Suntik Botox Makan Korban Jiwa, Wanita Ini Meninggal Setelah Suntik Botox

lead image

Perempuan ini harus membayar mahal demi menjadi cantik. Lima hari setelah melakukan suntik Botox wajah, ia meninggal dunia.

Seorang perempuan warga negara Singapura harus membayar mahal demi menjadi cantik. Lima hari setelah melakukan prosedur kecantikan suntik Botox wajah di sebuah klinik estetika di Marina Bay, agen pemasaran real estat berusia 32 tahun ini meninggal dunia.

Tak lama setelah menjalani suntik Botox wajah pada 8 Maret 2019, perempuan tersebut mengalami rasa sakit amat sangat dan jantungnya berhenti (cardiac arrest), demikian dilaporkan Lianhe Wanbao.

Dokter yang melakukan suntik Botox segera memanggil ambulans ketika peristiwa itu terjadi. Selama menunggu ambulans datang, ia mencoba menyadarkan perempuan tersebut dari pingsannya. Sayangnya, saat tubuhnya tiba di Singapore General Hospital, korban telah kehilangan “periode emas” (golden period) untuk menyelamatkannya dari henti jantung.

Kekurangan oksigen membuatnya jatuh dalam kondisi koma. Jantung dan paru-parunya juga berhenti bekerja. Setelah lima hari koma dengan bantuan mesin, perempuan tersebut akhirnya meninggal dunia.

Menurut ayah almarhumah, dokter di klinik estetika itu datang ke rumah sakit dan meminta maaf kepada keluarga yang ditinggalkan. Dokter itu juga menjelaskan bahwa putrinya menjalani suntik Botox pada 8 Maret 2019.

Mengapa bisa meninggal setelah suntik Botox wajah?

biaya suntik botox wajah korban suntik botox meninggal dunia risiko suntik botox apa itu botox apa itu suntik botox

Korban suntik Botox wajah di Singapura. Ia meninggal dunia setelah menjalani suntik Botox di wajah. (Sumber: Lianhe Wanbao via Asia One)

Botox, atau neurotoksin, umum disuntikkan di dahi, sekitar mata, dan sekitar mulut untuk mengurangi kemunculan kerutan. Cara kerja Botox ialah dengan melemaskan otot-otot yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sejumlah kasus langka, mungkin terjadi ketika toksin tersebut menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan simptom berupa lemah otot, masalah penglihatan, dan masalah pernapasan.

Namun, suntik Botox menyebabkan henti jantung adalah kasus yang belum pernah didengar sebelumnya, kata seorang ahli bedah plastik di Singapura kepada Wanbao.

Viral! Foto-Foto Runner Up Miss Universe 2018 Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik

Ahli ini menduga, bisa jadi perempuan tersebut memiliki masalah organ yang membuat suntik Botox-nya berakhir dengan komplikasi. Misalnya, bisa jadi ia punya masalah jantung yang kemudian, suntik Botox di wajah memperparah kondisi jantungnya.

Keluarga korban sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian pada 10 maret 2019. Menurut polisi, investigasi sedang berjalan.

November tahun lalu, seorang bankir di Hong Kong berusia 52 tahun meninggal dunia setelah menerima 16 kali suntik Botox di sebuah klinik bedah plastik. Korban yang notabene mengidap asma diyakini meninggal dunia karena kesulitan bernapas akibat “keracunan Botox”.

biaya suntik botox wajah korban suntik botox meninggal dunia risiko suntik botox apa itu botox apa itu suntik botox

Korban suntik Botox wajah di Singapura. Ia meninggal dunia setelah menjalani suntik Botox di wajah. (Sumber: Lianhe Wanbao via Asia One)

Botox, seberapa aman?

Botox adalah merek dagang untuk Botulinum Toxin Tipe A, salah satu jenis neurotoxin (toksin = zat yang tidak diproduksi dalam tubuh makhluk hidup, neurotoksin = toksin yang bereaksi di self saraf [neuron]) yang dikenal bisa menyebabkan botulisme.

Botulisme adalah satu penyakit yang menyebabkan otot kaku dan bisa berakibat fatal. Di Amerika Serikat, Botox disetujui BPOM-nya Amerika Serikat, FDA (Food and Drug Administration) untuk digunakan sebagai prosedur kosmetika di tahun 2002. 

Pada 2015, penjualan Botox hampir mencapai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp27 triliun). Prosedur kosmetika ini umumnya dianggap aman dan digunakan dokter secara bebas, terlebih karena hasilnya langsung terlihat dan dianggap relatif tidak berbahaya.

Namun, sesungguhnya pada 2009, FDA sudah memberi peringatan keamanan bahwa cairan Botox “berpeluang menyebar dari area yang disuntik ke area tubuh lain dan menyebabkan simptom botulisme,” meliputi pelemahan otot dan kesulitan bernapas selama beberapa jam hingga beberapa minggu setelah penyuntikan.

Tapi, di sisi lain Botox memiliki rekam jejak keamanan yang luar biasa. Sejak digunakan pada 1989 sampai 2003 (14 tahun), hanya ada 36 kasus efek serius yang dilaporkan ke FDA. Dan dari 36 kasus itu, 13 pasien mengalami komplikasi dengan Botox karena mereka memiliki masalah kesehatan.

“Semua pengobatan memiliki risiko, tapi rekam jejak keamanan Botox sangat kokoh. Dan ingat, ada belasan juta pasien yang sudah dirawat menggunakan Botox,” ujar Hayley Goldbach, dokter kulit di University of California-Los Angeles Health.

Peringatan FDA mengenai Botox tersebut diteliti oleh penelitian Univeristy of Wisconsin-Madison pada 20616. Pertanyaan utama penelitian mereka ialah: apakah Botox yang disuntikkan akan diam di neuron pada area suntik atau bisa menyebar ke neuron lain?

Lewat eksperimen menggunakan hewan, tim peneliti menyimpulkan bahwa toksin Botox bisa menyebar.

Namun, peneliti senior pada penelitian itu mengatakan, mereka masih belum tahu seberapa jauh toksin itu menyebar. Perkiraannya, penyebaran tergantung pada dosis dan faktor-faktor lain.

Risiko setelah melakukan suntik Botox

Botox biasanya disuntikkan di dahi dan sekitar mata untuk menghilangkan kerutan. Berikut beberapa efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah menjalani suntik Botox:

  • Kesakitan, bengkak, dan memar di area suntik
  • Sakit kepala dan gejala flu lainnya
  • Kelopak mata sayu atau alis turun
  • Senyum mencong
  • Mata terasa kering atau malah berair terus-menerus

Jangan menggunakan Botox jika kamu…

  • Memiliki infeksi di wilayah yang akan disuntik
  • Memiliki masalah dengan buang air kecil, semisal punya riwayat infeksi saluran kencing (ISK)

Segera hubungi dokter jika setelah menjalani suntik Botox kamu mengalami…

  • Suara serak
  • Kelopak mata lesu (lemas, tidak bisa diangkat penuh)
  • Masalah penglihatan
  • Iritasi mata parah
  • Lemah otot parah
  • Tidak bisa mengontrol kencing
  • Kesulitan bernapas, bicara, atau mengunyah

Suntik Botox wajah memang sangat populer, terutama di kalangan artis Indonesia. Namun, menyuntikkan bahan kimia ke tubuh selalu mengandung potensi bahaya. Jika ingin tetap awet muda dan cantik, ada kok cara lain yang sama efektifnya dengan Botox.

Yak, betul, makan makanan sehat dan olahraga. Malas banget, kan. Hahaha.

Sumber: Asia One, The Guardian, Mayo Clinic, Drugs 

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

 

Penulis

Redaksi