Pria Pendek Lebih Gampang Marah, Kata Penelitian

lead image

Jangan ngeledekin cowok pendek deh. Bahaya.

Orang pendek, Ian Fleming pengarang James Bond suatu kali berkata, “menyebabkan semua masalah di dunia ini.” Mungkin ia mengacu pada Napoleon, Churchill, dan Jenderal Franco. Sains belakangan membuktikan, badan pendek ada hubungannya dengan perilaku temperamen. 

Pria dengan badan pendek lebih gampang marah, kata penelitian

laki-laki pria pendek badan pendek karakter mudah marah

Pria dengan badan pendek lebih gampang marah, kata penelitian

Peneliti di Centres for Disease Control di Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, baru-baru ini membuat kuis untuk 600 laki-laki berusia 18 sampai 50 tahun. Kuis ini berusaha mencari tahu persepsi mereka tentang apa itu laki-laki, diri mereka, dan perilaku mereka, dalam hubungannya dengan kebiasaan menggunakan narkoba, melakukan kekerasan, dan kejahatan.

Dalam penelitian yang digunakan untuk kepentingan negara ini, peneliti menemukan bahwa lelaki yang paling merasa “kurang maskulin” paling berpotensi melakukan kejahatan.

Penelitian ini mendapati, laki-laki yang merasa kurang maskulin atau menderita stres karena “kurang lakik” (yang mana mereka merasa kekurangan kualitas yang dianggap harus dimiliki laki-laki dalam pandangan budaya lama) hampir tiga kali lebih besar dalam berpeluang melakukan kejahatan dengan kekerasan yang melibatkan senjata atau penyerangan yang menimbulkan luka-luka.

Tinggi badan yang ada di bawah standar rata-rata atau standar yang dianut masyarakat sebagai “ideal” atau “tinggi” adalah salah satu aspek yang membuat para pria merasa “kurang lelaki”. Di Amerika Serikat, tinggi badan ideal seorang laki-laki ada di angka 180 cm.

BACA JUGAIngin Kulit Wajah Tampak Muda? Pakai Serum Vitamin C

Sebuah artikel di The New York Times menyebut, secara statistik terlihat bahwa laki-laki pendek di Amerika Serikat lebih berisiko mengalami dikeluarkan dari sekolah, kecanduan minuman keras, sulit mencari pasangan, sakit, dan depresi. Gaji mereka juga biasanya tidak setinggi para pria bertinggi ideal.

Tahun lalu, satu tim peneliti di Universitas Oxford juga menyimpulkan bahwa “Sindrom Laki-laki Pendek” benar ada. Mereka menegaskan, semakin pendek seseorang, perasaan ingin dianggap penting dan bernilai semakin tinggi, dan tingkat paranoianya semakin tinggi. Sindrom Laki-laki Pendek yang juga disebut Kompleks Napoleon (Napoleon Complex) bukan istilah baru. Frase ini sering dipakai untuk menjuluki para diplomat berbadan pendek yang suka melakukan langkah politik agresif. Orang lain yang sering dijuluki dengan istilah ini adalah Tom Cruise.

Seiring dengan makin meningkatnya tabu tentang tubuh yang berkembang di masyarakat saat ini, persoalan tinggi badan pun termasuk di antaranya. Jadi, bisa dibilang mempercakapkan tinggi badan seorang lelaki adalah hal yang tidak sopan dan termasuk tabu.

Tapi, siapa tahu kan, riset di Georgia di atas tadi sebenarnya terlalu sempit untuk menangkap fenomena yang lebih besar. Maksud kami, jangan terlalu terkungkung oleh keyakinan bahwa orang, khususnya lelaki, yang berbadan pendek itu mudah mengamuk.

Sebab, Napoleon Bonaparte si kaisar Prancis itu sendiri yang ikonik sebagai orang berbadan pendek di zamannya sebenarnya bertinggi badan 174 cm, yang menurut ukuran hari ini nggak pendek-pendek amat. Dan sebagai informasi, tinggi badan Napoleon masih 3 cm lebih tinggi dari aktor laga Jet Li.

Sumber: Shortlist, The New York Times

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi