Mulai Besok Ongkir JNE Naik, Gimana Nasib Netizen Pemilik Olshop?

lead image

Malam ini detailnya akan diumumkan JNE.

Gara-gara tarif kargo udara yang melambung, JNE akhirnya menyerah dan memutuskan ongkir JNE naik. Pengumuman naiknya tarif pengiriman JNE diumumkan di media sosial JNE pada Minggu, 13 Januari 2019.

Tindakan yang diambil JNE sudah lebih dulu dilakukan PT Pos Indonesia dan jasa ekspedisi lain. Pemicunya adalah kenaikan biaya kargo udara atau biasa disebut Surat Muatan Udara (SMU).

"Ini yang sangat terasa sebetulnya adalah beban biaya kita yang pengiriman udara. Tarif secara keseluruhan naik," terang Direktur Umum JNE Muhammad Feriadi kepada Detik, 14 Januari 2019.

Tarif pengiriman JNE terbaru setelah 3 tahun ongkir JNE tidak naik

Seberapa banyak ongkir JNE naik, menurut sumber dari JNE, akan diumumkan di situs JNE.co.id malam ini. Namun, ia memberi gambaran bahwa kenaikan bervariasi, sesuai kota asal dan tujuan.

“Bervariasi tiap kota. Ada yang kenaikannya seribu, ada yang naik sampai 300%,” ujar sumber di JNE.

Berita kenaikan ongkos kargo udara pertama kali mencuat di Oktober 2018. Maskapai pelat merah Garuda Indonesia diprotes oleh Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) karena menaikkan tarif SMU untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

Dimulai oleh Garuda Indonesia, maskapai lain turut menaikkan tarif kargo udara mereka. Bila dirata-rata, dibanding Oktober 2018, biaya kargo udara atau SMU sudah naik 100%.

Menurut maskapai, langkah menaikkan tarif SMU didorong oleh naiknya harga bahan bakar avtur. Avtur yang dibeli secara impor menjadi semakin mahal karena nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

Apa yang dilakukan JNE hanya menyusul tindakan PT Pos Indonesia dan ekspedisi lain. Pos Indonesia kali pertama menaikkan tarif mereka di November 2018, kemudian naik lagi pada Januari 2019.

Ekspedisi lainnya, yakni TiKi dan JnT, belum menyatakan menaikkan tarif.

Nia Perdhani, pelanggan layanan kirim Pos Indonesia mengatakan, kenaikan ongkir Pos bisa mencapai 100%. Pemilik usaha sambal botol House of Trazi ini mencontohkan, ongkir reguler Pos Indonesia dari Pati (Jawa Tengah) ke Jakarta yang biasanya Rp8 ribu naik 100% menjadi Rp16 ribu per kg.

Ketua Umum DPP ASPERINDO Muhammad Feriadi yang juga Direktur Utama JNE mengatakan, bagaimanapun biaya kargo udara akan memengaruhi tarif pengiriman. Sebab, biaya kargo memakan sampai 30% dari biaya kirim.

Sumber: Pikiran Rakyat, Kontan, Batam News, Tribunnews, Detik

id.herstyleasia.com/harga-tiket-pesawat-turun

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami

Penulis

Redaksi