Kronologi Siti Aisyah Membunuh Kakak Kim Jong Un: Mengira Disuruh Nge-Prank

Kronologi Siti Aisyah Membunuh Kakak Kim Jong Un: Mengira Disuruh Nge-Prank

Pembunuhan keluarga pemimpin Korea Utara ini diduga merupakan operasi intelijen tingkat tinggi.

Siti Aisyah, terdakwa pembunuhan kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara di Malaysia pada 2017, dibebaskan oleh pengadilan tinggi Malaysia kemarin, 11 Maret 2019. Pembebasan itu dilakukan setelah jaksa penuntut umum mencabut semua dakwaannya kepada Siti Aisyah. Hampir dijerat hukuman mati, kini Siti Aisyah telah kembali ke pangkuan kedua orang tuanya di Indonesia. Bagaimana kasus ini bermula dan mengapa Siti Aisyah bisa dibebaskan?

WNI terdakwa pembunuh kakak tiri Kim Jong Un dibebaskan pengadilan Malaysia
kim jong nam siti aisyah duan thi huong pembunuhan jokowi malaysia kim jong un korea utara kronologi sejarah kasus

Kronologi Siti Aisyah Membunuh Kakak Kim Jong Un: Mengira Disuruh Nge-Prank

Keputusan pembebasan Siti Aisyah diambil bukan karena ia terbukti tidak bersalah. Ia dibebaskan karena jaksa penuntut umum mencabut semua dakwaan yang dialamatkan kepadanya. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu kasus dibuka kembali dan jaksa memutuskan untuk kembali menyeret Siti Aisyah, ia masih bisa diancam dengan hukuman mati atas pidana pembunuhan.

Siti Aisyah ditangkap bersama satu wanita warga negara Vietnam bernama Doan Thi Huong. Keduanya didakwa bekerja sama membunuh Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara saat ini Kim Jong Un, di terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia dua tahun lalu, pada 13 Februari 2017.

Setelah dibebaskan oleh pengadilan tinggi Malaysia, Siti Aisyah diterbangkan ke Indonesia di hari yang sama. Ia langsung diserahkan pemerintah Indonesia kepada orang tuanya di Jakarta. Hari ini, 12 Maret 2019, ia bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.


Video CCTV ketika Kim Jong Nam diserang oleh Siti Aisyah dan Doan Thi Huong

Kim Jong Nam adalah putra pertama dari empat anak Kim Jong Il, pemimpin tertinggi Korea Utara ke-2 sejak Republik Rakyat Demokratik Korea didirikan pada 1948. Ia lahir dari ibu Song Hye Rim, yang tidak diakui sebagai istri resmi Kim Jong Il

Jong Nam lahir di Pyongyang, Korea Utara, pada 10 Juni 1970. Ketika meninggal, usianya 46 tahun. Ia sempat disebut akan mewarisi jabatan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara. Namun, sejak 2005 ia beberapa kali ketahuan berpelesir keluar negeri secara diam-diam, salah satunya kunjungan ke Disneyland Jepang yang menjadi skandal nasional dan membuat namanya tersingkir dari nominasi penerus ayahnya.

Sejak 2006, Kim Jong Nam beberapa kali lolos dari percobaan pembunuhan. Lalu pada 2007, ia memutuskan tinggal sebagai pelarian di Macau. Puncaknya, pada 2011 ayahnya meninggal dan adik tirinya, Kim Jong Un, naik sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara. Kabarnya, di 2012 Jong Nam pernah mengirim surat kepada adiknya memohon untuk membiarkannya hidup. Hingga kemudian serangan yang dilakukan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mencabut nyawanya di Malaysia, 2017 silam.

Kronologi kasus Siti Aisyah: Didakwa membunuh kakak tiri Kim Jong Un

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by CNN Indonesia (@cnnindonesia) on

Siti Aisyah lahir pada 12 Februari 1992. Ia berasal dari Serang, Banten. Tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-25, ia mencabut nyawa Kim Jong Nam di terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Aksi itu dilakukan dengan cara mengoleskan sapu tangan basah di wajah Kim dan kemudian berlari. Ia melakukan perbuatan tersebut bersama seorang perempuan warga negara Vietnam bernama Doan Thi Huong.

BACA JUGAJengkel Sering Ditanya Kapan Nikah, Pemuda Ini Habisi Nyawa Tetangganya Sendiri

Saat itu, sekitar pukul 9 pagi di terminal keberangkatan terminal 2, Kim sedang melakukan check in mandiri. Ia tiba di Malaysia pada 6 Februari 2017, berpelesir ke sebuah resor di Langkawi, lalu berencana terbang ke Macau pada hari kematiannya.

Setelah diserang oleh dua wanita yang tak ia kenal, Kim segera melapor ke service counter bandara. Ia mengatakan bahwa seseorang baru saja memegang bahunya dari belakang dan memercikkan cairan ke wajahnya. Seorang wanita juga mengusapkan kain basah ke wajahnya dan kemudian berlari.

kim jong nam siti aisyah duan thi huong pembunuhan jokowi malaysia kim jong un korea utara kronologi sejarah kasus

Kim Jong Nam, kakak tiri Kim Jong Un yang dibunuh Siti Aisyah dan Doan Thi Huong.

Kim yang saat itu memakai nama samaran Kim Chol di paspor Korea Utaranya segera dilarikan ke rumah sakit. Ia meninggal dua puluh menit setelah serangan tersebut. Saat meninggal, ia didapati membawa uang tunai sebanyak 100 ribu dolar Amerika Serikat.

Racun kimia VX yang digunakan untuk membunuh Kim Jong Nam tergolong senjata pembunuh massal. Racun ini telah dilarang digunakan sejak diterbitkannya Chemical Weapons Convention oleh PBB pada 1993. Korea Utara yang belum meratifikasi konvensi tersebut diyakini masih memiliki simpanan racun terebut.

Sehari kemudian, berkat video CCTV bandara, Polisi Diraja Malaysia menangkap Doan Thi Huong (saat itu berusia 28 tahun) di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat ia hendak terbang ke Vietnam. Dua hari kemudian, pada 16 Februari, Siti Aisyah ditangkap di sebuah hotel di Ampang Jaya, Selangor.

Kekasih Siti, pria Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaludin, juga ditangkap untuk menjadi saksi kasus ini. Juga ditangkap karena kasus ini ialah seorang pria Korea Utara bernama Ri Jong Chol (saat itu berusia 46 tahun) yang bekerja sebagai pekerja IT di Malaysia.

kim jong nam siti aisyah duan thi huong pembunuhan jokowi malaysia kim jong un korea utara kronologi sejarah kasus

Doan Thi Huong, perempuan Vietnam yang bersama Siti Aisyah menjadi terdakwa pembunuhan Kim Jong Nam pada 2017.

Namun, Siti Aisyah menyangkal bahwa pembunuhan itu disengaja. Bersama dengan Doan Thi Huong, ia mengaku dijebak seolah-olah sedang membintangi sebuah reality show TV yang mana ia diminta untuk mengerjai orang di tempat umum. Caranya dengan mengoleskan lotion atau saus tomat ke wajah orang.

Huong mengatakan kepada polisi, ia diperintah 4 pria untuk mengerjai orang di tempat umum. Ia diminta menyemprot wajah Kim dengan cairan. Sementara Siti Aisyah diminta untuk mengusap wajah Kim dengan sapu tangan. Siti Aisyah mengatakan, ia mengira cairan yang dioleskan ke wajah Kim adalah baby oil.

Setelah mereka melakukan apa yang diminta, Huong mengaku keempat pria itu menghilang. Ia kemudian memutuskan pulang ke Vietnam keesokan harinya.

Menurut Polisi Diraja Malaysia, keduanya tampak melakukan aksi mengerjai serupa di pusat perbelanjaan beberapa hari sebelum kematian Kim.

Siti Aisyah tiba-tiba bebas, nasib Doan Thi Huong tak jelas

Keduanya kemudian disidangkan kali pertama pada April 2017 di pengadilan tinggi Shah Alam Malaysia. Pada persidangan 11 Maret 2019 yang aslinya beragendakan pembelaan dari Doan Thi Huong, tanpa diduga jaksa penuntut umum Iskandar Muhammad menyatakan semua dakwaan kepada Siti Aisyah dicabut dan hakim membebaskan Siti.

“Siti Aisyah dibebaskan. Dia bisa pergi sekarang.” Demikian diucapkan Hakim Azmin.

Keputusan itu tak terduga karena sebelumnya pengadilan menyatakan bahwa bukti untuk menuntut kedua perempuan ini sudah kuat. Sementara itu, belum ada kejelasan apakah Doan Thi Huong juga akan dibebaskan atau kasusnya terus dilanjutkan.

Sumber: CNN Indonesia, CNN Indonesia, CNN Indonesia, Detik, Detik, Wikipedia, Wikipedia

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!