Penjual Pecel Lele Dipukuli Pembeli yang Kesal Menunggu

Penjual Pecel Lele Dipukuli Pembeli yang Kesal Menunggu

Seorang pedagang di warung pecel lele dipukuli dengan balok kayu oleh dua pembeli yang mabuk dan kesal menunggu makanan terlalu lama.

Kesal karena menunggu pesanan makanan terlalu lama tentu pengalaman banyak orang. Tapi, biasanya kekesalan itu hanya dilampiaskan dengan merengut atau mengeluh. Kejadian di Bekasi ini masih seputar menunggu makanan, namun pelanggan yang terlalu lama menunggu mengambil langkah lebih jauh. Saking kesalnya, dua pelanggan bersama-sama memukuli si pedagang warung pecel lele.

Penjual di warung pecel lele dipukuli pembeli yang kesal menunggu, korban dipukuli dengan balok kayu

warung pecel lele pedagang pecel lele dioukul oleh pembeli yang kesal menunggu

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi. Seorang pedagang warung pecel lele bernama Achmad Zunaidi (49 tahun) terluka di wajahnya setelah dipukuli dua orang calon pembeli. Kejadian berlangsung pada 10 Maret 2019, pukul 02.30.

Kejadian bermula ketika kedua calon pembeli datang dan memesan pecel lele. Karena merasa terlalu lama menunggu, korban yang sedang menggoreng lele kemudian dihajar oleh pelaku menggunakan balok kayu.

“Korban (yang) sedang berdagang pecel lele didatangi dua orang pelaku (yang) memesan makanan pecel lele kepada korban. Karena menunggu terlalu lama, pelaku marah-marah dan memukul korban,” terang Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing.

Korban kemudian meminta pertolongan kepada adik korban yang berjualan roti bakar. Adik korban berusaha memisah korban dari pelaku, tetapi keduanya masih terus memukuli korban.

“Setelah saksi datang di lokasi untuk melerai, pelaku tetap memukuli korban dengan menggunakan balok,” tambah Erna. Pelaku kemudian pergi dengan memakai sepeda motor.

Korban segera dibawa oleh adiknya ke Rumah Sakit Kramat Jati karena mengalami luka di wajah.

Selain Sering Kepala, Berikut 7 Gejala Kamu Mengalami Cemas Berlebih!

Ada dugaan jika pelaku melakukan aksinya dalam keadaan mabuk. Hal itu disampaikn oleh Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari.

“Seingat saya, pembeli ini waktu itu mabuk ya. Saya dengarnya pembeli ini mabuk. Ya, namanya orang mabuk, kan, dia beli, mungkin nunggu lama, terus kesal, dia akhirnya merusak,” terang Suwari.

Suwari menjelaskan bahwa sebenarnya kedua pelaku belum menunggu terlalu lama. Sensasi mabuk yang diduga sedang dialami pelakulah yang kemudian menjadikan keduanya berangasan.

Sampai kemarin, 19 Maret 2019, pelaku masih dalam pencarian polisi.

Alkohol mengubah kepribadian

Mabuk alkohol bisa menyebabkan beragam efek di masing-masing orang. Ada yang menjadi semakin tenang dan merasa mengantuk, ada yang menjadi ceriwis dan terus berbicara, ada pula yang menjadi sangat bahagia, sebagian lain bisa menjadi sangat agresif dan tak ragu melakukan kekerasan.

Menurut Mental Help, reaksi seseorang pada alkohol bergantung pada genetika, keadaannya saat itu, sistem syarafnya, dan sejumlah faktor lain.

Bagaimana seseorang menjadi agresif ketika mabuk juga berbeda-beda antara satu sama lain. Di sejumlah kasus, gelas awal minuman keras sudah bisa memberi akibat. Tapi, ada juga yang perlu mabuk berat sampai tak sadar untuk menjadi semakin “berani”.

Semakin buruk mood dan stres seseorang, peluang ia untuk menjadi emosional semakin besar. Perilaku emosional itu bisa berbentuk:

  • Yang mulanya sedikit bicara menjadi banyak bicara.
  • Lebih berani mengekspresikan perasaan: marah, sedih, gembira.
  • Lebih berani bertindak, lebih sedikit takut.

Masih menurut Mental Help, ada kecenderungan seseorang menjadi semakin kasar saat mabuk ketika ia sedang bersama orang-orang yang ia sayangi.

Sumber: Kompas, Mental Help

Suka dengan artikel ini? Like Facebook dan Instagram HerStyleAsia Indonesia agar tidak ketinggalan artikel-artikel terbaik kami!

Penulis

Redaksi