Ini Sejarah Panjang Tas Hermès Yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Ini Sejarah Panjang Tas Hermès Yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Nggak cuma mahal, ternyata ini lho sejarah brand Hermes yang perlu kamu tahu!

Wanita mana yang berani nolak kalau disodorkan tas Hermès? Ya, Rumah mode Hermès memang sejak lama terkenal dengan produk-produk legendaris yang terbuat dari bahan kulit. Label yang juga menelurkan beberapa tas termahal di dunia ini ternyata memiliki perjalanan yang panjang. Namun dibalik sejarah tas Hermes, ternyata ada beberapa fakta yang mungkin kamu belum tahu.

Ini Cerita Dibalik Sejarah Tas Hermes
1. Awalnya Menyediakan Perlengkapan Berkuda
View this post on Instagram

Back to black #HermesSellier

A post shared by Hermès (@hermes) on

Sejak didirikan oleh Thierry Hermès pada tahun 1837. Pada awalnya, Rumah mode Hermès menjual produk perlengkapan berkuda. Sebagai produk utamanya, mereka menjual harness dengan material berkualitas tinggi.

Lalu, pada tahun 1880, sang putra yang bernama Charles-Émile mengambil alih label Hermès sekaligus menambahkan saddle untuk berkuda sebagai fokus label ini. Ia pun kemudian memindahkan toko sang Ayah ke 24 rue du Faubourg Saint-Honoré.

Hingga saat ini tempat tersebut telah menjadi alamat tetap toko Hermès di Paris, Prancis.

2. Memperkenalkan risleting
View this post on Instagram

Shades of mahogany #HermesHomme

A post shared by Hermès (@hermes) on

Pada tahun 1914, sejarah tas Hermes mencatat bahwa putra Charles-Émile mengambil alih label ini. Rumah mode Hermès menjadi rumah mode pertama yang memperkenalkan ritsleting di Prancis.

Perkenalan dengan ritsleting awalnya untuk menyambung dua sisi kain yang diaplikasikan di atas jaket untuk bermain golf. Jaket tersebut khusus dibuat untuk pangeran Edward, Prince of Wales.

Hal itulah yang kemudian membuat ritsleting pada masa itu dikenal dengan nama fermeture Hermès atau pengancing Hermès di Prancis.

3. Kotak Pertama Hermès

Tahukah kamu kalau kotak tas Hermes pada tahun 1920-an bukan terbuat dari kotak yang berwarna oranye. Pada zaman itu, menurut sejarah tas Hermes, kotak tas dibuat dari kulit babi imitasi yang berwarna krem.

Namun, beberapa tahun kemudian, rumah mode Hermès kembali mengganti kemasan kotaknya dengan warna kuning mustard yang juga terbuat dari kulit babi imitasi.

Pada Perang Dunia II, Hermès kesulitan mendapatkan bahan kulit, karena itu mereka mengganti kemasannya dengan kotak berbahan kertas berwarna oranye. Kemasan itulah yang kemudian tetap digunakan hingga saat ini dan menjadi sangat ikonis.

4. Terinspirasi Dari Aktris Grace Kelly

Tahun 1930 rumah mode Hermès melansir tas yang sekarang dikenal sebagai Kelly Bag. Sebelumnya tas yang memiliki struktur tegas nan klasik ini dinamakan sebagai Sac à Dépêches.

Kenapa kok bisa dinamakan Kelly Bag? Ternyata kisah perubahan namanya berawal dari aktris legendaris Grace Kelly yang pada saat itu menjadi Putri kerajaan Monaco. Ia terlihat menutupi kandungannya dengan menjinjing tas Sac à Dépêches.

Foto sang Putri yang kemudian dilihat banyak orang pada masa itulah yang membuat rumah mode Hermès kemudian memutuskan untuk mengadopsi nama sang putri.

5. Pertemuan yang berujung terciptanya tas Birkin

Di awal tahun’80-an, ketika aktris Jane Birkin sedang dalam perjalanan menggunakan maskapai Air France menuju London, Jane duduk tepat di sebelah Jean-Louis Dumas yang kala itu menjabat sebagai CEO rumah mode Hermès.

Tanpa sengaja, Jane menumpahkan sebagian isi tasnya yang kemudian membuat Jean-Louis menyarankannya untuk menggunakan tas yang memiliki saku. Peristiwa itu kemudian membuat keduanya memulai diskusi tentang bentuk sebuah tas yang ideal untuk dikenakan oleh Jane.

Jane pun medapatkan ide tas yang menurutnya ideal untuk dikenakan wanita di atas sebuah kantung mabuk udara yang tersedia di pesawat. Baginya, sebuah tas wanita yang ideal memiliki proporsi yang lebih besar dari Kelly Bag namun tidak lebih besar dari koper milik sang suami, Serge Gainsbourg.

Ide Jane tentang tas ideal itu pun diterima dengan baik oleh Jean-Louis yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan tas Birkin yang memiliki banyak ruang dan tetap elegan.

Lahirnya tas Birkin itulah yang kemudian mengantarkan rumah mode Hermès menjadi seperti sekarang dan sukses membuat tas Birkin menjadi benda fashion penting yang dicintai oleh banyak orang.

Itulah sejarah tas Hermes yang ternyata cukup panjang ya, banyangkan mereka sudah eksis sejak 1837, padahal kalau di Indonesia tahun segitu baru kelar Perang Diponegoro yang bikin bangkrut Belanda. Lho, apa hubungannya? hehe

Kalau gitu gimana kalau kita lanjut bahas bagaimana cara memilih tas yang awet. Bagi banyak wanita, tas keluaran merek ternama atau yang biasa disebut branded menjadi investasi tersendiri. Selain untuk menunjang penampilan, item fashion tersebut juga kerap dikoleksi karena bisa dijual kembali.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk membeli tas merek ternama, perhatikan cara memilih tas yang awet berikut ini:

Pertama, perhatikan kualitasnya, apakah baik atau tidak. Banyak orang yang ceroboh dalam memilih tas yang tepat. Memang ada banyak pilihan bahan yang bisa anda pilih, namun gunakan bahan yang kuat agar tas tersebut menjadi awet dan bisa digunakan kapan saja.

Jika kamu ingin memilih tas branded yang terbaik, maka pilih desain yang tepat untuk tas tersebut. Tas yang bagus adalah tas yang desainnya menarik dan mampu untuk tidak membuatmu bosan.

Gimana, mau coba cari tas branded yang cocok buat kamu?

Sumber: Bazaar,

Baca juga:

Tak Cuma Agnez Mo, 5 Orang Ini Juga Berkaus Oblong Saat Temui Jokowi

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami

Penulis

Kiki Pea