Diduga Karena Dilarang Merokok, Seorang Pria Tega Bunuh Istri dan Bayinya

Diduga Karena Dilarang Merokok, Seorang Pria Tega Bunuh Istri dan BayinyaDiduga Karena Dilarang Merokok, Seorang Pria Tega Bunuh Istri dan Bayinya

Duh, kok tega bener ya?

Kasus suami bunuh istri dan anak terjadi di Kabupaten Blitar di Jawa Timur. Pembunuhan mengerikan terhadap keluarganya sendiri ini dilakukan oleh Nardian, berusia 33 tahun. Sumber masalahnya pun sangat sepele, diduga pelaku tega membunuh karena istrinya menyuruhnya berhenti merokok.

Menurut saksi mata, Nardian menikam istrinya, Sri Dewi yang berusia 29 tahun, dan bayi mereka yang berumur 7 bulan sampai meninggal dunia pada Sabtu, (16/2/2019) lalu. Pembunuhan itu diduga merupakan puncak dari konflik Nardian dan Dewi sejak hari-hari sebelumnya. Tetangga mengetahui keduanya sedang konflik sejak Kamis sebelumnya.

Suami Bunuh Istri dan Anak Yang Berusia 7 Bulan

Menurut ketua RT Hariono, kasus suami bunuh istri dan anak ini karena pelaku dilarang keluar dan merokok oleh istrinya. "Itulah yang mereka katakan setelah pertengkaran pertama,” kata Hariono .

Kemudian, pada Sabtu, di rumah orang tua Dewi, tempat pasangan itu tinggal setelah mereka menikah, terjadi pertengkaran lain yang menyebabkan Nardian mengancam istrinya - yang sedang menggendong bayi - dengan pisau. Di dapur, Nardian menikam Dewi beberapa kali sebelum dia berlari keluar untuk meminta bantuan. Ayah Dewi mencoba menghentikan Nardian, tetapi tersangka pembunuh mendorongnya ke samping dan mengejar Dewi dan bayinya, keduanya ditemukan tewas di lantai beberapa saat kemudian.

Suami Bunuh Istri dan Anak, Pelaku Dikenal Rajin Beribadah

Setelah kejadian itu, para saksi mata mengatakan mereka melihat Nardian menanggalkan pakaiannya dan berjalan di sekitar lingkungan sambil menuju Masjid untuk sholat.

"Tapi dia dikenal sebagai orang yang baik, dan sering menjadi imam di Masjid," kata Hariono.

Menurut polisi setempat, hasil otopsi menunjukkan ada sembilan luka tusuk pada tubuh Dewi dan enam pada bayinya. Polisi sedang melakukan pemeriksaan mental Nardian sebelum tuduhan spesifik terhadapnya akan diumumkan.

Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Burhanudin mengatakan, suami bunuh istri dan anak ini dilakukan usai makan malam di rumah mertua pelaku di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Menurut Burhanudin, usai makan, Nardian pergi ke dapur lalu kembali ke ruang makan dengan membawa sebilah pisau. Sri sempat menanyakan maksud Nardian membawa pisau tersebut. "Lalu pelaku pergi ke arah dapur dan sempat diikuti oleh korban,".

Hal tersebut membuat Nardian dan istrinya cekcok hingga keduanya bertengkar. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan korban.  Sri sempat masuk ke sebuah ruangan dan menutup pintu. Namun, Nardian mendobrak pintu tersebut.

Menurut Burhanudin, korban kalah kuat tenaganya dengan pelaku, dan saat itu keadaan lampu rumah padam. Pelaku kemudian berhasil masuk dan saat itulah terjadi penusukan terhadap Sri Dewi dan anaknya yang masih berada di gendongannya.

"Kejadiaannya di dalam rumah," kata Burhanudin. Burhanudin mengatakan, selama peristiwa itu berlangsung, terdapat sejumlah anggota keluarga di dalam rumah. Namun, upaya mereka menghalau cekcok antara korban dan pelaku tidak membuahkan hasil.

Seusai pembunuhan itu, polisi yang datang usai mendapat laporan langsung melakukan penangkapan terhadap Nardian yang saat itu masih berada di sekitar rumah lokasi pembunuhan.

Sumber: Kompas.com Coconuts

Baca juga:

Akibat Depresi Berat, Drummer Band Ini Siarkan Aksi Bunuh Diri di Facebook!

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

img
Penulis

Kiki Pea