Gambar Rokok Dituntut Royalti Juga Terjadi di Inggris dan Spanyol

lead image

Klaim Dadang Mulya yang mengaku fotonya dipakai tanpa izin sebagai gambar rokok untuk peringatan bahaya merokok bukan satu-satunya di dunia. Kasus penuntutan royalti juga pernah terjadi di Inggris dan Spanyol.

Dadang Mulya, 42 tahun, dari Kuningan membuat sensasi. 23 Juli 2018, ia mengatakan kepada media bahwa gambar rokok yang menampilkan pria merokok sambil menggendong balita itu adalah dirinya.

Dadang mengaku, foto itu diambil tahun 2012 oleh seorang sales rokok saat ia sedang menonton pertandingan sepak bola di lapangan. Balita yang ia gendong adalah putra bungsunya, ungkap ayah empat anak ini.

Dengan mengatakan fakta tersebut, Dadang meminta keadilan agar ia bisa diberi perhatian. Ia mengharapkan royalti dari penggunaan gambar itu untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan.

Namun, belum lagi kasus tersebut diproses secara hukum, pada 26 Juli 2018 atau tiga hari setelah ia membuka berita tersebut, Dadang mencabut tuntutannya.

Dadang bukan satu-satunya orang di dunia yang pernah mengklaim hak cipta gambar rokok. Perkara sama pernah terjadi di Inggris dan Spanyol.

Tahun 2017, seorang perempuan bernama Jodi Charles mengaku bahwa foto pria dengan selang di leher pada peringatan gambar rokok di Inggris adalah ayahnya, David Ross, yang meninggal pada 2015.

Tetapi, setelah pernyataan Charles tersebar di media, seorang perempuan lain mengklaim foto yang sama sebagai foto suaminya.

Perempuan itu bernama Dorothy Bullock, 52 tahun. Menurutnya, Kenneth Bullock yang sedang dirawat karena stroke-lah yang ada di gambar rokok itu.

Pada 2015, Kenneth dirawat selama empat bulan di sebuah rumah sakit di Cardiff, Inggris. Saat itulah foto itu diambil, atas sepengetahuan Dorothy, dengan alasan untuk keperluan penelitian kesehatan.

Belakangan, ia terkejut foto tersebut ternyata digunakan sebagai peringatan bahaya merokok

Klaim keduanya ternyata tidak baru-baru amat. Setahun sebelumnya, seorang pria berusia 54 tahun di Korunya, Spanyol, juga mengatakan hal serupa untuk gambar rokok yang sama!

Gambar rokok yang sama ternyata juga dipakai di kemasan rokok di Spanyol.

Lelaki yang tidak diungkap namanya ini mengatakan, gambar rokok itu memakai fotonya saat ia sedang dirawat di rumah sakit karena masalah tulang belakang. Foto itu diambil tanpa sepengetahuannya.

Kasus lain dimuat The Guardian pada Januari 2018. Tom Fraine menceritakan kisahnya di 2012, ketika ia, untuk mencari uang, melamar sebagai model peringatan bahaya merokok. Peristiwa itu terjadi di Berlin.

Menurut Fraine, ia diminta oleh agensi yang memotretnya untuk memerankan sejumlah pose dan situasi.

Empat tahun kemudian, ia mendapati fotonya dipakai di peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok yang beredar di Uni Eropa.

Terakhir adalah pengakuan seorang model dari Inggris. Juni tahun ini, Marley Bennett mengetwit bahwa foto lelaki yang sedang menunduk di peringatan rokok adalah dirinya.

Ia memang dipotret dengan pose itu beberapa tahun lalu, tetapi tidak pernah menyangka foto itu akan menjadi populer dengan cara yang tidak mengenakkan.

Wajar jika Bennett menyesal. Sebab foto itu menjadi ilustrasi untuk peringatan “Smoking increases the risk of impotence.” Merokok meningkatkan risiko impotensi.

Pertanyaan yang menyertai kontroversi gambar rokok

Semua kasus di atas tidak ada yang berhasil membuat para penuntutnya mendapat royalti. Tapi, tidak bisa tidak, kasus-kasus tersebut membuat orang bertanya-tanya.

Dalam gambar-gambar yang terpublikasi luas seperti itu, siapa yang menjadi modelnya? Dalam kondisi apa?

Dalam kasus peringatan merokok, apakah benar foto-foto tersebut adalah foto-foto orang yang sakit karena merokok?

Lalu, bagaimana pengaturan hak ciptanya? Apakah foto itu diambil dengan izin orang yang difoto?

Terkait klaim Dadang Mulya, kami mencoba mengecek kebenaran bahwa foto yang sama sudah digunakan di Thailand sejak 2005.

Menurut Dadang, fotonya tersebut diambil tahun 2012 saat ia sedang menonton pertandingan sepak bola. Jika ada bukti bahwa foto itu sudah dipakai di kemasan rokok di belahan dunia lain sebelum 2012, Dadang tak bisa lagi mengelak dari tuduhan berbohong.

Nyatanya, situs web di Thailand ini sudah memuat daftar foto-foto yang dipakai untuk gambar rokok di Thailand. Pada tautan tersebut, terdapat foto yang diklaim Dadang.

Celaka buat Dadang, tautan itu diunggah pada 2009.