orang tua mana yang tega perkosa anak sendiri? Sudah sepatutnya sebagai orang tua mendidik dan menjaga kehormatan anaknya, namun pasangan suami istri, Rahmat Taufik dan Mira justru mengajak putrinya untuk melakukan perilaku seks menyimpang!

Ayah Tiri Tega Perkosa Anak di Depan Ibu Kandungnya

Tega! Ayah Tiri Tega Cabuli Anak di Depan Ibu Kandungnya

Tanpa rasa bersalah, Rahmat perkosa anak tiri di depan ibu kandungnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Tan Malaka, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Saat berada di dalam kamar mandi, KN (15) kaget luar biasa ketika Rahmat mengetuk pintu dan memaksa masuk sambil memanggilnya. Karena takut, KN tak menuruti permintaan ayah tirinya. Akhirnya Rahmat mendobrak pintu, lalu seperti orang kesetanan mendekap KN yang saat itu tidak berbusana.

KN berteriak, berharap agar ibu kandungnya datang untuk menolong. Bukannya menolong, sang ibu justru meminta agar suaminya perkosa anak tirinya tersebut. KN tak bisa berbuat apa-apa, hanya menyisakan kepedihan mendalam.

Tidak hanya sekali, kedua orangtuanya pun kembali mengulangi aksi bejatnya. Pada Desember lalu, di siang hari KN dipanggil ibunya masuk ke kamar. Di sana Rahmat sudah menunggu dalam keadaan tak berbusana.

Untuk kedua kalinya, peristiwa Ayah perkosa anak tiri di hadapan sang ibunya ini terjadi. Usai kejadian yang kedua ini, korban diberikan uang Rp200 ribu dan handphone. Setelah persitiwa ayah perkosa anak tirinya ini, KN jadi takut ketika berada di rumah, dia merasa masa depannya hancur. Ia tidak habis pikir dengan ibu yang melahirkannya, justru turut menghancurkan hidupnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya, akhirnya kasus itu dilaporkan oleh korban pada 14 Januari 2019 lalu. Kasus ini terungkap setelah korban mengadu kepada ayak kandungnya. Diketahui, ayah dan ibu kandung korban sudah bercerai.

"Jadi si korban ini menyampaikan kepada keluarganya dan juga ayah kandung si korban bahwa dia telah disetubuhi oleh bapak tirinya dan juga dibantu oleh ibu kandungnya sendiri. Jadi ini perbuatan yang sangat bejad dan biadab yang terjadi di wilayah kita," kata Andi.

Ayah korban kemudian melapor ke polisi, dan penyelidikan pun dilakukan bersama dengan Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Polisi juga memberikan konseling terhadap korban untuk mengatasi masalah trauma.

Kedua orang tua bejat itu ditangkap di Jalan Tamalaka, Warungjati, Pancoran, Jakarta Selatan pada 30 Januari 2019. Keduanya ditahan dengan tuduhan pasal 76 huruf d jo 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri Ini Termasuk Kekerasan Seksual

Menurut psikolog Zoya Amirin, kelakuan Mira dan Taufik termasuk acquaintance rape yakni pemerkosaan yang dilakukan oleh orang yang dikenal dekat.  Di kasus ini perilaku threesome adalah ide dari Taufik, namun anehnya Mira malah menyetujui. Kasus perkosa anak ini bukan termasuk penyimpangan, bukan pula gangguan psikologis, namun perbuatan mereka termasuk kekerasan seksual.

Lebih lanjut Zoya menjelaska bahwa jika kasus ini disebut perilaku menyimpang, bisa jadi nantinya ada pemakluman dari publik karena menganggap adanya kelainan dari Mira maupun Taufik. Sehingga Mira dan Taufik punya peluang untuk lepas tanggung jawab.

"Kalau ibunya berhubungan seks dengan suaminya mengajak anak perempuannya maka ini adalah kekerasan seksual," ungkap Zoya.

Korban adalah anak remaja yang relatif mengerti, dan sudah aktif secara seksual, "Ia sudah paham, jadi dia tahu mengenai itu. Yang terganggu adalah konsep dirinya. Kebanyakan anak-anak yang alami ini mengalami trauma, termasuk kekerasan seksual. Dia akan merasa konsep dirinya rendah, dia merasa kotor, hal-hal ini terjadi," papar Zoya.

Dampak terburuk dari korban kekerasan seksual yakni di masa mendatang bisa melakukan hal yang sama. Terlebih si korban adalah perempuan yang biasanya cenderung menjadikan ibu sebagai role model. Menurut Zoya, dalam proses penyembuhan trauma, si anak harus dijauhkan dari kedua pelaku.

Kasus Perkosa Anak Lainnya

Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, seorang wanita NS (30) ditangkap karena mencabuli lima anak di bawah umur dengan iming-iming uang Rp 2.000. Kelima korban itu adalah MA, MK, NK berusia 8 tahun serta dua lainnya SS dan AL berusia 11 tahun. Mereka terdiri atas dua laki-laki dan 3 perempuan. Semua korban merupakan tetangga tersangka pedofil tersebut.

"Kita tangkap setelah adanya laporan dari salah seorang keluarga korban. Setelah (pelaku) kita amankan, para keluarga korban lainnya pun ikut melaporkan atas kasus yang sama terhadap tersangka," kata Wakapolres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro kepada detikcom, Selasa (29/1/2019).

Menurut Edwin kejadian itu dilakukan pada waktu yang berbeda, di lokasi yang sama, yakni di kamar rumahnya. Tersangka melakukan modus yang berbeda dalam melancarkan aksinya. Ada yang dibujuk dengan iming-iming uang. Ada juga yang dirayu dengan hal lainnya.

"Saya lakukan karena suka. Awalnya merayu mereka untuk masuk ke rumah. Saya ajak untuk nonton film komedi di HP dan selanjutnya baru melampiaskan perbuatan itu," kata NS.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak. Polisi juga akan melakukan tes psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka.

Bagaimana menurut kamu, bagaimana cara mencegah agar kasus serupa tidak pernah terulang lagi?

Sumber: Detik, Tribun

Baca juga:

Berapa Usia yang Tepat untuk Mulai Berhubungan Seks?

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Kiki Pea