17 Lagu Dilarang Diputar Karena Dianggap 'Porno', Termasuk Ed Sheeran & Bruno Mars

17 Lagu Dilarang Diputar Karena Dianggap 'Porno', Termasuk Ed Sheeran & Bruno Mars17 Lagu Dilarang Diputar Karena Dianggap 'Porno', Termasuk Ed Sheeran & Bruno Mars

Yang dilarang bukan lagu, tapi lirik lagu yang mengandung pornografi.

Komisi Penyiaran Indonesia telah melakukan sensor musik dengan melarang lebih dari selusin lagu berbahasa Inggris. Menurut pihak berwenang, lagu-lagu yang dilarang tersebut mengandung konten dewasa dan ofensif.

Beberapa lagu populer, di antaranya "Shape Of You" milik Ed Sheeran, "Versace on the Floor"nya Bruno Mars", dan " Love Me Harder" tembang milik Ariana Grande, tidak diizinkan diputar pada siang hari, dan hanya dapat disiarkan dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

Dalam cuitan pertama pada Kamis (28/2), Bruno Mars menyebut Ed Sheeran, musisi Inggris yang lagunya juga dibatasi KPID Jabar.

Peraturan ini pun memancing reaksi dari Bruno Mars yang mengetahui hal itu melalui berita yang ditulis oleh TIME. Ia pun mengungkapkan kekesalannya di Twitter.

"***! Tadinya saya cukup populer di Indonesia! Lalu muncul @edsheeran dengan liriknya yang cabul, dan membuat kita semua menanggung akibatnya! Terima kasih Ed. Terima kasih banyak," sindirnya dalam cuitan.

Beberapa menit kemudian, Bruno Mars kembali menyebut Ed Sheeran.

"'I'm in love with the shape of you?' Yang benar saja @edsheeran ? Kamu monster! dan jangan buat saya mulai membahas 'Thinking Out Loud'. Kamu tidak punya malu?"

Terakhir, Bruno Mars menyeru kepada publik Indonesia agar dirinya tidak disamakan dengan Ed Sheeran.

"Yang terkasih Indonesia, saya memberikanmu begitu banyak lagu hits 'Nothin On You', 'Just The Way You Are' & 'Treasure'. Jangan satukan saya dengan si penyimpang seksual itu."

 

Sensor Musik Pada Lagu-Lagu Yang Dianggap Mengandung Konten Pornografi

Sensor musik yang dilakukan KPI ini dikeluarkan di Jawa Barat, yang dikenal sebagai provinsi paling konservatif di Indonesia, yang juga merupakan wilayah terpadat dengan 48 juta penduduk.

Dilansir dari Guardian, Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah mengatakan bahwa beberapa lirik lagu tersebut dapat diartikan sebagai "menjadikan perempuan sebagai objek seksual". Keputusan itu diambil dalam rapat Pleno KPID Jabar pada 11 Februari 2019 dan disahkan menjadi surat edaran pada 18 Februari tahun ini.

"Jadi lagu dengan lirik yang menjurus pada tema kehidupan dewasa itu hanya dapat disiarkan atau ditayangkan di lembaga penyiaran di Jawa Barat, dalam klasifikasi waktu dewasa, yakni dari jam 10 malam sampai jam tiga pagi," kata Dedeh Fardiah, seperti dikutip Antara.

Menurut Dedeh, jumlah lagu yang dibatasi juga masih berpeluang bertambah lagi, seiring dengan bertambahnya jumlah pelaporan dan pengajuan dari pihak luar.

"Yang dilarang bukan lagu, tapi lirik lagu yang mengandung pornografi, asosiasi porno, dan kecabulan," kata Rahmat Arifin, wakil ketua KPID, kepada Tempo.co.

Sensor musik dilakukan sebanyak 85 lagu, 17 di antaranya adalah lagu pop barat, di antaranya;

  • Dusk Till Dawn
  • Sangria Wine
  • Mr. Brightside
  • Let Mez
  • Love Me Harder
  • Plot Twist
  • Shape of You
  • Overdose
  • Makes Me Wonder
  • That's What I Like
  • Fuck it, Don't Want You Back
  • Bad Things
  • Versace On The Floor
  • Midsummer Madness
  • Wild Thoughts
  • Till it Hurts
  • Your Song.

Ini bukan pertama kalinya Indonesia mencoba menjaga pengaruh asing yang dianggap tidak pantas dari negara mayoritas Muslim. Pada 2016, pemerintah sempat melarang Tumblr karena situs itu dianggap mendistribusikan konten pornografi, pada 2014, Film Noah dilarang diputar, film Hollywood yang dibintangi Russell Crowe ini dianggap bertentangan dengan ajaran Alquran.

Menilik lebih jauh ke belakang, di era Orde Lama saat Presiden Soekarno berkuasa. Semua hal-hal yang berbau Barat juga dilarang, sebab barat dianggap imperialis dan kolonialis. Soekarno bahkan menerbitkan Penetapan Presiden Nomor 11/1963 yang melarang musik-musik berbau Barat. Larangan ini dikeluarkan lantaran lagu-lagu barat seperti karya The Beatles dan Elvis Presley dianggap tidak menunjukkan karakter budaya Indonesia, mengajarkan hura-hura, dan kontra-revolusi.

Namun perbedaannya, yang menjadi latar belakang pelarangan masa itu adalah hal politis, saat itu Indonesia sedang berseteru dengan Inggris yang ingin membentuk negara federasi Malaysia. Nah, bagaimana menurutmu soal sensor musik yang dilakukan KPID Jawa Barat ini?

Sumber: Time, Tirto

Baca juga:

RUU Permusikan Picu Kontroversi, Ini Kata JRX Superman Is Dead

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

img
Penulis

Kiki Pea